gravatar

Misteri Ya'juj Ma'juj serta sejarahnya

Segeralah kita bertaubat dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. mungkin itu sekilas kata yang mengandung berjuta ketakutan akan dosa, ngeri melihat keadaan yang terjadi dibumi sekarang, ciri-ciri kiamat kecil ataupun besar telah kita temukan, meskipun sedikit juga itu merupakan indikasi dan aku sebagai umat islam yang percaya akan itu merasa takut.
Sepuluh menit yang lalu aku masih bisa tertawa, tetapi 10 menit kemudian dan sampai sekarang aku merasa takut dengan apa yang aku baca dari Blog temanku. Sejarah Ya'juj Ma'juj ini mungkin sejarah yang paling lengkap yang pernah aku baca diartikel-artikel lainnya. semoga dengan REPOST ini kita akan bertambah keimanannya.

Ya'juj Ma'juj Part II

QS. Al-Kahfi: 94

“Mereka berkata; “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya-juj dan Ma-juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka ?”

QS. Al-Anbiya: 96

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); “Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim.”

Ya-juj dan Ma-juj dalam Hadits

Dari Zainab Binti Jahsh -isteri Nabi SAW, berkata;
“Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) Telah dibukanya penutup Ya-juj dan Ma-juj seperti ini !” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.”
(HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim)

Jenis dan Asal Usul Ya-juj dan Ma-juj dalam QS. Al-Kahfi : 94

Ya-juj dan Ma-juj menurut ahli lughah ada yang menyebut isim musytaq (memiliki akar kata dari bhs. Arab) berasal dari AJAJA AN-NAR artinya jilatan api. Atau dari AL-AJJAH (bercampur/sangat panas), al-Ajju (cepat bermusuhan), Al-Ijajah (air yang memancar keras) dengan wazan MAF’UL dan YAF’UL / FA’UL. Menurut Abu Hatim, Ma-juj berasal dari MAJA yaitu kekacauan. Ma-juj berasal dari Mu-juj yaitu Malaja. Namun, menurut pendapat yang shahih, Ya-juj dan Ma-juj bukan isim musytaq tapi merupakan isim ‘Ajam dan Laqab (julukan).
Para ulama sepakat, bahwa Ya-juj dan Ma-juj termasuk spesies manusia. Mereka berbeda dalam menentukan siapa nenek moyangnya. Ada yang menyebutkan dari sulbi Adam AS dan Hawa atau dari Adam AS saja. Ada pula yang menyebut dari sulbi Nabi Nuh AS dari keturunan Syis/At-Turk menurut hadits Ibnu Katsir. Sebagaimana dijelaskan dalam tarikh, Nabi Nuh AS mempunyai tiga anak, Sam, Ham, Syis/At-Turk. Ada lagi yang menyebut keturunan dari Yafuts Bin Nuh. Menurut Al-Maraghi, Ya-juj dan Ma-juj berasal dari satu ayah yaitu Turk, Ya-juj adalah At-Tatar (Tartar) dan Ma-juj adalah Al-Maghul (Mongol), namun keterangan ini tidak kuat. Mereka tinggal di Asia bagian Timur dan menguasai dari Tibet, China sampai Turkistan Barat dan Tamujin.

Mereka dikenal sebagai Jengis Khan (berarti Raja Dunia) pada abad ke-7 H di Asia Tengah dan menaklukan Cina Timur. Ditaklukan oleh Quthbuddin Bin Armilan dari Raja Khuwarizmi yang diteruskan oleh anaknya Aqthay. “Batu” anak saudaranya menukar dengan negara Rusia tahun 723 H dan menghancurkan Babilon dan Hongaria. Kemudian digantikan Jaluk dan dijajah Romawi dengan menggantikan anak saudaranya Manju, diganti saudaranya Kilay yang menaklukan Cina. Saudaranya Hulako menundukan negara Islam dan menjatuhkan Bagdad pada masa daulah Abasia ketika dipimpin Khalifah Al-Mu’tashim Billah pertengahan abad ke-7 H / 656 H.

Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang banyak keturunannya.Menurut mitos, mereka tidak mati sebelum melihat seribu anak lelakinya membawa senjata. Mereka taat pada peraturan masyarakat, adab dan pemimpinnya. Ada yang menyebut mereka berperawakan sangat tinggi sampai beberapa meter dan ada yang sangat pendek sampai beberapa centimeter. Konon, telinga mereka panjang, tapi ini tidak berdasar.

Pada QS. Al-Kahfi:94, Ya-juj dan Ma-juj adalah kaum yang kasar dan biadab. Jika mereka melewati perkampungan, membabad semua yang menghalangi dan merusak atau bila perlu membunuh penduduk. Karenya, ketika Dzulkarnain datang, mereka minta dibuatkan benteng agar mereka tidak dapat menembus dan mengusik ketenangan penduduk.

Siapakah Dzulkarnain ? Menurut versi Barat, Dzulkarnain adalah Iskandar Bin Philips Al-Maqduny Al-Yunany (orang Mecedonia, Yunani). Ia berkuasa selama 330 tahun. Membangun Iskandariah dan murid Aristoteles. Memerangi Persia dan menikahi puterinya. Mengadakan ekspansi ke India dan menaklukan Mesir. Menurut Asy-Syaukany, pendapat di atas sulit diterima, karena hal ini mengisyaratkan ia seorang kafir dan filosof. Sedangkan al-Quran menyebutkan; “Kami (Allah) mengokohkannya di bumi dan Kami memberikan kepadanya sebab segala sesuatu.” Menurut sejarawan muslim Dzulkarnain adalah julukan Abu Karb Al-Himyari atau Abu Bakar Bin Ifraiqisy dari daulah Al-Jumairiyah (115 SM - 552 M.).
Kerajaannya disebut At-Tababi’ah. Dijuluki Dzulkarnain (Pemilik dua tanduk), karena kekuasaannya yang sangat luas, mulai ujung tanduk matahari di Barat sampai Timur. Menurut Ibnu Abbas, ia adalah seorang raja yang shalih.

Ia seorang pengembara dan ketika sampai di antara dua gunung antara Armenia dan Azzarbaijan. Atas permintaan penduduk, Dzulkarnain membangun benteng. Para arkeolog menemukan benteng tersebut pada awal abad ke-15 M, di belakang Jeihun dalam ekspedisi Balkh dan disebut sebagai “Babul Hadid” (Pintu Besi) di dekat Tarmidz. Timurleng pernah melewatinya, juga Syah Rukh dan ilmuwan German Slade Verger. Arkeolog Spanyol Klapigeo pada tahun 1403 H. Pernah diutus oleh Raja Qisythalah di Andalus ke sana dan bertamu pada Timurleng. “Babul Hadid” adalah jalan penghubung antara Samarqindi dan India.

BENARKAH TEMBOK CINA ADALAH TEMBOK Zulkarnain ?

Banyak orang menyangka itulah tembok yang dibuat oleh Zulkarnain dalam surat Al Kahfi. Dan yang disebut Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa Mongol dari Utara yang merusak dan menghancurkan negeri-negeri yang mereka taklukkan. Mari kita cermati kelanjutan surat Al Kahfi ayat 95-98 tentang itu.
Zulkarnain memenuhi permintaan penduduk setempat untuk membuatkan tembok pembatas. Dia meminta bijih besi dicurahkan ke lembah antara dua bukit. Lalu minta api dinyalakan sampai besi mencair. Maka jadilah tembok logam yang licin tidak bisa dipanjat.
Ada tiga hal yang berbeda antara Tembok Cina dan Tembok Zulkarnain. Pertama, tembok Cina terbuat dari batu-batu besar yang disusun, bukan dari besi. Kedua, tembok itu dibangun bertahap selama ratusan tahun oleh raja-raja Dinasti Han, Ming, dst. Sambung-menyambung. Ketiga, dalam Al Kahfi ayat 86, ketika bertemu dengan suatu kaum di Barat, Allah berfirman,

“Wahai Zulkarnain, terserah padamu apakah akan engkau siksa kaum itu atau engkau berikan kebaikan pada mereka.” Artinya, Zulkarnain mendapat wahyu langsung dari Tuhan, sedangkan raja-raja Cina itu tidak. Maka jelaslah bahwa tembok Cina bukan yang dimaksud dalam surat Al Kahfi. Jadi di manakan tembok Zulkarnain?


BEBERAPA PENELITIAN TEMBOK YA’JUJ

Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Qur’an menulis bahwa di distrik Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya di jalur utama antara Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE. Tempat itu kini bernama buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya adalah bab al hadid. Orang Persia menyebutnya dar-i-ahani. Orang Cina menamakannya tie-men-kuan. Semuanya bermakna pintu gerbang besi.

Hiouen Tsiang, seorang pengembara Cina pernah melewati pintu berlapis besi itu dalam perjalanannya ke India di abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada danau yang dinamakan Iskandar Kul. Di tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa. Persis seperti bunyi surat Al Kahfi. Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu.


Apa pun tentang keberadaan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di perunungan yang sangat tinggi dan sangat keras. Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu tercantum pada peta-peta Islam mahupun Rusia, terletak di republik Georgia.
Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui riwayat penelitian yang dilakukan Sallam, staf peneliti pada masa Khalifah al-Watsiq Billah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tembok penghalang yang dibangun Iskandar Dzul Qarnain untuk memenjarakan Ya’juj-Ma’juj terbuka.

Mimpi itu mendorong Khalifah untuk mengetahui perihal tembok itu saat itu, juga lokasi pastinya. Al-Watsiq menginstruksikan kepada Sallam untuk mencari tahu tentang tembok itu. Saat itu sallam ditemani 50 orang. Penelitian tersebut memakan biaya besar. Tersebut dalam Nuzhat al-Musytaq, buku geografi, karya al-Idrisi, Al-Watsiq mengeluarkan biaya 5000 dinar untuk penelitian ini.

Rombongan Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke daerah-daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak dikenal sekarang). Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Ya’juj-Ma’juj.
27 hari Sallam mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu. Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya’juj-Ma’juj tempo dulu. Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Ya’juj-Ma’juj berada.
Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya’juj-Ma’juj. Di situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu disebutkan dengan sangat detail (Anda yang ingin tahu bentuk detailnya, silakan baca: Muzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -938).

Al-Idrisi juga menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar pegunungan biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari. Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya’juj-Ma’juj itu.

Ya’juj-Ma’juj sendiri, menurut penuturan al-Syarif al-Idrisi dalam Nuzhat al-Musytaq, adalah dua suku keturunan Sam bin Nuh. Mereka sering mengganggu, menyerbu, membunuh, suku-suku lain. Mereka pembuat onar, dan sering menghancurkan suatu daerah. Masyarakat mengadukan kelakuan suku Ya’juj dan Ma’juj kepada Iskandar Dzul Qarnain, Raja Macedonia. Iskandar kemudian menggiring (mengusir) mereka ke sebuah pegunungan, lalu menutupnya dengan tembok dan pintu besi.

Menjelang Kiamat nanti, pintu itu akan jebol. Mereka keluar dan membuat onar dunia, sampai turunnya Nabi Isa al-Masih.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam pernah bertanya kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang pernah melihat Ya’juj-Ma’juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil. Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di Surra Man Ra’a, Iraq. Ia kemudian menceritakan dengan detail hasil penelitiannya kepada Khalifah.
Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah pegunungan Ya’juj-Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah daerah-daerah Rusia.


Referensi:

1. Az-Zuhaily, Tafsir Al-Munir.
2. Dr. Thaha Ad-Dasuqy, ‘Aqidatuna Wa Shilatuha Bil Kaun Wal Insan Wal Hayat, Darul Huda, Kairo, 1995.
3. Syekh Sya’ban ‘Abdulhadi Abu Rabah, Islamiyat, Haqaiq Fi Dzilli Tauhid Al-Ara Al-Islamiyah, Muassasah Al-’Arabiyah Al-Haditsiyah, Kairo, 1991.

Baca selengkapnya......
gravatar

- ceria membawaku terbang meraih mimpi -





- sebuah cerita tentang plinc dan feyl-
Story 1

Alkisah hiduplah seorang laki-laki yang bernama “ plinc “ yang lahir didalam kesepian hutan kiffayah, ternyata hidup seorang diri tak membuat dia gentar untuk melawan semua rintangan yang ia hadapi, meskipun kelabu sekalipun, dia selalu tersenyum melewatinya. Hanya suara alamlah yang selalu menemani dia, baik ketika dia ingin tidur ataupun ketika dia terbangun, suara-suara alam itu selalu menyambutnya senang.
Suatu hari dia pergi kesungai jiyasah hendak mencari ikan, sesampainya ditepi sungai dia memperhatikan keadaan sekitar nan indah dan sejuk layaknya disurga sana, sekalipun terdengar aneh tapi dia juga merasakan nada-nada harmonis yang mmbuat jiwanya merinding tersenyum. Nada-nada alami yang indah itu membuat dia gembira ( sambil melihat kelangit dia berkata “ bawalah aku kesana “ ). Selain nada-nada yang menghiasi hari cerah ini, ternyata irama harmoni itu membuat ikan-ikan bernari diiringi gemercik air keabadian ceria.
Tapi sayang plinc harus menangkap ikan-ikan yang sedang menari itu, plinc berharap ikan-ikan akan lebih mendapatkan kebahagian abadi dialam sana, tiba-tiba ikan-ikan itu menghampiri sendiri ke tempat dimana plinc berdiri ( ditepi sungai ).
Sekembalinya dia ke rumah pohonya, dia bertemu dengan “ kupu-kupu “ yang sedang bersedih sambil merundukan kepalanya tepat diatas daun nan hijau itu, plinc pun mengahmpiri kupu-kupu itu :

• Plinc : hey kau makhluk cantik bersayap, kenapa kau bersedih dihari yang cerah ini?
• Kupu2: hari yang cerah selalu membuatku tertawa, tapi keadaanku sekarang membuatku ingin menangis.
• Plinc : ceritakanlah kesedihanmu, berbagilah rasa sedih itu bila itu membuatmu bias bahagia kembali.
• Kupu2: sayap kiriku terluka oleh tangkai bunga indah itu?aku tidak bias mengitari lagi keindahan yang lainnya.
• Plinc : dengan senang hati aku akan coba menolongmu untuk bias terbang dan kembali terbang ke tempat dimana kau menemukan kebahagiaan
• Kupu2: (dia tersenyum malu ) mengapa engkau begitu baik, aku akan berhutang budi padamu.
• Plinc : bolehkah aku tahu siapa namamu?
• Kupu2 : panggil sajah aku layaknya mereka memanggilku “ feyl “

Akhirnya plinc membawa feyl yang sedang terluka itu ke rumah pohonya tidak jauh dari tempat itu, Plinc mulai berpikir bagaimana caranya mengenbalikan dan menyembuhkan sayap-sayap feyl, hasilnya nihil. Tapi plinc selalu ingin membuat feyl ceria dan bahagia, sambil berpikir bagaimana mencari obat untuk menyembuhkan lukanya itu. Feyl merasakan adanya kebahagian yang didapat setelah berteman dengan plinc, seakan dia lupa dengan luka-luka disayapnya itu.
Suatu hari feyl bertanya ke plinc:
• Feyl : Plinc, apakah kau ingin tahu bagaimana keadaanku sekarang?aku sudah tidak merasakan sakit lagi. Itu berkat kamu plinc.
• Plinc : ( terkejut dan tersenyum )bagaimana mungkin feyl, aku belum merasa mengobati luka-lukamu.
• Feyl : aku juga tidak tahu plinc, tapi selama aku bersamamu aku merasa bahagia, tidak seceria dulu, mungkin kebahagiaan itulah yang membuat luka-lukaku hilang dan aku bias terbang lagi membawa kebahagiaan kepada yang lainnya.
• Plinc : aku bahagia mendengarnya feyl, semoga kau bias terbang lebih jauh ketempat abadi.
• Feyl : kamu percaya ada kehidupan indah diluar sana?

Ternyata benar apa yang dikatakan feyl, dia bias terbang lagi menghinggapi daun-daun yang layu itu, dan terbang ke tempat dia belum menginjakinya.
Beberapa hari berpisah dengan plinc, ternyata membuat feyl merasa kesepian, begitu juga plinc, kerjanya dia cuman duduk sambil menatap kea rah langit sana dirumah pohonnya.

Akhirnya feyl memutuskan untuk menemui plinc lagi, plinc yang kebetulan sedang diatas rumahnya terkejut dengan kedatangan feyl yang tiba-tiba, tapi akhirnya dia tersenyum. Akhirnya plinc dan feyl bias bermain kembali seperti sedia kala, perasaan bahagia dan ceria mewarnai hidup-hidup mereka, tapi ada satu keinginan feyl buat plinc, sebagai tanda terima kasihnya ketika waktu itu. Feyl ingin mengajarkan bagaimana cara terbang ke plinc, plinc sangat bahagia sekali sekaligus kaget.

Plinc selalu ingin terbang menjelajahi dunia-dunia yang belum pernah ia kunjungi, dan ia percaya bahwa jauh dilangit sana terdapat kehidupan yang abadi dipenuhi orang-orang yang selalu memaknai hidup dengan senyuman. Dan mungkin dengan terbang inilah mungkin plinc bias mewujudkan mimpi-mimpinya yang tertunda.
Tapi ketika menjalani latihan selam 3 hari, plinc tetep tidak bias terbang-terbang, yang dia dapat malahan bengkak ditubuhnya, benjol dikepalanya ( sambil tertawa plinc terus berusaha berlatih ). Sampai malampun tiba plinc istirahat sejenak diatas pohon besar menjulang ke langit.

Pada waktu itu feyl ingat sesuatu ketika sayapnya sedang luka, ceria dan perasaan gembiralah yang kembali membuat dia bias terbang lagi, dan mungkin itu bisa membantu plinc untuk bisa terbang, awalnya plinc ragu, tapi dia mulai melihat keatas langit dan bermimpi, berkhayal, semua rasa ceria dan bahagia ia curahkan menjadi satu pijakan untuk terbang.

Ketika dia memejamkan mata dia tidak merasakan bahwa plinc telah dibawa terbang oleh feyl, dia tidak sedang berdiri diatas pohon lagi, dia tidak sadar sebelum akhirnya ia membuka matanya dan akhirnya dia terkejut. Seketika itu dia tertawa lepas bahagia terdengar keseluruh hutan kifayyah. “ Akhirnya aku bisa terbang “ itulah kalimat yang pendek tapi memiliki makna yang akan membuat cerita baru dalam hidupnya.


Baca selengkapnya......
gravatar

puisi untuk nisakabilah malam ini


- pernah ketika aku berjalan disungai nan indah jernih airnya, aku sendiri merenungi suara alam nan jernih merdunya, akupun melangkah mengikuti gemercik air itu, mencari apakah ada jembatan suci yang akan membuatku sampai padanya . ketika aku diperaduan, kain putihku terurai melayang bersama nada senyum nya, lalu sampailah aku ditempat yang dihiasi pohon abadi nimow . membuat semuanya hijau sejuk bau surga . lalu keluarlah bidadari itu bermahkotakan kebaikan, kesejukan hati, keindahan surga, kecantikan permaisuri . menemaniku sampai aku melepas ruh jiwa abadi -

- sempat aku bermimpi bertemu nisakabilah dibukit najmi sana . aku ingat ketika dia menatapku dengan senyuman khas sang bidadari surga sana . akan selalu kuingat ketika pertemuan pertama di peraduan sana ketika dia menampakan indah wajahnya dibalik pohon nimow . takan pernah aku lupa ketika dia mengajakku terbang dengan kedua sayapnya -

- kalaupun aku mampu menembus ruang dan waktu . akan aku lalui semua itu dengan paradoks harapanku . membuat keinginan menjadi kenyataan . meyakini yang khayalan menjadi sebuah cerita . nisakabilah kau selalu aku rindui dan ketika waktunya tiba aku akan menjadi pendampingmu diistana jannah sana -

Baca selengkapnya......
gravatar

Tiga puisi untukmu . satu puisi untuk kita


Ujung sendawa hitam

Untuk seorang sahabat yang telah ragu untuk terbang kembali .
Laksana bunga yang enggan untuk bercerita aroma wanginya kembali .
Adakah satu badai yang membuatmu meleburkan sejuta saljunya .
Bersendawalah wahai sahabatku dengan sejuta harapan untuk kisah yang menunggumu diujung sana .
Tempat dimana para malaikat berkumpul .
Bernyanyi bersama . tersenyum bersama .
Apakah kau tidak mau melepas semua sendawa hitammu untuk manusia?
Mulanya kau tersenyum . akhirnya pun kau harus tersenyum.



Nyanyian debu

Selamat datang sahabat . selamat melengkapi hariku dengan keindahanmu.
Apakah kau datang untuk ku wahai sahabat?
Apakah kau membawa keabadian yang tak bisa disentuh oleh pikiran.
Aku haus akan air darimu . sirami aku dengan air anggur dipadang pasir .
Aku tak mau berkelana sampai kedunia fana .
Aku inginkan satu debu darimu yang bisa terbang dan menempati segala tempat yang dia singgahi.
Aku tak mau menjadi hitam yang akan memadamkan aku untuk mencarinya .



Bersembunyi dibalik ombak itu.

Sanggupkah aku untuk selalu bergemuruh ketika pagi datang, aku hanya bagian malam yang selalu berteriak dibermuda sana. Yang tak terlihat oleh mata hera sekalipun.
Kendati hal itu menjadi bagian hidupku. Aku akan ikuti suaranya sampai aku benar-benar tak mampu untuk meramaikan kembali malam.

Lihatlah bulan yang selalu menemaniku sepi.
Peluklah aku yang selalu memerlukan rindu.
Dengarkan aku yang selalu membutuhkanmu.
Rengkuhlah aku dan ajaku terbang tinggi.



Dariku untukmu

Untuk seseorang yang pernah hadir dan pergi.
Biarkan cahayaku redup dank au menerangi yang lainnya.
Kelak sinarnya akan selalu kusimpan dalam hati yang tak terjamah.
Biarkan diriku mengucap rindu akan dirimu walau kau telah menjadi rindu yang dia miliki.



Baca selengkapnya......
gravatar

MIMPI YANG TERTIDUR


Salam hangat jiwa terpendam
Bangunlah kau wahai dunia masa itu
Bangunlah kau dan lihat sekelilingmu
Apakah kau akan selalu tertidur
Menangis dengan sejuta mimpimu
Wahai jiwa yang hilang
Apa yang kau perlukan sehingga kau berseri kembali
Aku akan selalu membuat diriku menangis dan mencari
Untuk membuatmu terbang lagi
Apa aku harus melangkah dan menjauh
Membuat semua enggan bersemi kembali
Aku tahu kau perlu aku bangunkan
Aku akan lakukan itu walau harus menangis pada jiwa sepi
Hanya untuk membuatmu mengepakan sayap untuk terbang
Dan biarkanlah aku mati karena itu aku tersenyum melihatmu


Baca selengkapnya......