ARCHIVE

Default Thumbnail

School Of Law

Berikut adalah 20 contoh judul skripsi bagi teman-teman yang kuliah di jurusan Ilmu Hukum.


1. "Analisis Konstitusionalitas dan Implikasinya dalam Kasus Perkawinan Sejenis di Indonesia"


2. "Peran Hukum Internasional dalam Menangani Kejahatan Perdagangan Manusia"


3. "Konflik Hak Asuh Anak dalam Kasus Perceraian: Studi Kasus di Pengadilan Keluarga"


4. "Analisis Efektivitas Hukuman Mati dalam Mencegah Kejahatan Berat"


5. "Peran Hak Asasi Manusia dalam Penanganan Kasus Pelanggaran Lingkungan Hidup"


6. "Pemeriksaan Saksi Ahli di Persidangan: Tinjauan Yuridis dan Praktik Forensik"


7. "Tinjauan Hukum terhadap Prinsip Kesetaraan Gender di Tempat Kerja"


8. "Kebijakan Anti-Monopoli dalam Regulasi Pasar: Studi Kasus Indonesia"


9. "Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dalam Era Digital: Tantangan dan Perspektif Hukum"


10. "Upaya Penyelesaian Sengketa Investasi Asing melalui Arbitrase Internasional"


11. "Penerapan Hukuman Tambahan dalam Kasus Korupsi: Efektif atau Tidak?"


12. "Perlindungan Hak Cipta dalam Era Digital: Tinjauan Perkembangan Hukum di Indonesia"


13. "Analisis Yuridis tentang Ancaman Terorisme dan Upaya Hukum dalam Pencegahan dan Penanggulangannya"


14. "Ketidakadilan dalam Sistem Peradilan Pidana: Penanganan Kasus Kriminal Minoritas"


15. "Implementasi Prinsip Good Governance dalam Pengelolaan Sistem Peradilan di Indonesia"


16. "Penerapan Prinsip Kepastian Hukum dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis"


17. "Analisis Perbandingan Sistem Hukum Pidana di Negara Civil Law dan Common Law"


18. "Dampak Hukuman Pidana terhadap Rehabilitasi dan Resosialisasi Narapidana"


19. "Perlindungan Anak dalam Konflik Bersenjata: Peran dan Tanggung Jawab Hukum Internasional"


20. "Dampak Hukum dan Etika Penggunaan Teknologi Rekayasa Genetika dalam Pertanian"


Dalam menentukan judul skripsi Ilmu Hukum, penting untuk memilih topik yang aktual, relevan, dan menarik bagi pembaca. Pastikan juga untuk melakukan penelitian literatur yang komprehensif atas topik yang dipilih dan menyediakan analisis hukum yang mendalam dalam artikel. 

Literature

Sastra Inggris merupakan salah satu jurusan yang kerap ada di perguruan tinggi besar di Indonesia. Jurusan ini sangat menganjurkan mahasiswanya untuk memperbanyak literasi.


Karena beberapa mata kuliah yang akan dipelajari tidak akan jauh dari bacaan-bacaan. Begitu juga dengan tugas atau skripsi.


Berikut adalah 20 contoh judul skripsi yang bisa membantu teman-teman dalam mencari inspirasi Skripsi yang mau diajukan.


20 Contoh Judul Skripsi Jurusan Sastra Inggris:


1. "An Analysis of the Cultural Representation in Contemporary English Literature"

2. "The Role of Gender in Jane Austen's Pride and Prejudice"

3. "The Influence of Colonialism in Joseph Conrad's Heart of Darkness"

4. "Exploring the Theme of Identity Crisis in J.D. Salinger's The Catcher in the Rye"

5. "The Use of Symbolism in William Shakespeare's Romeo and Juliet"

6. "A Comparative Study of The Great Gatsby and Death of a Salesman: American Dream and its Disillusionment"

7. "The Portrayal of War in Ernest Hemingway's Novels: A Critical Analysis"

8. "Feminist Perspective in Virginia Woolf's To the Lighthouse"

9. "Exploring Postcolonial Literature: A Study of Chinua Achebe's Things Fall Apart"

10. "The Depiction of Mental Illness in Sylvia Plath's The Bell Jar"

11. "An Analysis of Gothic Elements in Emily Bronte's Wuthering Heights"

12. "The Role of Mythology in T.S. Eliot's The Waste Land"

13. "Narrative Structure and Realism in Charles Dickens' Oliver Twist"

14. "Examining the Theme of Social Class in Oscar Wilde's The Importance of Being Earnest"

15. "The Representation of LGBTQ+ Characters in Contemporary Young Adult Literature"

16. "Literary Devices and Techniques in Harper Lee's To Kill a Mockingbird"

17. "The Impact of World War II on British Literature: A Comparative Study"

18. "A Study of Mythology and Folklore in Neil Gaiman's American Gods"

19. "Psychoanalysis and the Unconscious Mind in D.H. Lawrence's Sons and Lovers"

20. "The Influence of Modernism in T.S. Eliot's The Love Song of J. Alfred Prufrock"


Dalam menentukan judul skripsi sastra Inggris, penting untuk memilih topik yang menarik, relevan, dan dapat memicu minat pada pembaca. 


Pastikan juga untuk melakukan penelitian yang mendalam dan menyajikan analisis yang tajam pada karya sastra yang dipilih.


Fernando Mendez Pinto adalah seorang petualang dan penjelajah asal Portugal yang hidup pada abad ke-16. Dia terkenal sebagai salah satu penjelajah paling terkenal di masa penjelajahan dunia pada abad ke-16.

Biografi Fernando Mendez Pinto memberikan cerita tentang keberanian dan petualangan salah satu penjelajah Portugal tersebut.

Kehidupan Awal Fernando Mendez Pinto

Fernando Mendez Pinto lahir pada tanggal 1509 di Porto, Portugal. Dia tumbuh sebagai seorang anak yatim piatu dan sangat ingin menjadi seorang pelaut. Pada usia 14 tahun, dia bergabung dengan armada Portugis dan mulai mengikuti beberapa pelayaran. Dia memulai petualangannya dengan mengikuti pelayaran di pantai barat Afrika dan kemudian beralih ke Amerika Selatan.

Pelayaran ke Asia

Fernando Mendez Pinto memulai pelayaran menuju Asia pada usia 20 tahun. Dia bergabung ke dalam ekspedisi Francisco Xavier dan tiba di Malaka pada tahun 1538. Setelah itu, Mendez Pinto memulai perjalanan seorang diri dan menjelajahi wilayah-wilayah Asia timur seperti Jepang, Tiongkok, India, dan berbagai tempat lainnya.

Selama perjalanannya, ia mengalami berbagai rintangan seperti penyakit, penganiayaan, dan ketidakpercayaan orang-orang terhadapnya. Dalam bukunya yang berjudul "Peregrinacao" atau "Travels of Mendez Pinto", ia mengungkapkan pengalamannya selama perjalanan ke Asia.

Bukunya menjadi sumber informasi utama tentang berbagai kejadian penting di Asia seperti perang antara Tiongkok dan Vietnam, pertempuran antara Portugis dan Mogul di India, dan awal mula Perang Jepang Era Sengoku. Buku ini dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi terpercaya pada masa itu dan memberikan banyak wawasan tentang kehidupan dan masyarakat di Asia timur.

Kesimpulan

Fernando Mendez Pinto merupakan salah satu figur penting dalam sejarah penjelajahan dunia pada abad ke 16. Biografi Fernando Mendez Pinto menunjukkan keberanian dan semangat petualangannya dalam menghadapi berbagai rintangan selama perjalanannya ke Asia. 

Buku "Peregrinacao" menjadi bukti ilmiah penting dari perjalanannya dan memberikan gambaran tentang kejadian penting di Asia timur. Pinto meninggal pada tahun 1583 di kota Goa, India, selepas dari perjalanan hidupnya sebagai salah satu pelaut legendaris di Portugal.

- Muhammad Zaki Al Aziz, M.Hum

ilustrasi Haji

Kiprah organisasi Muhammadiyah dalam mencerahkan bangsa memang banyak meninggalkan jejak. Salah satu contohnya bisa kita lihat dalam usaha perbaikan perjalanan Haji di Indonesia pada zaman hindia belanda.

 

Upaya perbaikan yang dilakukan Muhammadiyah bukanlah tanpa alasan. Tapi dilatarbelakangi oleh realitas yang terjadi pada jama’ah Haji pada saat itu, yang dinilai kurang mendapatkan perhatian. 

 

Baik itu kondisi para jama’ah ketika berada di kapal atau ketika mereka tiba di tanah suci, Arab.

 

Berbagai literatur sejarah banyak menyajikan bagaimana hal tersebut terjadi. Sebagai contoh, pertama, sangat masuk akal bila mengatakan hindia belanda sengaja memberikan pelayanan buruk. 

 

Alasannya agar orang-orang Indonesia enggan melaksanakan ibadah Haji. Terlebih, meskipun secara finansial, mereka untung besar, apalagi dengan adanya hak monopoli Kongsi Tiga, tapi disatu sisi ada ketakutan lain yang dirasakan hindia belanda.

 

Pihak hindia belanda mewaspadai munculnya fanatisme Agama dan sebuah pemahaman baru yang bisa mengarahkan jama’ah Haji menjadi tercerahkan. 

 

Kedua, memang para penjajah memandang rendah orang Indonesia, karenanya pelayanan yang diberikan kepada jama’ah Haji sangat buruk. Barangkali buruknya pelayanan haji pada waktu itu adalah karena hindia belanda lebih mementingkan sisi materil ketimbang pelayanan.

 

Mengenai kesan buruk perjalanan haji pada zaman hindia belanda, bisa kita lihat pada tulisan surat kabar Pandji Islam tahun 1940. Dimana ada salah seorang tokoh organisasi Jami’yatul Washliyah di Medan, Rachman Syihab yang menjelaskan bagaimana pelayanan perjalanan Haji waktu itu.

 

Buruknya pelayanan di kapal, seperti ketidaksesuaian antara harga bayaran kapal dengan menu makanan yang diberikan. Meminjam ungkapan Syihab, makanan yang diberikan “tidak berharga sedikitpun”.  

 

Namun yang lebih membuat hati Syihab sakit adalah perlakuan orang Arab terhadap rakyat Indonesia yang sudah terlampaui batas bahkan sempat juga muncul istilah panggilan “Djawa Bagar” yang ditujukan pada jama’ah haji asal Indonesia saat itu.

 

Lantas, keadaan tersebut memicu semangat kebangsaan Syihab untuk membela harkat derajat bangsa Indonesia. Ia pun mengingatkan kembali arti penting pribahasa ini: “Tegak berkampung membela kampung, tegak berbangsa membela bangsa”.

 

Terkait Djawa Bagar. Penulis belum mendapatkan informasi lebih lanjut tentang istilah ini. Namun kalau meminjam arti dari KBBI, kata Bagar mempunyai arti gulai daging tanpa santan. Mungkin konotasi dari Djawa Bagar, kalau melihat pada konteks pada waktu itu yah mungkin, lebih kepada “Jama’ah Haji Indonesia Yang Kurang Gizi”. Wallahualam.

Berangkat dari persoalan-persoalan diatas, khususnya mengenai kondisi mengkhawatirkan yang dialami umat Islam. Maka organisasi Muhammadiyah yang bergerak, bukan hanya dalam rangka memajukan pendidikan saja, merasa terpanggil untuk mengupayakan perubahan atau bahasa sekarang mengorganisir perjalanan haji tersebut.

  

Upaya tersebut bisa dilacak pada waktu pertama kali organisasi ini didirikan, pada tahun 1912, dibawah kepemimpinan, Hoofdbestuur, K.H. Ahmad Dahlan. Organisasi Muhammadiyah telah membentuk satu lembaga bagian yang khusus berkecimpung dalam perbaikan perjalanan haji, yakni Bagian Penolong Haji. Saat itu Muhammad Sudja’ dipercaya menjadi ketua dari BPH tersebut.

 

Akan tetapi peran dari lembaga yang didirikan oleh Muhammadiyah tersebut belum benar-benar terasa atau kongkrit. Dalam usahanya itu, Haji Sudja’ dkk, dalam catatan sejarah tercatat kurang lebih 17 tahun, sebenarnya sudah melakukan beberapa usaha untuk membenahi atau mengorganisir perjalanan Haji namun selalu terbentur kegagalan.

 

Umpamanya ketika ada inisiatif, dari Regent Serang R. A. A. Djadjadiningrat, bagi jama’ah haji untuk menyewa kapal sendiri ketimbang dari penyelenggara waktu itu. Nantinya biaya yang akan digunakan berasal dari para kandidat haji yang akan berangkat. 

 

Sebagai propagandist atau promotor Inisiatif tersebut adalah 2 orang tokoh Muhammadiyah yakni Haji Agus Salim dan Haji Sudja’. Namun usaha tersebut tidak berlangsung lama dan berakhir dengan kegagalan setelah terbentur dengan kekuasaan hak monopoli “Kongsi Tiga” yang memang telah menjadi langganan bagi jama’ah haji Indonesia pada saat itu. 

 

Belajar dari pengalaman, maka pada tahun 1930, setelah kongres Muhammadiyah di MInagkabau. Haji Sudja’, R. Soetomo dan H. A. Kahar Moezakir berencana membuat sebuah organisasi, yang akan menjadi wadah perjuangan usaha mengorganisir perjalanan haji itu, diluar organisasi Muhammadiyah.

 

Salah satu usahanya yakni dengan mengumpulkan uang tiket dari kandidat calon haji yang akan berangkat. Namun usaha tersebut kembali mendapat penolakan dari Departement van Marine karena pada waktu itu tidak boleh ada penjualan tiket sebelum seseorang mengeluarkan lisensi sebesar f90.000.

 

Dari kegagalan-kegagalan tersebut, pintu perjuangan tidak pernah surut. Malah kegigihan Haji Sudja’ dalam rangka perbaikan perjalanan Haji semakin berkobar dan membara. Hal ini bisa kita lihat pada ungkapan kalimat yang ia sisipkan ketika berpidato dalam rangka perbaikan perjalanan Haji: 

 

“Apakah soekar mengadakan pelajaran yang baik itoe? Tidak, wangnya ada. Dimana? Ditangan kandidat Hadji! Tjobalah kiranja mereka membeli andeel. Mereka naik hadji, poelangnja nanti mempoenyai andeel poela”.

 

Perjuangan perbaikan perjalanan haji terus berlanjut. Torehan-torehan yang telah dilalui oleh Muhammadiyah atau Haji Sudja’ pada akhirnya berakhir dengan didirikannya N.V. Indonesische Scheepvaart dan Handel My yang pada tahun 1945 kelak menjadi N.V. Pelayaran Haji Indonesia. 

 

Haji Sudja’: The Man from Future 

 

Kiprah Haji Sudja’ dalam bidang kemanusiaan (filantropi) memang bukan kali ini dilakukan, yakni pada usaha membenahi perjalanan haji saja. 

 

Dalam organisasi Muhammadiyah, bisa dikatakan sosok Haji Sudja’ mempunyai ide-ide yang melampaui zaman. Singkatnya, Haji Sudja’ ibarat “the man from future, “ia seolah memiliki ide-ide yang tidak terpikirkan oleh orang-orang pada saat itu. Bahkan kerap kali ditertawakan!

 

Adanya sentuhan sosok Haji Sudja’ bisa kita lihat pada amal usaha Muhammadiyah seperti Rumah Sakit Muhammadiyah yang sekarang sudah berjumlah ratusan, serta MDMC yang pergerakannya makin mendunia, dimana cikal bakal pertamanya adalah Haji Sudja’ ketika membantu korban letusan gunung Kelud lewat “penolong kesengsaraan oemoemnya” (PKU) dan tentu peran Haji Sudja’ dalam sejarah perbaikan perjalanan Haji di Indonesia, yang kelak menjadi cikal bakal berdirinya Direktorat Haji di Indonesia. 

 

Hal tersebut tidak terlepas dari peran Haji Sudja’ dalam tubuh organisasi Muhammadiyah yang mempunyai andil besar dalam mencerdaskan bangsa. Semoga saja kedepan lahir Sudja’ Sudja’ lain yang mempunyai spirit kemanusiaan dan kemajuan.


- Muhammad Zaki Al Aziz, M.Hum