July 05, 2012

Tips Membuat Perpustakaan Pribadi

Hai berjumpa lagi dengan saya - Muhammad Zaki Al-Aziz - sebagai penulis didalam blog Zakii Aydia ini. Saya ucapkan terima kasih sekali kepada seluruh pengunjung blog Zakii Aydia, hal tersebut saya utarakan adalah karena kunjungan anda adalah salah satu pemacu yang memotivasi saya untuk terus menerus menulis. Saya selalu berharap semua tulisan yang tersaji disini akan bermanfaat untuk kalian.

Untuk postingan kali ini saya hanya ingin berbagi cerita dengan kalian, mungkin ceritanya terlalu pribadi namun karena aktivitasnya berkaitan dan dilakukan oleh semua orang maka bersifat universal. Oleh karena itu saya ingin berbagi dengan kalian. Apa yang ingin hendak saya bagikan?

Membaca dan Buku

Membaca itu penting sebagaimana sang baginda Nabi Muhammad yang diperintahkan oleh Jibril untuk membaca ayat Al-Quran. Pun hal itu sangat penting untuk kita saat ini, karena dengan membaca kita secara sangat sederhana sekali akan merasa tahu dan merasa kecil hati karena banyak misteri didunia ini yang belum kita ketahui.

Maka dengan membaca kita pasti akan mempunyai pengalaman yang jauh dari pengalaman sebelum kita membaca. Apapun buku tersebut kalau sudah membaca maka proses transfer suatu ilmu pun sedang terjadi, malahan banyak orang yang mengaku bahwa pembelajaran dikampus itu tidak seperti pengetahuan kita dengan banyaknya bacaan buku yang dibaca.

Bukanlah saya menyalahkan mereka yang hanya bersifat formal tapi mereka juga sangatlah penting buat kita, karena merekalah yang mengarahkan kita untuk mengikuti dan sebagai penunjuk suatu jalan menafsirkan ilmu. Jadi kalau kita memanfaatkan kedua hal tersebut maka kita akan mendapatkan suatu keuntungan lebih dari kedua proses diatas.

Yang pertama kali kita gambarkan ketika mendengar kata membaca adalah pasti buku! Meskipun membaca itu bukan hanya milik mata saja tetapi bisa juga membaca pikiran, pendengaran, karena indera yang didapat pasti bermuara pada pikiran dan hati.

Buku, suatu kotak yang berisikan beberapa ilmu dunia sebagai perlambang pemanjangan sejarah manusia, telah menjadi suatu keharusan yang seharusnya ada. Kalau tidak ada buku maka tidak akan ada pembukuan pun sebaliknya sama. Tidak ada buku maka kita tida bisa mengetahui hal ihwal ilmu, sejarah peradaban yang telah lampau.

Membaca, Membeli dan Mengunduh Buku

Sekarang ini peradaban kita tengah berada pada kegemilangan tekhnologi. Tekhnologi membuat manusia mampu merambah dunia laut, langit, angkasa, hutan dan alam semesta (sebagiannya). Dunia dengan adanya tekhnologi dibuat sempit satu sama lain dan dibuat mudah bertemu - dalam maya - meski jauh satu sama lain.

Dan yang paling penting bisa bermanfaat juga pada proses membaca, apa maksudnya ini? Dunia ini sekarang adalah kampung global seperti tesisnya Marshal M. Tak ada yang tak terjangkau dengan tekhnologi, kampung, pelosok bahkan yang paling dalam dari pelosok pasti setidaknya membutuhkan listrik. 


Orang-orang mampu merembuk satu sama lain dari penjuru dunia yang berbeda hanya pada satu dunia, yakni maya. Dunia maya membuat orang dibius dibuatnya, dibuat diam bila sudah berdiam diri didepan komputer. Tapi sesuai dengan kehadirannya yang membiuskan kehadirannya memang bermanfaat disatu sisi dan disisi lain masih ada sisi kelam yang meraup-raup didalam pikiran.

Dengan kemudahan akses sekarang ini kita juga bisa mencuri-curi loh ~_^ maksudnya mencuri itu adalah mengunduh ebook gratis. Salah satu aspek keuntungan yang bisa kita dapat dari adanya internet dari beberapa ratus keuntungan. Berbagai buku yang susah kita cari di negara sendiri susah maka tidak banyak orang yang termudahkan dengan adanya sistem unduh e-book.

Eits tapi tidak semua buku gratis yang kita cari itu ada didalam server loh. Banyak buku-buku lokal yang masih sulit untuk didapatkan di dunia maya. Oleh karena itu kita diwajibkan untuk membeli buku-buku dinegeri kita sendiri. Membeli dan Mengunduh tidak ada ruginya loh malahan keduanya pada akhirnya menguntungkan kita.

Mengumpulkan Buku dan Membuat Perpustakaan Pribadi

Ketika rasa cinta sudah tumbuh pada kegiatan membaca - untuk itu perlu membeli dan mengunduh - maka seiring itu juga tumbuh rasa keinginan untuk mengoleksi buku-buku; baik itu buku lawas atau buku baru. Hal yang terbenak sesaat adalah membuat perpustakaan pribadi, suatu muara terakhir ketika beberapa hal diatas telah terlaksanakan.

Dengan adanya motivasi membuat perpustakaan pribadi maka hal-hal bermanfaat yang kita miliki sekarang akan bermanfaat pada generasi-generasi selanjutnya dan itulah proses yang berkala dari kehidupan yang bermanfaat.

Membuat perpustakaan pribadi itu sangatlah mudah karena apa yang kita butuhkan adalah ruangan, lemari yang dimodifikasi - sesuai kreatifitas anda - dan ruangan yang memadai untuk dijadikan suasana yang harmonis. Tapi untuk ruangan yang belum ada kita masih bisa menggunakan kamar kita sendiri untuk dijadikan ruangan perpustakaan pribadi.

Penutup

Bagaimana saudara ku penjelasan yang singkat diatas, apakah bermanfaat untuk kalian? Apabila ada suatu kesalahan maka jangan sungkan untuk menegurnya lewat komentar dibawah yah. ~_^ Apabila ada yang ingin menambahkan maka saya sangat hormati untuk ikut serta dengan berkomentar dibawah yah.... 

4 comments :

  1. Boleh juga tuh mas..keren tipsnya
    kebetulan di kosan saya banyak buku...bisa juga ya digitukan..hehe

    ReplyDelete
  2. @karyakuumy Ia mas daripada berceceran disana disini :) Share atuh buku-buku yang punya apa aja hehehe

    ReplyDelete
  3. Anonymous16.12.12

    Thanks share ilmunya... saya juga punya sedikit buku dan sudah di simpan dalam rak yang saya anggap sebagai perpustakaan pribadi.. punya mimpi juga memeiliki perpustakaan gratis untuk anak2 komplek biar gemar membaca...
    Keep semangaaaaaat :)

    ReplyDelete
  4. cuma mau tanya, klo mau dapet buku2 loak dengan harga terjangkau dmn kawan ????

    ReplyDelete