ARCHIVE

Default Thumbnail

Raden Adipati Wiranatakoesoemah

Sejak kemunculan Muhammadiyah di Jawa Tengah pada tahun 1912 lalu, organisasi yang dikenal sebagai organisasi pembaharuan itu sudah mendapatkan resistensi baik dari pihak Belanda dan bahkan dari kalangan pribumi,

Dari pihak Belanda, ketakutan tersebut berdasarkan bahwa gerakan yang dibawa oleh Muhammadiyah akan menyadarkan posisi pribumi yang selama beberapa tahun kebelakang kerap diperlakukan tidak adil.

Dari kalangan pribumi, mereka yang melakukan resistensi menngatakan, organisasi Muhammadiyah pada saat itu sebagai antek Belanda karena metodenya dan model pergerakannya yang modern.

Lalu ada juga yang mengatakan Muhammadiyah melenceng dari pakem Islam yang selama ini ada di Indonesia.

Selain karena sebagai organisasi pembaharu, ternyata narasi organisasi Muhammadiyah yang banyak menjadi perbincangan, kadang suka dibawa hati malah sampai benci, adalah bahwa organisasi ini secara fiqh tidak bermadzhab.

Dan narasi-narasi seperti ini ternyata sudah ada sejak abad 20an awal. Seperti halnya yang dirasakan oleh salah satu ulama kenamaan dari Bogor, Raden Moechtar.

Ada kemungkinan bahwa yang dimaksud Raden Moechtar ini adalah Muhammad Mukhtar bin Atharid Al-Bughuri, salah satu tokoh ulama dari Sunda yang berhasil menjadi pengajar di Mekah dan menelurkan banyak kitab-kitab.

Fakta sejarah ini saya dapatkan dari buku yang ditulis oleh Raden Adipati Aria Wiranatakoesoemah dalam bukunya yang berjudul "Mijn Reis Naar Mekka" halaman 46 dikatakan bahwa ketika Wiranatakoesoemah berada di Mekah, ia mengunjungi dan bertemu dengan Raden Moechtar.

Dalam catatan tersebut dikatakan bahwa Raden Moechtar kurang menyukai pergerakan organisasi Muhammadiyah. Dan alasannya adalah karena Raden Moechtar menganggap bahwa organisasi tersebut tidak menganut empat Madzhab. Hal itu otomatis tidak mengakui  kualitas ulama-ulamanya.

Bahkan penolakan organisasi ini tidak hanya sebatas muncul di mulut saja. Lebih dari itu, ternyata di Mekah pernah muncul satu brosur atau pamflet yang menampilkan narasi menentang organisasi Muhammadiyah.

Ik kwam zelfs in het bezit van een te Mekka uitgegeven brochure tegen de Mohammadijah beweging. - Wiranatakoesoemah. 

Namun resistensi yang dilakukan oleh berbagai pihak tersebut, nyatanya tidak diambil pusing oleh Muhammadiyah atau oleh Ahmad Dahlan. 

Tidak diambil pusing dalam artian, bukan berarti Muhammadiyah tidak bermadzhab, tapi dalam memutuskan hukum-hukum tentu patokan Muhammadiyah yah berasal dari keempat madzhab tersebut.

Kemungkinan bahwa para pendiri Muhammadiyah agaknya sudah bisa menerka bahwa jalan dakwah yang mereka ambil akan banyak menimbulkan pro dan kontra.

Justru resistensi yang muncul tersebut menjadi pemicu Ahmad Dahlan dan kawan-kawan untuk terus berdakwah dengan cara yang membumi.

Hingga hasilnya sampai sekarang Muhammadiyah tetap kuat berdiri dan menjadi salah satu pilar kuat yang dimiliki oleh Indonesia.

MIJN REIS NAAR MEKKA

https://mataair.co/syekh-mukhtar-bin-atarid-ulama-nusantara-yang-mendunia/


Pertanyaannya adalah memang apakah ada hubungan antara Raden Dewi Sartika dengan organisasi keagamaan Muhammadiyah? 

Jawabannya adalah ada. Keduanya, baik Dewi Sartika dan Organisasi Muhammadiyah, adalah  penggerak dalam hal mencerahkan umat. Namun bedanya, Dewi Sartika lebih banyak beroperasi di Bandung, sedangkan Muhammadiyah pertama kali dikenal di Yogyakarta. 

Seperti yang kita ketahui, dalam banyak literatur sejarah, bahwa Raden Dewi Sartika adalah srikandi yang berjuang dalam mencerahkan masyarakat dalam dunia pendidikan. Sakola Kaoetamaan Istri menjadi bukti komitmen Sartika untuk bangsa pada waktu itu.

Begitu juga dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikan oleh Ahmad Dahlan, yang dari awal didirikannya adalah fokus untuk mengubah masyarakat melalui pendidikan.

Kembali lagi pada hubunganya dengan Muhammadiyah, secara khusus, dalam catatan sejarah yang saya temui ternyata Dewi Sartika pernah diusulkan untuk menjadi anggota dari salah satu organisasi Muhammadiyah bagian istri, yakni Aisyiyah.

Fakta sejarah ini tercatat dalam notulen dan dalam surat kabar harian Sipatahoenan pada bulan Januari 1936. Dimana ketika Muhammadiyah pertama kali diperkenalkan di Bandung, untuk Muhammadiyah bagian Istri, akan diserahkan kepada Dewi Sartika Soerawinata.

Tokoh Terkenal dalam Formasi Muhammadiyah Pertama di Bandung

Rasanya memang tidak mengherankan kalau ternyata para penggerak pertama organisasi Muhammadiyah di Bandung adalah tokoh-tokoh penting. 

Sebut saja Rifaudin Soetalaksana yang dikenal sebagai Mubaligh dan juga politisi dari PUI. Ada juga pengarang kondang yang bernama Soetan Parang Boestami, sastrawan dan ayah dari Sjaugie.

Ada juga Hasan Ali Soerati yang sebelum datang ke Bandung telah malang melintang dijagat perpolitikan, bersama dengan Sarekat Islamnya, dan organisasi Muhammadiyah. Ia juga merupakan sahabat, sekaligus yang mengajak, Tjokroaminoto untuk bergerak di SI.

Lalu ada juga seorang tokoh yang bernama Bakrie Soeraatmadja yang kita kenal saat ini sebagai bapak pers Indonesia. Dalam catatan sejarah, Bakrie ini juga mempunyai andil dalam membesarkan organisasi Muhammadiyah diawal keberadaannya di Bandung.

Sipatahoenan. 31 Januari 1936. "Moehammadijah Bandoeng" No. 25.


La Gazzette de Hollande

Bukan Perkara Berasnya tapi harga diri

La Gazzette de Hollande terbitan Jeudi 18 Decembre 1919, menuliskan kembali peristiwa pembantaian yang pernah terjadi di Garut beberapa bulan sebelumnya. Kelak kita mengenal peristiwa berdarah tersebut dengan sebutan pembantaian Cimareme.

Tulisannya, fair enough, tidak seperti koran milik pemerintah kolonial. Biasanya surat kabar tersebut memuat narasi "pemberontakan" atau mereka, setelah kejadian itu, menciptakan fitnah bahwa Haji Hassan Arif terafiliasi dengan Sarekat Rakyat atau Sarekat Islam Afdeling B.

Namun dalam Gazzete justru sebaliknya, mereka malah mempertanyakan kebijakan pemerintahan dan juga sedikit menyudutkan Wedana lokal yang pada waktu itu malah menjadi penyulut kekerasan tersebut.

Penjajah Bangkrut, Rakyat dikeruk

Peristiwa Cimareme bermula dari sikap pemerintahan yang tidak adil. Imbas dari perang dunia I nyatanya terasa sampai Indonesia. Keadaan carut marut, bahan ekspor yang tertahan menumpuk membusuk, pabrik tak sanggup membayar upah lalu banyak pekerja diberhentikan, kelaparan dimana-mana.

Ditengah kondisi yang kacau itu, pemerintah mewajibkan kepada para petani untuk menjual Padi dengan harga yang telah ditetapkan.

Sebagaimana aturan Belanda lain, yah aturannya buah dari nafsu mereka saja. Yang pasti rakyat bumiputera tetap akan menjadi korban. Lalu kebijakan ini sampai juga ke Garut.

Di Garut, tidak semua petani keadaanya seperti Haji Hassan, yang sebenarnya bagi Hassan hal tersebut tidak terlalu menjadi masalah. Namun bagi petani yang lain tentu berbeda, adanya kebijakan tersebut sangat memberatkan.

Sempat Protes pada pemerintah lokal, dari Lurah, Bupati dan Wedana, Haji Hassan tidak menemui jalan pasti. Padahal salah satu masukan Hassan pada waktu itu adalah dengan mengurangi ketentuan jumlah beras yang harus dijual.

Tapi karena kekeuh, pemerintah lokal yang pada waktu itu berada dalam genggaman kolonial, serba salah. Kalau menuruti kemauan Hassan takutnya mungkin gapunya jatah lendir kekuasaan.

Mau tidak mau mereka terus meyakinkan Hassan, tapi kenyataannya Hassan tak bergeming. Bagi dirinya mau sampai kapan harga diri bangsa diinjak pemerintah yang penuh dengan kedok-kedok kebijakan.

Bersambung

Ilustrasi

Beowulf adalah karya sastra klasik yang berasal dari era Anglo-Saxon, yang ditulis oleh penyair yang tidak diketahui pada abad ke-8 hingga ke-11. Epik yang berisi mitos dan legenda ini menjadi salah satu kisah paling terkenal dalam sejarah sastra Inggris. 

Dalam artikel ini, kita akan membahas contoh kritik sastra Beowulf, menyoroti keunikan serta nilai-nilai yang diungkapkan melalui kisah dan karakter utamanya.

1. Analisis Struktur Naratif:

Beowulf diatur dalam tiga bagian utama, yaitu pertarungan Beowulf melawan monster Grendel, melawan ibu Grendel, dan melawan Naga Api. Struktur ini memberikan kekompakan yang kuat dalam cerita, mengikuti pola tindakan-reaksi-tindakan yang konstan. 

Kehadiran pertarungan fisik yang berkepanjangan menyoroti keberanian dan ketangguhan Beowulf, menghadirkan suasana tegang yang memikat bagi pembaca.

2. Karakter Beowulf:
Ilustrasi


Sastra Inggris Abad Pertengahan memegang peran penting dalam perkembangan sastra dunia. Karya-karya yang dihasilkan pada masa tersebut mencakup periode yang luas, mulai dari puisi epik hingga kisah romansa. 

Artikel ini akan menelusuri 10 karya sastra yang diakui di Inggris Abad Pertengahan dan memberikan gambaran tentang kekayaan dan keindahan sastra pada masa tersebut.

1. Beowulf

Beowulf, yang diperkirakan ditulis pada abad ke-7 atau ke-8, adalah puisi epik Inggris Kuno yang terkenal. Puisi ini menceritakan kisah pahlawan Jermanik Beowulf yang menyelamatkan kerajaan dari serangan monster Grendel dan ibunya. 

Beowulf merupakan karya sastra tertua yang masih ada dalam bahasa Inggris dan memperlihatkan keberanian pahlawan dan konsep-konsep kehormatan pada masa itu.

2. Sir Gawain and the Green Knight

Karya lain yang terkenal adalah Sir Gawain and the Green Knight, ditulis oleh penyair yang tidak diketahui pada abad ke-14. Ini adalah cerita tentang kesetiaan dan cobaan yang dialami oleh kesatria Sir Gawain ketika ia dihadapkan dengan tantangan misterius dari Raja Knight Hijau. 

Karya ini mencerminkan nilai-nilai seperti keberanian, kesetiaan, dan integritas moral pada masa Pertengahan.

3. The Canterbury Tales
Rendra

Ada hubungan apa antara Rendra sang pujangga itu, dengan Pendakwah Evie Effendie? Padahal diantara mereka terpaut tahun yang begitu jauh, di tambah dunia mereka pun bisa di katakan berbeda satu sama lain.

Kalau di pikirkan yah memang tidak ada hubungan langsung di antara mereka, tapi bagi saya kedua sisi tersebut bisa-bisa saja dipertemukan dalam satu konteks. Khususnya berkaitan dengan kasus yang baru-baru ini menimpa pendakwah Evie Effendie. Loh koq Rendra bisa yah diajak-ajak?

Sebelumnya siapa yang tak kenal Rendra. Berparas rupawan berjiwa budayawan yang kiranya sudah dikenal banyak orang, singkatnya beliau adalah legenda. Saya, pribadi menyukai karya beliau, khususnya sajak beliau yang berjudul 'Sajak seorang tua untuk istrinya'.

School Of Law

Berikut adalah 20 contoh judul skripsi bagi teman-teman yang kuliah di jurusan Ilmu Hukum.


1. "Analisis Konstitusionalitas dan Implikasinya dalam Kasus Perkawinan Sejenis di Indonesia"


2. "Peran Hukum Internasional dalam Menangani Kejahatan Perdagangan Manusia"


3. "Konflik Hak Asuh Anak dalam Kasus Perceraian: Studi Kasus di Pengadilan Keluarga"


4. "Analisis Efektivitas Hukuman Mati dalam Mencegah Kejahatan Berat"


5. "Peran Hak Asasi Manusia dalam Penanganan Kasus Pelanggaran Lingkungan Hidup"


6. "Pemeriksaan Saksi Ahli di Persidangan: Tinjauan Yuridis dan Praktik Forensik"


7. "Tinjauan Hukum terhadap Prinsip Kesetaraan Gender di Tempat Kerja"


8. "Kebijakan Anti-Monopoli dalam Regulasi Pasar: Studi Kasus Indonesia"


9. "Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dalam Era Digital: Tantangan dan Perspektif Hukum"


10. "Upaya Penyelesaian Sengketa Investasi Asing melalui Arbitrase Internasional"


11. "Penerapan Hukuman Tambahan dalam Kasus Korupsi: Efektif atau Tidak?"


12. "Perlindungan Hak Cipta dalam Era Digital: Tinjauan Perkembangan Hukum di Indonesia"


13. "Analisis Yuridis tentang Ancaman Terorisme dan Upaya Hukum dalam Pencegahan dan Penanggulangannya"


14. "Ketidakadilan dalam Sistem Peradilan Pidana: Penanganan Kasus Kriminal Minoritas"


15. "Implementasi Prinsip Good Governance dalam Pengelolaan Sistem Peradilan di Indonesia"


16. "Penerapan Prinsip Kepastian Hukum dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis"


17. "Analisis Perbandingan Sistem Hukum Pidana di Negara Civil Law dan Common Law"


18. "Dampak Hukuman Pidana terhadap Rehabilitasi dan Resosialisasi Narapidana"


19. "Perlindungan Anak dalam Konflik Bersenjata: Peran dan Tanggung Jawab Hukum Internasional"


20. "Dampak Hukum dan Etika Penggunaan Teknologi Rekayasa Genetika dalam Pertanian"


Dalam menentukan judul skripsi Ilmu Hukum, penting untuk memilih topik yang aktual, relevan, dan menarik bagi pembaca. Pastikan juga untuk melakukan penelitian literatur yang komprehensif atas topik yang dipilih dan menyediakan analisis hukum yang mendalam dalam artikel.