ARCHIVE

Default Thumbnail


Malam ini rasanya terasa seperti yang biasa terlewati ketika duniaku yang paling dasar dari bagian hidupku seolah menyentuhku langsung kebagian jiwa yang terasa bahagia seolah dia hendak menegurku. Membuatku gemetar, membuatku merinding ketika suara yang khas, merdu dan serak tapi indah itu menyapa telingaku kembali malam ini.

Lalu kenapa malam selalu menjadi sesuatu yang penting? Adalah kenangan sebagai jawaban yang menjadikan malam-malam yang lalu terasa selalu abadi dalam jiwa. Semua orang mempunyai kisah dalam bingkai hidupnya, setiap layar kacanya selalu diwarnai gerak-gerik, rupawan dari kehidupan. Hal tersebut meskipun tiada, namun itu adalah sebuah memori yang tersimpan rapi dalam relung bagian hidupku.

Seorang teman, sahabat dan saudaraku datang bak sebagai jembatan penghubung dari masa yang terpisah bertahun-tahun. Lewat tulisannya yang bertajuk Kurt, ia telah mengingatkanku - lewat tulisannya - betapa Kurt telah menjadi bagian hidup yang tidak bisa pernah aku lepaskan. 

Meskipun tidak semua kehidupan Kurt aku ikuti, namun bagian penting dari Kurt adalah kehidupannya yang simple, apa adanya, senantiasa berani bertanya untuk tidak langsung menyutujui, pendiam namun memiliki kejeniusan, telah menginspirasi hidupku yang sampai sekarang masih terasa padaku. Kurt adalah seorang yang cocok sebagai malaikatku dalam dunia kecil.

Ada satu lagu yang mungkin sangatlah cocok untuk dijadikan sebuah contoh bagaimana Kurt benar-benar seperti mengetahui prihal apa yang aku rasakan. Barangkali aku berpikir bahwa kehidupan di dunialah - sesama manusia - yang nampak menyelaraskan setiap jalan hidup. Meskipun Kurt jauh disana dan aku disini namun kehidupan seorang manusia adalah sama, dicipta Allah - Maha Mulia - menjalani proses kehidupan, kebahagian dan kesedihan didalamnya. Manusialah yang kesemuanya pasti merasakan ihwal-ihwal yang diatas tadi.

Lagu tersebut adalah "All Apologies".

Aku mendengarnya ketika malam hendak menuju pagi, lagu tersebut berulang kali didengarkan namun tiadalah rasa bosan terasa dijiwa. Mulailah aku mencari makna yang ada pada lagu tersebut, aku pikir bukan hanya sastra saja yang bisa menjadi objek bagaimana penulis meluapkan pemikirannya lewat puisi atau tulisan. Lagu pun bisa menjadi seperti itu, bukan hanya lagu tersebut tercipta dari proses berpikir, tapi juga lagu itu adalah cipta reksa manusia.

What else should I be?, All apologies, What else should I say?, Everyone is gay, What else can I write?, I don't have the right, What else should I be? All apologies 

Apa yang ada pada lirik tersebut tiada akan terasa kalau kamu tidak tahu nada yang melekat pada lirik tersebut, karena lagu mendapatkan sebuah penerimaan oleh manusia dengan pengharmonian nada dan kata. Itulah seorang Ibnu Khaldun menerangkan hal ihwal mengapa musik menimbulkan kesenangan, karena kesenangan itu terletak pada jiwa dan manusia dengan mendengar alunan nada, maka akan masuklah nada tersebut ke dunia persepsi, merasa senang. Bila yang didengar tersebut terasa cocok maka kesenangan akan timbul, namun sebaliknya ketika hal tersebut dirasa kurang cocok, maka akan menimbulkan ketidaksukaan (Ibnu Khaldun)

Kurt dalam hidupnya meskipun ia kaya namun ia tidak selalu merasakan dirinya kaya dan terkenal seantero dunia. Sifat kerendahan hati dan kesederhanaan yang mungkin didapat dari pengaruh lingkungan pada saat kecil telah melahirkan sesosok pemusik yang jenius. Kurt bisa dibilang telah mencapai puncak dari segala tingkat kepopularitasan seorang penyanyi, walaupun begitu hal tersebut tidak dijadikannya sebagai suatu kesenangan yang buntu.

Kesenangan terasa bias ketika Kurt merasa hidupnya merasa telah direnggut, dari kebebasan menjadi terkungkung, dari kemegahan kesederhanaannya menjadi kemegahan yang memudarkannya - Never Fade Away -. Yaa, ketenarannya disinyalir malah membuat Kurt menjadi frustasi, torehlah beberapa karyanya setelah ia terkenal.

Bagaimana seorang Kurt terlihat menyesali apa yang telah ia lewati, hal ini nyatanya bisa kita sandarkan kepada lagu All Apologies. Kurt ingin meminta maaf kepada siapa, karena apa dan untuk apa? Begitulah Kurt, dia seorang yang misterius, pendiam dan menyenangkan.

Penyesalan apakah yang timbul setelah seseorang menjadi bintang rock ternama, penyesalan seperti apakah yang timbul dari seseorang pendobrak industri musik dunia, kaya raya pula? Adalah batin, jiwa dan hati yang bermain membuat seorang tak merasa apa yang telah ia dapatkan benar-benar hebat.

In the sun, in the sun, I feel as one, In the sun, in the sun, Married, Buried

Kurt tidak benar-benar bahagia, bacalah buku Heavier Than Heaven atau lihatlah para pencinta musik Grunge dalam laga-laga musiknya. Terlihatlah aura Kurt yang selalu frustasi namun dalam frustasinya tersebutlah ia menemukan sebuah jiwa musiknya. Itulah Kurt yang selalu ingin dan bicara tentang bunuh diri dan mati. Aku pun dahulu pernah mempunyai keinginan gila untuk menyusul Kurt tepat pada umurku berinjak 27 tahun. Namun itu hanya masa lalu yang harus ditutup rapat-rapat, karena banyak hal yang pasti akan aku jelaskan, cukuplah tutup hal itu.

I wish I was like you, Easily amused, Find my nest of salt, Everything's my fault, I'll take all the blame, Aqua seafoam shame, Sunburn freezerburn, Choking on the ashes of her enemy

Didalam lirik lagu All Apologies ada suatu kata yang mungkin menjawab sebagian kecil dari kerangka makna lagu tersebut. Kata tersebut adalah Married. Kurt menikah dengan Courtney Love dan mempunyai seorang anak yang sekarang kita kenal dengan sebutan Frances Bain. Kurt sangat mencintai anaknya, banyak foto-foto Kurt yang bersama anaknya, terlihat kesenangan nampak pada wajah Kurt dan Francis.

Dedikasi yang paling dekat untuk Kurt berikan adalah sebuah nyanyian, nyanyian harapan yang ada pada seorang Istri dan Anaknya. Namun lagi-lagi kita harus bertanya apakah Kurt benar-benar bahagia setelah ia menikah dengan Courtney?

Married, Buried, Married, Buried, Married, Yeah Yeah Yeaheeyeah

Sebagian besar dari fans Kurt pun pasti pernah mendengar suatu berita atau bisa jadi suatu kebenaran yang tak tersentuh mengenai kehidupan Kurt dan Courtney Love. Married --- Burried bisakah kita sandarkan kata tersebut kepada senang dan terkubur, cahaya yang terlalu menyilaukan?

Courtney adalah seorang lady rocker ketika zaman Kurt. Banyak orang yang bilang dia terlalu tidak bisa menerima suaminya menjadi seorang orang terkenal. Hal ini berlanjut sampai Kurt tiada, pemberitaan mengenai Courtney yang terlibat dalam tewasnya Kurt banyak kita temukan didalam artikel-artikel, atau kemarin saya baru diberi tahu salah satu follower Twitter Courtney bahwasanya ia pembunuhnya.

Terlepas dari Courtney pembunuhnya atau siapapun itu, Kurt takan pernah kembali kedunia. Ia tidak ada yang serupa didunia ini, karyanya takan pernah tergantikan didunia ini. Everything about Kurt is like a bittersweet memory... Sometimes we don't like it, but we need it. Thank God for Kurt's life, songs, and legacy. - Fahd Fahdefie -

Karyanya takan pernah pudar, karena ia telah hidup pada sebagian jiwa yang telah menemukan kesenanganya. All Apologies akan nampak kita rasakan sama, karena lagu itu adalah rasa yang tercurah dari sesama manusia yang selalu merasa bersedih dan gembira. Sebagai jawaban atas seorang manusia yang jarang berbagi rasa, hanya pada lagu-lagunya lah sebagian hidupnya bisa kita temukan.

Terima kasih Kurt Cobain, you are always in me.
Satu minggu sebelum pemerintah menetapkan keputusan terakhir untuk menaikan harga BBM, seluruh rakyat negeri ini sangat terpukul dan tersiksa oleh ketidakadilan pemerintah yang semena-mena didalam menjalankan keputusan.

Ditengah dera dan cobaan yang membelenggu, rakyatpun jauh hari sebelum penetapan pemerintah sudah terpukul  dengan semakin maraknya para pejabat yang berjamaah mencuri uang rakyat. Rakyatpun didera sebuah pertanyaan yang rumit ketika para pejabat yang mencuri uang tersebut mendapatkan hukuman yang tidak setimpal dengan apa yang dilakukan mereka dengan mencuri uang rakyat.

Pantaslah rakyatpun berang dan sekarang berani untuk mengangkat senjata, karena meskipun mereka berbicara mengenai penderitaannya, kata-kata yang terlontar tidak pernah dapat menyentuh hati para pejabat dan pemerintah. Mereka seakan-akan tuli pada janji, buta pada hati.

Disisi lain, mahasiswa, tengah berada pada puncak kegelisahan dan kekesalan yang menunggu untuk diluapkan. Mereka tidak setuju dengan tindakan yang ditilainya berat sebelah, memberatkan orang-orang yang tidak mampu. Para mahasiswa ingin pemerintah untuk membatalkan kenaikan BBM yang akan mulai diterapkan satu minggu kedepan.

Meskipun para mahasiswa sudah berulangkali demo, sebagai salah satu cara untuk mengeluarkan aspirasi terhadap pemerintah, tapi pada kenyataannya pemerintah tidak bergeming dengan senggolan-senggolan yang mungkin dianggapnya “Hanya sebagai kerikil penghalang”.

5 hari sebelum hari H

Presiden dengan penasihatnya sedang berunding sambil meminum kopi hangat, tepat didepannya sebuah layar TV monitor yang besar. Mereka sedang menonton berita yang tengah terjadi dinegeri yang dipimpinnya. Presiden sangat terfokus pada berita mahasiswa yang berdemo, para buruh yang berhenti berkerja yang berdemo dan orang-orang yang berdemo.

Melihat semakin hari semakin banyaknya masyarakat yang berdemo, presiden segera memerintahkan kepada penasihat untuk mencari jalan keluar. Penasihat menganjurkan kepada presiden untuk menunda dan lebih baik membatalkan kenaikan BBM ini. Atau dia menganjurkan agar anggaran-anggaran belanja untuk biaya peralatan dari semua bidang pemerintahan di Indonesia dibatalkan dan dijadikan sebuah tambalan bagi masyarakat.

Mendengar hal tersebut presiden marah, presiden menampar penasihatnya dan menyuruhnya pergi dari ruangannya. Presiden itu tidak ingin membatalkan janji beliau untuk menaikan BBM terhadap Amerika, ia tidak ingin dibikin malu dengan sikap kepahlawanan yang tidak perlu, ia tidak ingin momen ini berubah karena momen ini sangatlah penting untuk kebaikan partainya. Ditengah keheningan tempatnya duduk, presiden mencoba menghubungi kepala bidang pertahanan negeri, polisi, bahkan tentara nasional untuk turun serta dalam mengamankan massa yang sangat bersemangat mendemonya.

3 Hari Sebelum Hari H

Para personil polisi, satpol, tentara dan elemen lain sedang melakukan tes simulasi sebagai persiapan untuk menghadapi rakyat yang berdemo. Dengan adanya latihan bersama yang diadakan dilapangan terbuka, hal itu mengundang reporter/wartawan TV yang ingin merekamnya tapi dengan penjagaan yang ketat, para reporter dan wartawan tersebut tidak bisa melangkah masuk walau satu kakipun. Yang ingin diberitakan oleh media ternyata dipicu rasa tertarik yang dilakukan pemerintah dalam perekrutan personil TNI untuk mengamankan demo-demo yang akan terjadi menjelang kenaikan BBM. Rasa bingung itupun tidak hanya terasa oleh wartawan, rakyat tapi juga oleh sebagian tentara yang ditugaskan.

Para tentara takut bila satu waktu akan ada pertumpahan darah antara tentara dan mahasiswa/rakyat. Mereka sebenarnya memahami betul apa yang tengah dirasakan oleh para pendemo tapi karena ada suatu perintah dari presiden maka mau tidak mau mereka harus menjalaninya. Dengan catatan tidak ada pertumpahan darah yang akan terjadi pada hari H nanti.

1 Hari Sebelum Hari H

Disejumlah kota sudah banyak pemberitaan para mahasiswa dan masyarakat/buruh yang berdemo, presiden dengan para petingginya sedang mempelajari langkah-langkah apa saja yang akan direncanakan mereka kedepan.

Salah satu dari mereka mengusulkan agar menindak tegas atau bila perlu tembaki atau tangkap para pendemo yang liar dan brutal ditempat. Pendapat tersebut pada awalnya tidak disetujui secara langsung oleh mereka. Namun Presiden yang berpikir lama pada akhirnya setuju mengenai pendapat wakilnya tersebut.

Presiden menyuruh orang untuk segera menghubungi dan menyampaikan pesan bahwasanya untuk mengamankan dan melancarkan kenaikan BBM sebagai cara untuk memajukan ekonomi Negara maka para pendemo yang berusaha untuk menggagalkan sikap pemerintah dengan cara yang brutal maka keamanan harus menindak mereka juga dengan cara brutal.

Dengan adanya perintah dari presiden serontak membuat para tindak personil keamanan merasa sedikit terkejut bila harus melakukan apa yang diperintahkan oleh Presiden. Terlebih para tentara yang mempunyai tugas khusus berjaga-jaga didekat tempat vital di ibu kota. Para personil tentara merasa ini tidak adil dan sangat memberatkan bagi rakyat, oleh karena itu mereka lantas menghubungi komando agar meminta presiden meninjau ulang perintah ini. Namun presiden menolaknya bahkan ia berkata “Aku ini seorang pemimpin sekaligus seorang yang berkuasa”

Keputusan Presiden membuat para tentara yang ditugaskan untuk mengamankan gedung presiden marah, pada malam harinya mereka membuat perjanjian sesame tentara untuk tidak mengeluarkan satu peluru pun meski pendemo melakukan aksi yang brutal.

Sementara tu Presiden dengan berserta wakil-wakilnya melakukan rapat tertutup diruangan yang tidak diketahui orang banyak. Presiden dalam rapatnya tersebut tengah mempertanyakan tentang kebersiapan para penembak jitu yang telah diperintahkan Presiden sebelumnya. Wakilnya yang membidangi bagian tersebut menjawabnya “Sudah Pak Presiden”. Mendengar jawaban tersebut, Presiden terlihat tenang dan lanjut mehisap cerutunya yang masih panjang.

Hari H

http://www.swans.com/library/art9/gerald02.html
Beribu-ribu mahasiswa dan masyarakat mewarnai jalanan ibu kota, para mahasiswa berdiri tegak sebagai front terdepan dan diikuti masyarakat/buruh dibelakangnnya. Suasana terlihat kondusif dan terkendali, para mahasiswa melakukan orasi-orasi yang begitu memukau dan para pendemo bergemuruh hampir terdengar seperti gemuruh ombak pada malam hari yang menerkan pasir kering ditepi pantai.
Para tentara, polisi dan keamanan lainnya berdiri tegak menatap para pendemo, para wartawan dan reporter berada pada posisi yang telah ditetapkan mereka masing-masing.

Satu jam telah berlalu namun para pendemo masih tetap lantang dalam suara, seakan mereka mempunyai berjuta semangat dalam jiwa untuk mencari keadilan. Dalam keheningannya dan suara TOA yang terlontar mahasiswa terdengar suara ledakan dari petasan yang meluncur dari arah pendemo. Suara tersebut membuat keadaan para pendemo dan para personil keamanan terlihat menegang.

Para pendemo menganggap hal tersebut dilakukan oleh personil keamanan yang sengaja ingin membuat kami takut. Disisi lain para personil keamanan menyangka bahwa hal tersebut dilakukan oleh para pendemo. Mulailah terjadi adu dorong diantara para pendemo dengan para personil keamanan, adu dorong tersebut menyebabkan ketegangan semakin meningkat, ditambah terdengar kembali suara-suara ledakan yang membuat keadaan semakin kacau balau.

Pendemo mulai menghancurkan pagar-pagar dan membakar ban-ban yang telah disediakan, adu jotos antara personil keamanan dan pendemo pun tak terhindarkan. Personil keamanan memukuli para pendemo dengan menggunakan pentungan tapi tidak untuk menembak para pendemo.

Suasana di Ibu kota semakin kacau, para pendemo mulai marah dan merusak segala fasilitas yang ada digedung-gedung pemerintahan yang mereka temui. Hal ini mengingatkan kita kepada kejadian dahulu yang pernah terjadi sebelumnya.

Difront terdepan, para pendemo, memaksa para tentara untuk mundur dan membiarkan mereka masuk ke gedung Presiden. Presiden yang terancam lalu dipindahkan dengan mobil yang disamarkan, ia mulai mengeluarkan perintahnya kepada penembak jitu yang telah disiapkan digedung-gedung yang tersembunyi. Hal ini dilakukan untuk memukul mundur para pendemo agar tidak sampai kepada gedung pemerintahan.

Akhirnya keheningan dan didalam kekacauan tersebut terdengar suatu teriakan yang datang dari salah satu pendemo. Para tentara tepat berada betul didepan pendemo yang tertembak, namun tiada satupun dari mereka yang mengeluarkan senjatanya dari balik pinggang. Tidak ada satu suara letupan senjata yang berasal dari barisan personil tentara.

Dengan kejadian tersebut para pendemo murka, marah kebelinger dan tidak bisa dibendung, mereka membawa dan memakai senjata yang seadanya untuk melawan personil tentara yang ada tepat dihadapannya.

Para tentara pun kebingungan untuk mengetahui siapakah sebenarnya yang melakukan penembakan terhadap pendemo karena mereka tidak sedikitpun mengeluarkan senjata mereka dari tempatnya.
Suasana mencekam ketika malam hari tiba, korban yang jatuh mati dan terluka diperkirakan 20 orang baik itu dipihak pendemo dan para personil tentara.
Media disatu sisi tidak selamanya memberikan citra buruk kepada masyarakat. Seperti banyak terlontar dari pengamat-pengamat media yang mengatakan bahwa media cenderung memberitakan hal-hal yang terlihat pada permukaannya saja.

Namun seiring dengan perkembangan zaman yang semakin hari semakin erat menjadi sebuah kampung yang diyakini oleh para ilmuwan sebagai kampung global, media telah menjadi suatu alat yang menjadi kebutuhan bahkan mempunyai peran penting.

Pentingnya media tersebut adalah terletak pada media itu sendiri, bukan hanya pada pesan yang disampaikan oleh media. Seperti contoh kecil, akhir-akhir ini marak diberitakan tentang binatang kecil yang bernama Tomcat. Berita ini tersebar dan diketahui ke seluruh orang Indonesia atau bahkan luar negeri melalui media, baik itu TV, Handphone atau radio. Dengan kehadirannya warga Indonesia bisa mengetahui bahwa ada semacam binatang kecil yang berbahaya yang harus dihindari. Kehadirannya yang bukan hanya terletak pada isi pesan adalah suatu ciri dari apa yang disebut Marshal Mcluhan sebagai Medium is the message.
  
Maka benarlah bila Marshal Mcluhan lebih lanjut mengatakan bahwa kita ini sekarang berada di The Electronical Age. Kita hidup pada masa tekhnologi yang benar-benar maju dan mungkin akan terus berkembang. Inilah yang pada akhirnya akan membawa kita kepada suatu istilah yang tadi disebut diatas dengan istilah kampung global.

Dengan adanya media, semua wilayah Indonesia bisa serentak mengetahui berita-berita terbaru yang mungkin hanya terpusat di Jakarta. Hal ini menandakan kepada kita bahwa tekhnologi telah menjadi suatu media yang benar-benar tak dapat dipisahkan dari aktifitas manusia. Seperti yang dikatakan oleh Em Griffin (2003: 344) bahwa “Nothing remains untouched by communication technology. (Tidak ada yang tidak bisa disentuh oleh tekhnologi komunikasi)  
Syahdan, ada seorang anak kecil bernama Maharina berserta keluarganya sedang bertamasya ke danau badaga. Kegiatan mereka bertamasya adalah suatu hal yang biasa terlaksana bila akhir pekan tiba, sebagai salah satu rasa ingin menyentuh bumi yang sejuk dibanding kehidupan dikota. kehidupan kota dirasa seperti kehidupan yang penuh rimba, dikota didapati keramaian namun kesunyian adalah hal yang nampak biasa terjadi.

Didanau badaga tak nampak kesunyian itu, malah sebaliknya kesunyian yang terasa sangat mendamaikan qalbu. Maharina mulai menyimpakan kedua lengan bajunya yang putih bak permaisuri, tangannya putih menebar damai. Ketika hendak menyentuh air, terlihatlah suatu dua kedamaian yang saling mengisi. Bening air dan bening putih menjadi altar dunia maharina pagi itu.

Maharina berjalan pada setapak jalan yang terukir oleh kikisan-kikisan air, ia menoreh kesana kemari seperti seorang hawa yang merindukan surga setelah turun kedunia. Sedangkan Ibu dan Ayahandanya sedang menyiapkan makanan, maharina sedang terlihat bermain bersama alam. Sebelum akhirnya mata Maharina terpaku pada boneka kecil bersih yang berada dipinggir danau.

Diambilnya boneka tersebut, dibersihkan terlebih dahulu lalu dibawanya untuk menemani Maharina makan. Ibunda dan Ayahanda menyambut kedatangan Maharina dengan senyum, dibalasnya senyum itu dengan sebuah tanda hormat bak seorang putri pada raja. Dan sempurnalah kebahagiaan mereka didapatkan, ketika mereka menikmati alam sambil makan.

Maharina memohon izin kepada Ayahanda untuk kembali menyimpan boneka kecil ketempat awalnya. Sebelum akhirnya tangan dan boneka maharina menyentuh tanah, tiba-tiba boneka itu bicara dan Maharina terkejut dibuatnya.

Maharina sekali lagi terlihat terkejut namun dia tidak ketakutan dengan apa yang sedang terjadi dihadapannya sekarang. Boneka itu meminta untuk tidak menyimpan kembali kepada tempatnya. Ia menginginkan Maharina membawanya sebelum waktu yang ditentukan untuk pergi tiba. Maharina setuju dan mereka berdua sepakat untuk tidak menceritakan pertemanannya kepada siapapun.

Maharina Berserta Keluarga Hendak Kembali

  • Ibunda: "Rina, kenapa kamu tidak menyimpan kembali boneka itu?"
  • Rina: "Tidak bunda, Rina ingin menyimpannya dirumah."
  • Ibunda: "Dirumah kan sudah banyak boneka-boneka yang bagus."
  • Rina: "Ia bunda, tapi Rina belum mempunyai boneka laki-laki yang hidunya pendek begini."

Ibunda Rina lalu melihat kedepan kembali sebelum akhirnya hujan gerimis membasahi lapisan luar kaca mobil yang sedang berjalan. Maharina tertidur dengan boneka barunya, tangannya terkapar melepas boneka yang sebelumnya terikat merekat.

Maharina dan keluarga telah sampai dikediaman yang sederhana nan damai dan tibalah waktu istirahat bagi Maharina dan boneka tersebut. Namun ditengah kesunyian serta sorak horai binatang malam, Maharina terkejut ketika boneka yang diambilnya itu berbicara kepada dia. Boneka tersebut belum mengenalkan dirinya, disungai tadi ia tidak sempat untuk bilang.

  • Boneka: "Wahai manusia, perkenankanlah nama aku Pinokio. Aku berasal dari dunia yang dicipatakan"
  • Maharina: "Nama aku Maharina, wahai sahabatku! Aku juga sama berasal dari satu yang menciptakan."  Sambil senyum..
  • Pinokio: "Siapa yang menciptakanmu Rina?"
  • Maharina: "Yang menciptakanku adalah Tuhan. Lalu siapakah yang menciptakanmu?"
  • Pinokio: "Yang menciptakanku adalah Tuan tanpa hurup H."
  • Maharina:  "Pinokio, kenapa kau ada didanau badaga tadi?"
  • Pinokio: "Aku tidak tahu menahu, tapi aku selalu menunggu seorang teman yang mau menjadikanku teman."
  • Maharina: "Akulah temannya, pinokio!" sambil tersenyum.

Malam itu seorang anak kecil dan boneka telah mengikrarkan diri sebagai 2 teman baik. Sampailah bertahun-tahun mereka berteman, kesana kemari selalulah dibawa pinokio oleh rina. Harmoni pertemanan antara Maharina dan Pinokio membawa suatu dunia baru bagi Rina, dia tidak kesepian lagi walau hidup dikota namun hal yang sama tidaklah terjadi kepada pinokio. Pinokio dalam dirinya malah lebih terlihat suka murung sendiri, merenung dikala mendung adalah awal air mata yang mengaliri badan kayunya. 


Ditanyalah Pinokio oleh Maharina.

  • Maharina: "Pinokio, apakah kamu tidak bahagia berteman denganku?"
  • Pinokio: "Tidak, bukan begitu! Aku bahagia mempunyai teman baik seperti Rina."
  • Maharina: "Lalu apakah sebab mukamu selalu terlihat murung, terlebih bila langit ini mendung?"
  • Pinokio: "Entahlah, aku selalu merasa sedih melihat kehidupan manusia tidak begitu menyenangkan tapi begitu adil."
  • Maharina: "Apakah itu maksudnya Pinokio."
  • Pinokio: "Apakah Rina belum tahu bahwa kalau aku berbohong maka hidungku yang pesek ini akan memanjang?"
  • Maharina: "Aku tidak tahu itu Pinokio, pastilah aku tahu selama ini berarti pinokio tidak pernah berbohong padaku."
  • Pinokio: "Ia Rina, oleh karena itulah aku sedih."
  • Maharina: "Bagaimana maksudnya kesedihanmu Pinokio?"
  • Pinokio: "Aku selalu sedih ketika melihat dunia manusia ini penuh dengan kebohongan, sedih karena keadilan yang seharusnya ada tidaklah nampak pada manusia."
  • Maharina: "Maksudmu yang berbohong itu aku atau siapa Pinokio?"
  • Pinokio: "Yang aku maksud adalah para koruptor."
  • Pinokia: "Setiap hari selalu saja ada orang yang berbeda menjadi tersangka koruptor, tapi mereka masih bisa berbohong. Tidak seperti aku, berbohong sedikit saja, hidungku akan memanjang."
  • Maharina: "Itulah mungkin baiknya Tuan mu yang menciptakan" Agar kau tidak berbohong, maka dibuatlah peraturan oleh dia."
  • Pinokio: "Lalu memang dikehidupan manusia tidak adakah sebuah aturan?"
  • Maharina: "Setahu aku ada, tapi manusia diberi satu kekuatan yang memang sudah menjadi tabiat. yaitu mereka mampu berbohong."
  • Pinokio: "Itu tidak adil!! Mengapa hidung mereka tidak memanjang?"
  • Maharina: "Itulah keadilan yang diberikan oleh Tuhan manusia, yang memanjang bukannya hidung yang bisa terlihat namun dosa yang tidak terlihat, dan jelas bahwa akan lebih dari hidung yang memanjang untuk yang melanggarnya.
  • Pinokio: "Oh jadi begitu. Sekalipun mereka takut kepada Tuhan, tapi mereka selalu saja melakukan dosa."
  • Maharina: "Begitulah, kalau kamu berbohong sedikit saja maka akan langsung dibalas dengan peraturan. Maka manusia tidaklah seperti itu. Akan ada waktu yang ditentukan."
  • Pinokio: "Kalau begitu aku ingin menjadi manusia aja ah!!"
  • Maharina: "Kalau saya sarankan, kamu dan manusia para koruptor itu mending jadi boneka sepertimu, biar tidak ada dosa yang tertimbun, yang pada akhirnya akan ditebus dengan siksa.
  • Pinokio: "Aku takut maharina! Ia aku mending seperti begini saja."
  • Maharina: "Manusia dalam kehidupannya ada dua jalan yang akan ditempuh, kanan dan kiri. Baik dan buruk, semuanya beriringan, namun akhirnya akan dibangkitkan ditempat yang satu. Segala tindak tanduk kehidupan akan dipertanggung jawabkan, pun dosa-dosa yang tertimbun.
  • Pinokio: "Sungguh aku beruntung menjadi boneka, aku berbohong maka kebohongan itu akan nampak pada hidung, pada saat itupula aku selalu ingin berbuat baik. Apakah manusia juga ada yang seperti itu Rina?"
  • Maharina: "Aku tidak tahu pasti, tapi untuk bertobat dan tidak berbohongnya itu adalah hal yang tak nampak pada mata."
  • Pinokio: "Maharina, apakah aku boleh mengajukan sesuatu hal kepadamu?"
  • Maharina: "Ia, kamu adalah sahabatku, dan akan aku lakukan apa saja untukmu."
  • Pinokio: "Bolehkah aku kembali lagi ketempat awal kau temukan aku?
Maharina terdiam begitu lama ketika pinokio meminta untuk dikembalikan kedanau badaga. Maharina tersendu meneteskan air mata.

  • Maharina: "Kenapa kamu meminta hal itu?"
  • Pinokio: "Aku sendiri tidak ingin meninggalkanmu Rina!"
  • Maharina: "Lalu permintaanmu tadi?"
  • Pinokio: "Maharina, aku dikirim ke danau badaga adalah untuk hidup didunia menjadi seorang manusia, tapi setelah mendegar dan tahu didunia ini banyak orang-orang yang berbohong, aku tambah takut." Meneteskan air mata
  • Maharina: "Apakah kita akan bertemu kembali?"
  • Pinokio: "Aku akan dibawa oleh seorang manusia lagi, sama sepertimu. Tapi bukanlah ditempat ini, tempat ini terasa seperti negeri koruptor. Jika aku menjadi manusia nanti, aku akan menemuimu."
  • Maharina: "Aku pegang janjimu Pinokio."
Malam itu adalah malam terakhir bagi mereka berdua sebagai seorang teman. 2 pekan hidup dinegeri Maharina, terasa hidup dinegeri koruptor. Pinokio tidak kerasan dan takan mampu bila menjadi manusia disini.

Pada akhirnya Pinokio kembali ketempat asalnya, menunggu petualangan berikutnya dan Maharina pun kembali ketempat asalnya... 


Daftar Rujukan

Image on http://ichiell.blogspot.com/2010_10_01_archive.html

Image on http://rafiecell.blogspot.com/2011/07/cara-mengenali-pembohong-di-sekitar.html

Image on http://majalahbuser.com/sby-berhidung-pinokio-patung-kerbau-atribut-demo-disita-polisi.html 

Ilustrasi Lady Gaga

Sebuah Pengantar


Sudah sangat dipastikan sekali diantara kita semua pasti telah mengenal seorang manusia yang sekarang tengah menjadi artis ternama di Holywood. Bagi penulis, dia adalah seorang penyanyi yang selalu terlihat seperti seorang wanita dari zaman semit, karena setiap kali video klip yang dibuat akan selalu ada wujud-wujud kecil yang menarik mata kita jauh pada masa lalu.

Berbicara tentang wujud-wujud kecil, meskipun banyak orang yang selalu bilang "ah ngapain sih tidak ada gunanya kita ngamatin yang kaya gitu". Tapi menurut penulis bila ada orang yang berkata begitu maka ia sudah berlaga layaknya seorang yang lebih pintar didunia ini. 

Bila benar ia mempunyai etika dalam mencari pengetahuan, rasanya mereka tak perlu untuk bicara seperti itu. Biarkanlah pikiran orang berkembang dengan apa yang ia dapatkan, jangan lantas dibenahi oleh ketidaksesuaian ideologi yang tak sama lalu membuat hal yang nampak ingin diketahui menjadi sebuah hal yang tak berguna.

Saya tidak punya cukup waktu – malahan tidak akan pernah punya – untuk sedikit saja membuat suatu keinginan untuk membahas masalah yang timbul diatas. Tapi saya punya pesan tersendiri yang mungkin akan sampai dengan sendirinya kepada mereka. Bahwasanya dalam berpikir, keadaan manusia itu berbeda, bila ada perbedaan maka janganlah langsung untuk disalahkan. Biarkanlah, semua juga akan berguna dan akan menjadi pengetahuan bagi kita.

Lalu pengetahuan apa yang bisa kita dapat untuk memutarbalikan fakta tersebut? Adalah sikap kita yang selalu ingin tahu tentang semua yang tengah terlihat oleh bola mata kita, yang akan sampai kepada otak, dan mulailah berpikir secara mendalam. Seperti yang akan saya paparkan dalam tulisan yang sangat sedikit ini, mengenai “Lady Gaga” Keindahan Adalah Luar Dari Dalam Yang Megah, tengah hadir bersama wujud-wujud kecil partikel dari masa lalu.

Lady Gaga Seantero Dunia


Kita pasti setuju bila mengatakan bahwa Lady Gaga mempunyai banyak fans diseluruh dunia, termasuk di Indonesia. Twitternya aja yang mungkin mempunyai batas kuota untuk follower berjumlah 10M, dan bukan mustahil bila masih ada yang dipending.

Yah saya mengajak anda untuk mengamini memang Lady Gaga adalah seorang artis terkenal. Tapi itu bukan permasalahan yang ingin ditujukan didalam tulisan ini. Permasalahannya adalah terletak pada wujud kecil yang terlihat hanya oleh orang yang melihatnya. Artinya wujud kecil itu dibagian mata orang bisa hanya menjadi sebuah simbol yang tidak perlu untuk dipermasalahkan, tapi pada sebagian mata orang lain masih bisa kita temukan bahwa wujud kecil itu terlihat nampak sebuah misteri yang mempunyai efek pada otak.

Lalu apakah anda sekarang akan setuju bila saya mengajak anda kembali untuk mengamini bahwasanya wujud kecil itu mempunyai bentuk nyata? Semisal ada parole maka pasti ada langage, ketika ada signed pasti ada signifier, ada tanda maka ada penanda.

Begitulah mungkin wujud kecil yang selalu mengerutkan mata kita apabila melihat gambar-gambar atau video Lady Gaga. Selalu ada wujud kecil yang menarik bola mata, ketika setelah melihatnya nanti barangkali sebagian dari kita akan langsung mencari hal terkait di Google – oleh karena penasaran -, lalu apabila kita mendapati pada beberapa artikel yang berhubungan dengan wujud kecil itu berupa  hal yang menyambung-nyambungkan pada dunia masa lalu. Kita akan semakin bertambah tahu dan semakin menarik karena penasaran akan terus bertambah, maka sisi gelap kita sedikit demi sedikit tercerahkan denga keingin tahuan itu, daripada kita hidup dalam ketidaktahuan.

Marilah kita langsung mengidentifikasi wujud-wujud kecil yang selalu nampak dalam mata apabila melihat Lady Gaga. Dan perlu untuk diketahui bahwa dalam tulisan ini anda tidak akan menemukan penjelasan tentang wujud kecil yang selalu nampak pada Lady Gaga karena tujuan saya bukan untuk kesana. Namun apa yang akan saya jelaskan disini adalah sesuatu yang akan mungkin bisa membuka tirai-tirai hitam yang bisa menyambungkan dengannya. Dan wujud kecil itu adalah Mata satu – Horus -, Kambing tanduk – baphomet -,  Bintang Terbalik – Pentagram -, sebagiannya tambahkan oleh anda.

Ilustrasi

Seperti yang saya ungkapkan tadi saya tidak akan membahas sebuah tulisan mengenai iluminati, Lady Gaga pengikut setan, atau apapun itu. Karena sudah banyak artikel yang membahas tentang ini, dimana artikel-artikel yang banyak ditemukan di Google penjelasannya sudah sangat lumayan apik. Tapi didalam artikel ini saya akan mencoba untuk melihatnya dari jalan belakang, yang akan saya telusuri secara diam-diam, dalam artian saya tidak seperti kebanyakan orang membahasa wujud kecil ini.

Sebenarnya wujud-wujud kecil yang notabennya berasal dari kehidupan masa yang telah lalu (Udah ada kata telah, ditambah lalu, jadi lampau banget) banyak kita lihat kembali sekarang ini. Wujud-wujud kecil yang ditemukan pada Lady Gaga masih bisa kita temukan pada artis-artis Hollywood. Tidak hanya pada nyanyian saja wujud-wujud kecil itu nampak melainkan pada Film, gerak tangan ataupun gerak badan banyak ditemui wujud-wujud kecil yang nampak mirip dengan wujud-wujud kecil yang ada di Lady Gaga.

Lalu kenapa bisa wujud-wujud kecil, yang bisa kita temukan pada relief-relief piramida, itu ditemukan pada masa sekarang? Khususnya di Hollywood? Kenapa Hollywood? Karena kebanyakan artis-artis yang saya baca lalu tafsir, lalu pikir, berasal dari refferensi internet.

Sangatlah bagus sekali bila kita ajukan atau bukakan kembali pintu sejarah, oleh karena apa yang sedang kita hadapi ini adalah sebuah wujud-wujud kecil yang sedang gentayangan dimasa sekarang maka kita harus legowo untuk mendamaikan pengetahuan kita pada masa lalu.

Untuk definisi-definisi wujud-wujud kecil, saya rasa sudah banyak diulas oleh beberapa pemikir dunia maya. Dan hubungan definisi dengan masa awal dari simbol itu sudah sangat dekat, meskipun saya yakin masih banyak penjelasan-penjelasan yang belum terjelaskan. Tapi masa awal tetaplah ada pada para pemikir yang berusaha mendefinisikan wujud-wujud kecil itu.

Saya hanya akan sedikit membukakan mata anda bagaimana wujud-wujud kecil itu menemukan surganya pada masa sekarang. Tepatnya dihollywood, ditempat yang banyak dibilang orang adalah surga dunia.

Wujud-Wujud Kecil Menemukan Surga


Siapa yang pertama kali bisa disalahkan untuk menyebut penyebar wujud-wujud kecil yang ada disana? Adalah hal yang sulit untuk mencari akarnya, namun yang namanya akar pasti mempunyai suatu yang memanjang keluar permukaan. Salah satu indikasi yang bisa saya tunjukan pada anda adalah terletak pada sejarah kehidupan sampai akhir dari tentara-tentara suci yang dikenal sebagai Knight of Templar. Serta permasalahan-permasalahan yang menyertai kehidupan tentara templar, khususnya ketika pertentangannya dengan gereja.

Dalam documentary movie yang dibuat oleh NatGeo diterangkan bahwa pada zaman pemerintahan Paul Clemens V, terjadi sebuah ketakutan bagi para ksatria templar. Ketakutan tersebut muncul karena anggapan para tentara templar tersebut telah sesat, dan keluar dari ajaran gereja, meskipun belum ada bukti yang mengatakan bahwa mereka adalah sesat tapi ada suatu indikasi/bukti yang tertera pada sebuah tempat yang pernah menjadi penjara bagi ksatria templar. Adalah wujud-wujud kecil yang dikategorikan oleh NatGeo sebagai wujud-wujud kecil dari bentuk pagan. Untuk penjelasan ini kita bisa garis bawahi bahwa terjadi suatu pertentangan antara Gereja dan Knight of Templar.

Ternyata kristiani yang selama ini menjadi panji mereka hanya dijadikan sebuah kedok untuk memuluskan tindak-tanduk perbuatan dibalik tirainya. Oleh karena wujud-wujud kecil yang ditemukan ditempat templar, paul Clemens V murka. Pada akhirnya grand master dari Knight of Templar yang sangat terkenal itu dihukum mati. Dari sana sudah mulai lenyaplah tindak-tanduk para templar, tapi apakah mereka benar-benar telah lenyap dari yang dikira Clement V? Ternyata tidak, sebagian dari ksatria templar tersisa ternyata dikatakan sudah dahulu kabur bersama dengan harta yang dibandingkan dulu melebihi kekayaan negeri Inggris.

Adakah hubungan yang bisa dikaitkan dengan artikel ini? Jawabannya ada. Yaitu wujud-wujud kecil itu sendiri, dan yang kedua adalah seperti yang dikatakan tadi diatas bahwasanya ketika ada simbol maka ada suatu dibelakangnnya. Dan yang dibelakangnya ini adalah hal yang nyata dari wujud-wujud kecil semua ini. Saya berani mengatakan bahwa Lady Gaga itu hanya sebuah dari sejuta, semiliar bentuk megah aslinya.

Media belakanglah yang bisa kita sebut pengusaha belakang yang lebih kaya dari Lady Gaga menjadi sebuah pertanyaan penting bagi kita. Adakah hubungan antara penguasa Hollywood dengan Knight of templar adalah ada, karena sejarah yang begitu banyaknya, bisa dibilang beribu artikel yang menyebutkan bahwa awal mula knight of templar itu adalah bangsa yahudi.

Adalah apa yang dijelaskan oleh Gabler 1991; lihat juga Gledhill 1991 dan Kent 1991 mengenai penguasa media di Hollywood. bahwasanya media Barat bisa dimengerti, bahkan ditaklukkan oleh mereka yang percaya pada tradisi semit. Walaupun di atas kita melihat kegagalan komunikasi antara Paus dan media, kita juga telah menunjukkan orang Kristen, seperti Evangelis di Amerika Serikat, yang telah menggunakan media dan sukses. Orang Yahudi, prototip orang Semit, juga memberikan kasus menarik dalam hubungan ini.

Lebih lanjut lagi ia menjelaskan bahwa orang Yahudi telah menjadi tuan terbesar media. Lihat peran mereka I Hollywood. An Empire of Their Own; How the Jews Invented Hollywood menjelaskan bagaimana orang Yahudi, yang tiba dari Eropa, dalam keadaan miskin dan tidak bisa berbahasa Inggris dengan lancer, menemukan nilai-nilai, mitos dan pola dasar yang memungkinkan mereka menguasai imajinasi orang Amerika (Gabler 1991; lihat juga Gledhill 1991 dan Kent 1991). Pada gilirannya, penguasaan ini membantu membentuk Hollywood dengan konsep-konsepnya dengan kecantikan dan daya tarik. Paul Newman sungguh sangat mirip dengan patung Yunani kuno yang menggambarkan kesempurnan pria.

Wujud-wujud kecil telah menemukan surganya, seolah menunggu waktu, bersamaan dengan orang-orang yang menjadi tuan tanah Hollywood. Dimana terdapat sebuah wujud-wujud kecil dari sesuatu yang lebih besar, begitu megahnya, namun tak terlihat karena kita sedang disibukan oleh kefanatikan kita sebagai masyarakat yang diam, masyarakat yang sudah terhegemoni dan didamaikan dengan pasar kapitalisma (baca kapitalisme abad pertengahan)

Wujud-wujud kecil yang pada dahulu kala menjadi sebuah simbol dari bentuk kesesatan yang ditentang tengah bertransformasi menjadi sebuah kekuataan terselubung yang mendominasi dan tak ada penyangkalan kedua yang melawannya. Seolah ada sebuah bentuk pengulangan kembali dari balasan-balasan yang dilancarkan mereka kaum templar. Dengan menggunakan media sebagai jalan alternatif yang begitu mulus untuk dilancarkan.

Tidak sedikit dari apa yang dilakukan oleh Lady Gaga khususnya menjadi sebuah hal yang tak layak untuk ditonton, ia datang dengan wajah baru yang bisa menghipnotis kita dengan dunia yang dilipatnya. Yang dahulu menjadi sebuah katakutaan sekarang tengah menjadi sebuah pengidolaan yang tak seharusnya diidolakan.

Akhir kata telah kita dapati sebuah jawaban kecil yang masih bisa anda uraikan kembali. Namun sekarang apakah anda setuju bahwa kemunculan wujud-wujud kecil yang datang dari masa lalu itu adalah sebuah penandaan bahwa sekarang kita diperingatkan bahwa dunia telah didominasi oleh mereka-mereka yang mempunyai konsep-konsepnya dengan kecantikan dan daya tarik. Paul Newman sungguh sangat mirip dengan patung Yunani kuno yang menggambarkan kesempurnan pria?

Ekonomi menjadi penguasa sekarang, karena media menjadi sebuah moncong dari mereka yang menguasai uang yang begitu banyak. Dengan media kita bisa banyak menemukan simbol-simbol dari bentuk kekuasaan yang terselubung yang sulit untuk kita dekati. Karena pada perkembangannya telah terjadi sebuah perdamaian tanpa sadar, kitalah yang menjadi sebuah massa yang digiring kesana-kesini, mereka hanya menonton melihat kita menjadi bonekanya.

Wujud-wujud kecil yang nampak terang sekarang tengah berada disurganya, dibelakangannya hiduplah sebuah kemegahan syurga dunia yang kaya akan semua hal. Wujud-wujud kecil itu sekarang telah menemukan syurganya, dan kita tengah di setuju kan oleh ruangan-ruangan terlipat yang membius.

Tengoklah oleh anda video klip Lady Gaga yang sekarang, akan anda dapatkan betapa kentalnya hal yang berhubungan dengan Agama. Tidak banyak teman-teman maya yang beragama Kristen menulis dengan nada marah kepada lagu Gaga. Ditambah penampilan Lady Gaga yang seronoh membuat kita semakin terpuruk dibuatnya. Namun saya yakin bila tulisan ini pada akhirnya akan menimbulkan dua pihak yang berbeda dan itu sudah lazim bagi kita semua. Well serahkanlah semua pada yang Maha Tinggi, karena dia jualah sendiri yang bisa sombong pada manusia.

Daftar Rujukan


Ahmed, S Akbar, 1992. Postmodernisme, bahaya dan harapan bagi Islam. England. Routledge.

Sinan, Mimar. Publicity of Turkey Freemasony 

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9912698. Lady Gaga yang SEBENARNYA [MUST READ] bagi umat kristiani dan katolik

http://natgeotv.com/za/secrets-of-the-cross/galleries/knights-templars. Secret of The Cross: Trial of Knight Of Templar

http://econochemist.blogspot.com/2011/05/lady-gaga-siapa-judas.html. Lady Gaga, Siapa Judas?

http://mureo.com/news/video-lady-gaga-judas-iscariot-kejatuhan-kristen.html. Video Lady Gaga “Judas” Iscariot, kejatuhan Kristen

http://flich-flichyz.blogspot.com/2011/03/illumigaga-berulah-lagi-dalam-video.html. Illumigaga Berulah Lagi Dalam Video Klip Terbarunya ''Alejandro''

Illumigaga Berulah Lagi Dalam Video Klip Terbarunya ''Alejandro''http://dhymas.wordpress.com/yahudi/

Ilustrasi

Dalam pandangan anak kecil yang naïf, benda apa saja dan segala sesuatu yang Nampak itu dianggap sebagai riil; tetapi jika anak itu bertambah besar ia belajar membedakan antara yang hanya Nampak dan yang riil. Sebagai contoh ia menemukan bahwa apa yang Nampak cukup riil waktu mimpi, nyatanya tak dapat sesuai dengn dunia pengalaman orang berjaga. Dengan begitu maka anak itu dengan cepat mendapatkan pandangan bahwa benda-benda itu tidak selamanya seperti apa yang nampak. (William Pepperell Montague)

Sebuah Pengantar

Dalam kalimat pembuka diatas dikatakan bahwa dunia dimana ketika kita masih kecil, masih bisa dirasakan sebagai dunia yang minim kesedihan karena kehadiran kedua orang tua yang menjadikan kita untuk selalu berada dalam kebahagiaan, dunia yang penuh dengan kebahagiaan. Selain itu dengan ketiadaan hampa dan masih jauh dari beban, mereka mempunyai dunia yang penuh imajinasi, fantasi dan semangat yang tinggi. Karena belum adanya yang bisa menampakan pembedaan dari cara berpikir seperti seorang dewasa yang mampu membedakan antara mana yang benar-benar harus dipikirkan nyata dan tidak nyata.

Tapi dunia anak kecil sangat rentan diwarnai oleh kehidupan berserta pengalaman yang ada didalam ruang lingkup, artinya apa yang seseorang rasakan dengan beberapa indera yang ada pada manusia akan membentuk dirinya pada masa-masa setelahnya. Apa yang ia rasakan tersebut pada akhirnya akan menimbulkan satu proses yaitu kejadian mental. Rasa dapat dihubungkan dengan pancaindra, tetapi rasa mungkin merupakan fikiran, ingatan atau emosi tertentu. (Titush, Smith, Nolan)

Kehidupan itu sangat benarlah bila kita andaikan seperti sebuah kertas kosong, yang menunggu untuk ditulis, diwarnai sebelum akhirnya habis tak tersisa. Untuk itu lingkunganlah yang mempunyai peran penting didalam perkembangan seseorang pada umumnya.

Akhir-akhir ini ada sebuah pemberitaan yang sangat menggemparkan dunia, tapi pada rasa yang menggemparkan tersebut terselip rasa kekonyolan yang sebenarnya tidak harus terjadi. Karena ini menyangkut ketiadaan manusia akibat kesalahpahaman diri memaknai dunia. 

Begitulah mungkin yang terjadi kepada dua orang anak kecil yang dikatakan bunuh diri, selain takut karena menghilangkan kunci ternyata keduanya mempunyai keinginan hidup dimasa pemerintahan yang mereka inginkan. Keinginannya tersebut bukanlah lahir karena tingkatan rasa emosi yang sederhana, namun telah hadirnya sebuah rasa yang kuat dan telah tertanam di dalam jiwa sehingga mereka benar-benar berani untuk mengakhiri hidupnya hanya karena menonton TV.

Sebenarnya apa yang ada dibenak kedua anak malang tersebut merupakan sebuah dunia mereka, dunia yang mereka lihat, rasa, dan dijiwai sehingga menimbulkan emosi yang benar-benar sudah mencapai tingkatan maksimalnya. Selain masih rentan terhadap apa yang dilihat dan dirasa ternyata kesigapan atau kontrol dari orang tua merupakan hal yang sangat penting untuk memantau apa yang anak kecil tonton.

Bagaimana mungkin acara di TV mampu membuat kedua anak ini berlaku seperti seorang yang dihipnotis? Bagaimana mungkin kotak kecil – TV – menjadi sebuah benda manis yang membuat manusia melakukan hal yang tidak begitu manis?

Dalam analisis deskriptip yang sangat singkat ini saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menggunakan teori-teori yang berhubungan dengan kedua masalah tersebut diatas dan barangkali teori yang tidak bisa dihindarkan adalah mengenai efek dari media massa (TV). Yang dimana didalam sejarahnya bisa kita temukan beberapa kegelapan-kegelapan yang tersembunyi dan menunggu untuk diungkapkan.

Kotak Kecil Yang Menggelapkan


Ilustrasi - Zakiiaydia
Kotak kecil yang menggelapkan tersebut mungkin hanya sebuah satu ruang dari beberapa ruangan yang menurut orang-orang ternyata menguntungkan. Dia itu adalah kotak ajaib yang bisa membuat orang berlama-lama diam layaknya seperti seorang anak kecil yang digiring oleh kehendak kotak itu.

Dan oleh karena didalam tulisan ini penjelasan bagaimana media sangat mempengaruhi kita dan perlu dijelaskan. Untuk itu mari kita sama-sama memahami media yang ada didalam kotak kecil itu dengan cermat dan bijak, tanpa harus terintervensi terlebih dahulu.

Kita masih ingat betapa perasaan kita dikacau balaukan dengan pemberitaan-pemberitaan yang dihadirkan oleh berita di TV mengenai berita Nazarudin. Kekacauan itu nampak pada kita berupa sebuah kebingungan mana pihak yang benar dan mana pihak yang tidak benar, kita menjadi terlalu sulit untuk memihak kepada siapa seharusnya kita benar-benar harus berpihak.

Kita juga masih ingat betapa perasaan kita sempat dinodai oleh sesuatu hal yang tak bisa ditebak sebelumnya. Bagaimana media pada saat itu mampu merengkul hati rakyat dengan iklan-iklan yang berdurasi pendek namun aduhai mempunyai efek yang begitu luas. Tapi pada akhirnya pun suatu kebohongan itu hanya menunggu waktu untuk diungkap. Lalu kecewalah orang-orang yang merasa dibodohi oleh iklan-iklan yang meyakinkan itu.

Maka benarlah apa yang diungkapkan Prof Mudjiarahardjo bahwa media sekarang sudah bisa dikatakan sebagai kekuatan setelah trias politica. Media bisa digunakan pihak penguasa untuk memudahkan apa yang diemban. Senada dengan hal tersebut Akbar S Ahmed menambahkan bahwa suatu ketika Carlyel berkata bahwa tiga elemen terbesar masyarakat Barat adalah serbuk mesiu, percetakan, dan agama protestan. Pada zaman sekarang, dia akan menambahkan yang keempat, yaitu media audio visual.

Media TV disatu ruang itu bisa kita bilang memang menguntungkan namun janganlah lantas kita tidak ingin mengetahui bahwa disatu ruang yang lainnya terdapat sebuah kegelapan yang menyesatkan dan membuat kita dibodohi. Tengoklah orang-orang Indonesia yang seringkali melontarkan hal-hal yang kurang disetujui mengenai perkembangan sinetron-sinetron yang ada di Indonesia. 

Namun jangan sangka bahwa terdapat banyak masayarakat yang nampaknya sudah dibuat seperti massa yang dikomandoi oleh sinetron tersebut, artinya masih banyak rakyat Indonesia yang – dengan sikap – setia – sambil berbungah-bungah didalam hati - menunggu hari esok untuk melihat kelanjutan sinetron yang membuat ia penasaran.

Hal ini menandakan kepada kita bahwa sekarang dunia sudah dilipat, dunia sekarang sudah menjadi sebagai televisi, Manusia sebagai pelakunya. (Ahmed) kata-kata tersebut nampak seperti sebagai sebuah hipotesis bagi  analisis ini, meskipun masih banyak yang harus dijelaskan. Namun apa yang ditulis oleh Akbar S Ahmed tersebut bisa jadi sebuah sebab kedua anak yang malang itu tanpa ragu menghabisi nyawa mereka sendiri. Kedua anak itu dirasa telah menemukan dunianya – dari terkaman citra TV – dan melakukannya didalam kehidupan nyata. Apa yang mereka rasa dari yang mereka lihat dan dengar telah membawa mereka berdua pada sebuah keinginan yang tak seharusnya ada.

Janganlah sampai kita menjadi seseorang yang digelapkan media, terlebih apa yang dikatakan Jim Morrison “Whoever control the media, control mind” begitu pula noam Chomsky yang dengan segan mengatakan bahwa media massa tidak lebih hanya sebagai penyambung lidah bagi yang berkuasa. Bila kita dikuasai media berarti kita telah masuk kedalam dunia mereka.

Tibalah saatnya untuk kita mempercayai bahwa media itu bisa membohongi, membodohi dan menyesatkan kita. Dan apa yang dijelaskan dimuka telah membawa kita untuk membuka dan mencari tahu tabir gelap yang ada pada kotak kecil tersebut. Untuk menelusuri bagaimana dunia yang dilipat, dunia sebagai televisi, manusia sebagai pelakunya. Saya menggunakan teori-teori yang berhubungan dengan media sebagai dunia baru bagi manusia, dunia yang diputar, pembalikan babak baru kehidupan citraan, yang pada akhirnya akan bermuara pada hiper-ialitas.

Ketidakadilan Yang Tak Nampak Namun Terasa


Suatu hari setelah saya menonton film yang dibintangi salah satu aktor beken hongkong yaitu Ekin Cheng, perasaan saya menjadi seorang yang kuat, super, dan benar-benar apa yang dicitrakan Ekin Cheng - sebagai seorang gangster yang disegani - telah merasuki pikiran dan rasa. Tidak hanya itu ketika didalam akhir filmnya Ekin Cheng sebagai pahlawan harus mati, ternyata hal ini sempat membuat saya sedih - sempat kepikiran untuk mati seperti dia - untuk beberapa hari kedepan. Begitu mendalamnya apa yang ada difilm tersebut, sedih sungguh, menyayat hati dan terbawa emosi pada diri melihat Ekin Cheng mati didalam film tersebut.

Lama-lama saya berpikir kenapa saya bisa seperti itu, saya merasa ketidak adilan sedang berada dekat dengan kehidupan nyata. Bagaimana mungkin saya sebagai penonton bisa merasakan kesedihan yang terus menghantui pikiran? Apakah Ekin Cheng juga sama seperti itu ketika ia membintangi film tersebut? Namun ternyata dia hidup kembali didalam film-film lainnya. Benar sekali ketidak adilan yang tak nampak ini telah merasuki pikiran yang tidak seharusnya.

Apa yang terjadi pada saya mungkin sama terjadi kepada kedua anak kecil yang malang itu, bedanya mereka masih labil untuk berpikir secara jernih. Bahwasanya keinginan mereka untuk mati sehingga bisa mengunjungi tempat yang diinginkan itu didapat karena mereka ingin seperti seorang yang kembali kepada masa lalu yang ia dapatkan dari menonton TV. Adalah rasa yang didalamnya emosi yang tengah bermain, dimana kedua anak malang itu sangatlah rentan bila disajikan film-film yang diluar imaji atau fantasi yang berlebihan.

Seperti yang dikatakan oleh Direktur Pusat Penelitian Pemuda, dan Anak China, Sun Yunxiao, kemungkinan kedua anak itu, terinspirasi film tersebut, karena anak seusia mereka kaya akan rasa ingin tahu, tetapi miskin kebijaksanaan.
"Saya telah mendengar anak-anak melompat dari gedung tinggi setelah menyaksikan aktor terbang dalam pertunjukan sulap. Ini jenis perilaku meniru, dan merupakan sifat anak kecil, tetapi sangat berbahaya. Jadi kita harus memberikan semacam peringatan bagi anak-anak di program TV," katanya seperti dikutip Dailymail. (Tribun News)

Lalu bagaimana Media TV bisa sebegitu hebatnya membuat anak tersebut berbuat demikian? Adalah suatu kemungkinan bahwa mereka telah dirasuki oleh berbagai simulasi-simulasi yang pada akhirnya akan membuat mereka sulit membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak nyata. Keaslian atau kepalsuan sulit diterawang karena pada dasarnya realita yang nampak sekarang sudah tak diikat bentuk aslinya, realita sekarang rentang terhadap realita bentuk kedua.

Hiper- Realitas, dan Dunia Sebagai Televisi, Manusia Sebagai Pelaku


Ilustrasi
Kesulitan yang diterima oleh kedua anak malang tersebut adalah suatu kesulitan yang datang dari bagaimana mereka membedakan antara realita dan yang fantasi. Bila mereka pada akhirnya berdamai dengan kesepakatan yang menjadi penuntun mereka kepada kematian sebagaimana yang dicitrakan dalam film, maka mereka menganggap yang nampak itu adalah realita. Kita barangkali setuju untuk mengatakan yang telah terjadi kepada kedua anak malang tersebut sebagai sebab dari yang dikatakan Baudrillard sebagai Imasyarakat yang diam. Masyarakat yang tengah tersihir oleh kepalsuan isu-isu yang dicitrakan lebih oleh mereka.

Bila tidak ada suatu penyanggah untuk sedikit saja mempertanyakan apa yang ada didalam TV tersebut, maka tidaklah salah kita tengah berada didalam penenggelaman realitas, menyederhanakan berbagai isu, dan ini membahayakan, dan mempengaruhi berbagai peristiwa, media bagaikan iblis zaman ini, ada dimana-mana dan berkuasa. - Jean Baudrillard -

Bila kita digelapkan maka kitapun sulit untuk membedakan mana yang bersifat imajinasi atau fantasi, karena yang dicitrakan oleh media tersebut telah merasuki jiwa-jiwa rasa-rasa sang penonton. Alih-alih kedua anak yang malang itu telah mendapatkan makna yang disampaikan oleh media film tersebut, akan tetapi mereka tidak jauh seperti orang yang kebingungan diantara dua dunia.

Adalah apa yang ditawarkan media TV, yang didalamnya bisa kita terawang terdapat suatu trik untuk memproduksi – simulasi -, menjadi sebuah masalah bagi Baudrillard dan Paul Virilio. Dengan tegas dia mengatakan bahwa makna telah dinodai dengan sesuatu yang nyata tanpa asal usul atau realitas, hyperialitas. 

Oleh karenanya kedua anak itu bisa dikatakan tengah terjebak diantara dua dunia yang keduanya sangat membingungkan. Trik tertentu dalam produksi (terutama dalam media massa, film dan video) telah memapukan manusia masa kini hidup dalam dua dunia. Trik yang secara cerdik diterapkan, kini memapukan kita membuat yang supernatural, khayali bahkan yang tidak mungkin menjadi tampak. - Paul Verilio -

Kedua anak tersebut telah dirasuki ruang baru yang dilahirkan simulasi-simulasi tersebut, yang disebut ruang simulacrum, ruangan gelap yang diterangkan dalam cahaya putih suci tak berdosa, menuntunnya kepada hal yang tidak semestinya. Ruangan yang bisa membuat manusia menyaksikan dan mengalami realitas, fantasi, hallusinasi, dunia supranatural, science fiction atau dunia scara total hanya dengan menkonsumsi acara TV ata film tiga dimensi. - YAP -

Mereka telah dihadirkan sebuah fantasi yang dirubahnya menjadi sebuah hal yang nyata, karena dunia mereka sudah dipenuhi sebuah panaroma keaslian yang semu, sunyi akan kenyataan. 

Barangkali sekarang kita sudah sedikit berinjak dari pijakan awal kita untuk mencapai beribu pijakan yang harus ditelusuri lagi. Namun apapun itu pijakan awal adalah pintu untuk mencerahkan beberapa langkah kedepannya. Titik temu dari efek yang didapatkan oleh kedua anak malang dan saya tersebut adalah efek hyperealitas. Tepatnya adalah ketika tampak sangat benar dan sangat sesuai dengan realitas itulah citranya sangat kejam. - Baudrillard - 

Ketika efek yang ditampilkan telah merasuki sisi nyata kehidupan kita, maka tak pelak kita memainkan sebuah peranan palsu yang dihadirkan dalam kehidupan nyata. Kematian yang dipercayai mereka dalam sebuah film, untuk bisa kembali ke suasana dinasti Ming yang diharuskannya seorang itu mati terlebih dulu. Menjadi sebuah kenyataan yang lahir karena ketidak berdayaan manusia akan taqdir, yang dilakukan kedua anak malang dialam yang nyata.

Konsekoensi mereka yang masih minim akan pengetahuan membedakan telah sangat mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang super yang ditampilkan film-film di TV. Karena apa yang ditawarkan TV, dengan perkembangan dan kritikan-kritikannya, telah kehilangan suatu pijakan awal substansinya, dan digantinya dengan hal yang semu, tanpa asal usul dan realitas nyata.

Sekarang tentukanlah diri anda, apakah anda akan hidup ditengah belantara kepalsuan yang menyerang pikiran? Apakah anda akan terus histeris dengan apa yang ditawarkan film-film TV tanpa mempertanyakan kembali bahwa kehidupan alam nyata lebih kompleks dari yang dilihat? Ataukah kita akan menguasai apa yang mereka tawarkan?


Daftar Rujukan

Ahmed, S Akbar, 1992. Postmodernisme, bahaya dan harapan bagi Islam. England. Routledge.

Titus, Smith, Nolan, (terjemahan) 1984. Living Issues in Philosophy, 7th Edition. Jakarta.. Bulan Bintang.

Piliang, Yasraf, 1999. Hiper-Realitas Kebudayaan. Yogyakarta. LKIS.

http://www.tribunnews.com/2012/03/09/dua-remaja-di-china-bunuh-diri-gara-gara-kunci-rumah-hilang. Dua Remaja di China Bunuh Diri Gara-gara Kunci Rumah Hilang.

http://www.stephen-hand.net/2011_05_01_archive.html, Image on The Cinema of Absence Film's Retreat From Total Reality. 

http://ispr.info/2011/07/29/hyperreality-helmet-uses-kinect-to-create-an-out-of-body-experience/. Image on HyperReality helmet uses Kinect to create an out-of-body experience.

http://serikatpaint.blogspot.com/2010/10/hyperreality-tv_11.html. Image on Hyperreality TV.

Ilustrasi

Sebuah Pengantar


Dunia ini pada sebagian sisi masih diliputi sisi gelap dari masa lalu yang amburadul. Masa lalu yang penuh kontradiktif bila dipikir ulang secara rasional. Bagaimana mungkin hal ini terjadi adalah sesuatu permasalahan yang harus diberantas sedemikian cepatnya.

Bila dikaji ulang, kehidupan manusia ini atau cara pandang manusia sejak 3 abad dasawarsa terakhir tidak akan terlepas dari pemisahan-pemisahan yang kerap masih bisa dipersatukan kembali, bahkan mungkin saat ini sedang berbaur bersama kita.

Dengan runtuhnya pihak pramodern atas ketidakberdayaan nalar terhadap rasio telah menimbulkan sikap yang baru bagi perkembangan peradaban. Modernitas muncul sebagai sebuah alternative baru dalam kancah mencari jati diri manusia, klaimnya untuk memperbaiki dan melepaskan diri dari kekangan yang dianggapnya menggerogoti sikap skeptis mereka.

Dari semenjak itu dunia dengan keberhasilan tekhnologinya membaur bersama dalam satu atap yang kemudian hari mungkin akan menjadi satu rasa bahkan satu mutlak. Pemahaman kampung global atau implosionnya Baudrillard pada akhirnya akan menjadi sebuah jawaban yang sedang menunggu kita dia akhir babak.

Tidak dibarat atau ditimur, selatan dan utara pasti merasakan dampak dari sejarah rentetan peralihan ini. Sejarah yang melekat pada diri manusia, artinya hanya pada mereka yang mengertilah sesuatu tulisan ini akan dimengerti.

Kehidupan manusia pada masa sekarang ini terbagi kepada beberapa pandangan yang berbeda, suatu pandangan yang sebenarnya sangat berkelindan, satu sama lain adalah merupakan satuan kausal yang tak terelekan. Beberapa ilmuwan telah membaginya kepada sebuah term yang sudah biasa terdengar oleh telinga kita. Sebut saja apa yang dikatakan mereka itu adalah semacam tradisional, modernis, pascamodern, neo dan sebagainya.

Tidak akan habis 10 atau 20 lembar untuk mengurai sejarah panjang peralihan ini, namun apa yang dikatakan saya tadi, bahwasanya hidup kita ini adalah pembauran dari semuanya. Ada orang yang mengklaim mereka seperti/termasuk pada kalangan ini atau yang lainnya.

Seperti yang akan saya bahas didalam tulisan singkat ini, saya akan berpendapat bahwa terdapat pembauran yang seharusnya dikaji ulang kembali keberadaannya didalam zaman yang terus berkembang. Namun apa yang akan terus berkembang tersebut tidak harus perlu mengkaji ulang keberadaan sang maha Khalik berserta aturan-aturan yang diperkenankan untuk kita. Karena ketidak terlihatan alam kedua – setelah perginya kita dari alam pertama ini – adalah suatu jawaban yang sangat pasti, yang menimbulkan sebuah kepercayaan dan keyakinan.

Meskipun dalam kepercayaan dan keyakinan tersebut selalu memunculkan resiko dan bahaya, yang pada akhirnya akan membuat orang frustasi dan memusnahkan pandangan kepercayaan tersebut (Lihat Giddens). Tapi masih ada suatu iman yang menjadi benteng yang memperkokoh suatu rasa kepercayaan dan keyakinan tersebut.

Baiklah dalam tulisan kali ini saya akan menjelaskan sedikit permasalahan yang saya alami sehari-hari. Sebagai suatu refleksi dari pandangan ketidak berdayaan manusia pada dirinya sendiri serta pembauran-pembauran yang mewarnai. Artinya manusia disatu sisi dengan pemahaman yang benar-benar jauh melanglang buana bisa menimbulkan gelak tawa yang dipertanyakan diera sekarang. Manusia tersebut adalah “PERAMPOK BUGIL DIDALAM RUMAH”

Manusia dan Kehendak Memaksakan Diri


Seperti yang telah dikatakan tadi diatas, kehidupan manusia pada saat ini sangatlah seperti gorengan bala-bala, semua rasa, perbedaan dari ego rasa nikmat buah tersebu berbaur dan tidak ada yang terpisah.
Apa yang dikatakan oleh Akbar S Ahmed dalam bukunya tentang kesarjanaan muslim yang membaginya kepada tiga tahap yaitu, kaum tradisional, modernis, dan radikal. Dan senada dengan hal ini Anthony Giddens mengklasifikasi perbedaann tersebut dibagian-bagian awal bukunya dengan tradisional dan modernitas.

Sebenarnya inti dari semua ini terletak pada tingkatan-tingkatan pola tindak manusia didalam kehidupan dengan cara memaknai diri. Tidak usahlah kita mendramatisir orang-orang tradisional, radikal atau modernis.

Tapi kemunculan untuk mendramatisir atau lebih kejamnya mengkritik itu ada karena pada tingkatannya tersebut selalu memunculkan watak kegelapan, sisi ruang yang belum tersentuh cahaya-cahaya. Pandangan dari tradisional menurut modernis kehilangan dan mengekang, sementara itu, banyak orang-orang mempertanyakan konsekuensi modernitas (Giddens), dan setelahnya juga adalah suatu yang menjadi objek baru bagi pencari jati diri (baca Adorno)

Manusia dengan kehendak memaksakan diri sebenarnya adalah suatu istilah untuk mempertanyakan kembali apakah yang ada pada anggapan dirinya – dari masa lalu yang dihormati dan simbol dihargai (Giddens) - masih relevan digunakan pada kenyataan yang terbukti mengelakan? Jawabannya pasti mengarah pada “letak/pada tataran mana atau ada sebagian yang benar-benar tidak berdaya dizaman sekarang ini.

Dengan bekal seadanya dari warisan-warisan terdahulu yang bisa ditepis oleh para skeptis menjadi sebuah kelemahan bahwa manusia benar-benar mempunyai kehendak memaksakan diri.

Seperti inilah yang telah terjadi pada manusia yang pada akhirnya mempunyai nama beken ‘Maling bugil’. Ketidak berdayaan yang ada pada dia adalah sebuah ketidakberdayaan hal yang dia percayai sebagai sebuah alat pasti , dihadapan satu alat tekhnologi modern yang menghempaskannya.

Maling tersebut – dikirannya - mampu memperdayai orang rumah dengan cara membuka bajunya serta celana dan tidak lupa dia menggunakan ajian yang memungkinkan tubuhnya tidak terlihat oleh manusia.
Disatu sisi kita bisa lihat bahwa masih terdapat orang-orang yang memegang teguh tradisi dari warisan yang berkepanjangan, maling tersebut salah satu contohnya. Namun disisi lain ternyata ilmu serta zaman telah berubah segimana mestinya.

Watak Manusia dan Maling Bugil


Manusia dimanapun itu pernah merasakan pengingkaran, begitu pula yang terjadi pada maling bugil di semarang. Bukan saja dia mengingkari aturan Allah yang melarang kita untuk mencuri namun dia pun mengingkari aturan-aturan manusia bahwa ‘jangan telanjang dimuka umum’. 

Sekarang dengan watak dia sebagai manusia yang mengingkari, dan ketidak berdayaan warisan yang ia percayai terhadap salah satu alat tekhnologi, telah menyebabkan dia mempunyai sebuah video wow yang ditonton diseluruh Indonesia.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh maling bugil tersebut mungkin sebuah keputusan dari ketergesa-gesaan. Ketergesa-gesaan dari kondisi kemanusiaan (Sartre) sebagai makhluk hidup dibumi ini. Karena terdesak kebutuhan ekonomi mungkin bisa dijadikan alasan dia untuk menyangkal, tapi apakah dengan maling seperti itu kebutuhan ekonomi yang berskala bisa dibereskan?

Dikatakan pelaku tengah menggunakan ajiannya Welut Putih dan Penyirepan untuk memuluskan aksinya menjarah komputer jinjing dan uang (Jogja OkeZone). Inilah suatu yang menjadi permasalahan di era sekarang. Bahwasanya hal-hal yang seperti itu, faktanya, tidak berdaya pada salah satu kamera pengintai ciptaan era modern.

Namun tidaklah kita pantas untuk terlalu membicarakan ketidakberdayaan tersebut disini, karena jawaban yang akan terlontar – bila saya benar-benar membicarakan – akan ada satu sisi yang bertolak belakang dengan pemahaman saya.

Cukuplah saya hanya membicarakan ketidakbergunaan ilmu tersebut bila digunakan untuk merugikan orang lain. Bagaimanapun juga ilmu – apapun itu – tidak berguna bila digunakan untuk mencuri, membunuh dan sebagainya.

Maling Bugil Menunggu Ditangkap


Ilustrasi
Telah dibicarakan diatas bahwasanya betapapun kita hidup di era yang serba digital ini ternyata masih ada beberapa orang yang masih memegang teguh ketradisionalannya. Disatu sisi kita harus menghormati apapun itu yang datang dari masa lalu yang berguna.

Disisi lain kita harus sedikit berdamai dengan masa sekarang, yang selalu berusaha untuk mengedepankan rasio dari nalar. Hal-hal yang benar-benar tak berdaya ditambah dengan tujuan yang tidak berguna meskipun membaur diera sekarang, ternyata tidak dapat dijadikan sebuah pelajaran. Melainkan sebuah gelak tawa yang akan dirasakan orang-orang sekarang.

Anda sendiri yang bisa mengarahkan diri sendiri, mau bergerak kemana anda melangkah adalah anda sendiri yang melakukan. Bila ingin terus melangkah dengan pasti, gunakanlah akal dan budi karena bagi Socrates, plato dan pengikut-pengikutnya mereka orang pandai adalah orang yang bermoral. Mengetahui yang benar berarti melakukannya. Kejahatan adalah akibat dari kebodohan. (dalam Titus, Smith, Nolan)

Saran saya adalah pikir-pikirlah beberapa kali untuk melakukan maling, apalagi dengan tindakan yang tidak manusiawi – tindakan yang tidak seharusnya dilakukan manusia – yaitu telanjang. Semakin bertambahlah pertanyaan-pertanyaan yang akan terlontar bagi orang-orang sekarang. Apakah manusia seperti itu telah terlepas dari kehendak manusia yang mampu berkembang dan mempertahan diri menggunakan akal dan budi pekertinya?


Sore-Sore, 20/Feb/2000, Bandung. Waktu itu Ishadat sedang kebingungan mencari makanan, kebingungan yang ia rasakan seperti seekor semut mencari gula didalam susu. Ishadat sebetulnya sudah tahu bahwa banyak makanan yang bisa dia beli namun dengan banyaknya itu justru Ishadat kebingungan untuk memilihnya. 

Terlebih ia mempunyai sifat yang berbeda dengan yang lain, perbedaannya itu terletak pada keinginan dia untuk bertanya "Apakah dengan banyaknya makanan membuat kita bebas memilih?" Apakah rasa kebebasan itu datangnnya dari para pemilik makanan yang berbeda tersebut?" Ataukah aku hanya sebagai seorang yang selalu dikomandoi oleh para pemilik makanan itu?" Baginya kebebasan yang seperti itu bukan kebebasan berkehendak yang dia harapkan, melainkan kebebasan kehendak orang lain.

Ishadat berjalan terus ke arah jalan raya, sebelum akhirnya dia menemukan tukang gorengan yang sedang memasak. Tanpa banyak bicara ia langsung menuju lokasi tukang gorengan berada, ia sudah biasa untuk makan diluar - tanpa dibawa kekotsan -.

Akhirnya perut Ishadat bisa diisi juga, dan ia mulai merasa lega dan segar karena cabai yang diberikan tukang gorengan itu sangatlah nikmat. Ishadat wajahnya terlihat bingung, mungkin karena dia baru pertama kali merasakan gorengan yang enak ini. Gorengan favorit yang paling enak menurut Ishadat adalah Bala-bala (Sejenis makanan ringan yang digoreng)

Dengan rasa kebingungan sambil mengenyam gorengan, ia lantas bertanya kepada tukang gorengan tersebut:
  • Ishadat: "Mang, bala-bala itu apa sih?"
  • Mang Langka: "Bala-bala itu adalah masa-masa dimana kebersamaan seolah menunggu waktu untuk dimakan."
  • Ishadat: "Widih keren amat jawabannya mang, tapi kebersamaan apa maksudnya mang?"
  • Mang Langka: "Bala-bala, didalamnya terdapat beraneka ragam sayuran dan ketika Mang mengolah keberaneka ragaman itu atau perbedaan sayuran2 itu akan berada pada tingkat yang sama."
  • Ishadat: "Apa yang dimaksud dengan tingkatan itu, mang?" Ishadat sambil menggares cabai.
  • Mang Langka: "Yang lagi dimakan Adek - Bala-bala - itu adalah suatu perbedaan pada tingkat yang sama, dan bila ada pembeli yang memakan bala-bala, jarang dari mereka yang mengatakan/komplen "Mang, ini wortelnya buruk, kol nya tidak enak, terigunya kurang cocok. Hal itu terjadi karena mang mengolahnya dengan baik. Apa yang menurut mereka Kol itu sayuran yang baik, wartel itu baik untuk mata, tapi ketika sudah menjadi bala-bala semua tingkat itu sama rata sama rasa.
  • Ishadat: "Widih, jawaban mang mantap-mantap nih. Oh ia mang, pernah dengan sengaja memasukan sayuran yang sudah tidak layak? Ishadat berkata sambil makan bala-bala.
  • Mang Langka: "Ia pernah, tapi tadi sudah dikatakan bahwasanya nilai rasa enak - yang ada pada perbedaan - itu adalah pada peleburan dari sayuran. Perbedaan rasa didalam kebersamaanya tertutupi oleh rasa sayuranlain, olahan minyak, terigu dan macam-macam, yang penting itu bagaimana mang bisa menghasilkan uang."
  • Ishadat: "Kalau didunia ini tidak ada bala-bala, apa yang akan terjadi mang?" Celetuk Ishadat.
  • Mang Langka: "Dunia ini akan baik-baik saja sebagaimana mestinya. Orang-orang yang kehilangan bala-bala masih bisa makan koq."
  • Ishadat: "Oh ia juga yah. Mang kalau nilai rasa enak pada sayuran asli sama sayuran yang sudah menjadi bala-bala, apakah ada bedanya tidak?"
  • Mang Langka: "Engga tau de, mang bukan pakar kesehatan. Tapi mang suka lihat bahwsanya ada bahaya yang ditimulkan dari makanan yang digoreng."
  • Ishadat: "Loh, terus bagaimana pendapat mang setelah menonton acara tersebut?"
  • Mang Langka: "Ya, ndak tau de, kan mang sudah ngomong tadi, mang bukan pakar dari kesehatan, pakar dari pengamat sayuran, pakar dari apapun." Wajah mang Langka terlihat merah.
  • Ishadat: "Oh begitu yah mang." Sambil makan bala-bala lagi. Mang kasihan yah sayuran yang berbeda-beda jadi satu rasa?" Sambil makan bala-bala lagi.
  • Mang Langka: "Ia juga sih de, tapi bagaimana lagi, mang kan harus cari uang."
  • Ishadat: "Mang bisa engga cari perkerjaan lain?" Sambil mengunyah bala-bala lagi, tambah cengek.
  • Mang Langka: "Ada sih de, rencana mang ingin berganti profesi."
  • Ishadat: "Wah apa itu mang?" Sambil membawa bala-bala lagi.
  • Mang Langka: "Mau jadi pembuat Pizza de."
  • Ishadat: "Jiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah Mang!! *Mode unyu unyu. "Itu mah sama saja mang, malah tambah banyak sayuran yang sama rata sama rasanya donk."
  • Mang Langka: "Habis bagaimana lagi de, hidup dinegeri ini susah banget kepengen kayanya. Malahan cepat miskin karena orang kaya - pejabat-pejabat - lagi demeun nya nyolong uang rakyat."
  • Ishadat: "Hehehe memang yah mang yang berkuasa itu seolah berkuasa pada manusia, padahal mereka ciptaan Allah, dan Allah juga yang menciptakan kitam tapi koq ada yang berkuasa dan yang tidak?"
  • Mang Langka: "Engga tau lah de, mang bukan pakar politik."
  • Ishadat: "Mang kenapa tidak menjadi pengusaha sayuran aja atuh?" "Padahal untungnya gede loh mang."
  • Mang Langka: "Mang juga sih pengen de, karena sayuran memiliki khasiat yang tinggi untuk kesehata."
  • Ishadat: "Oh setuju mang." Sambil makan bala-bala yang ke 10.
  • Ishadat: "Mang jadi berapa semuanya? Saya mau pulang!"
  • Mang Langka: "Tadi ngambil apa aja de?" 
  • Ishadat: "Saya tadi ngambil 10 bala-bala plus cengek mang."
  • Mang Langka: "Harganya jadi 3500 rupiah de."
  • Ishadat: "Jiaaaaaaaaaaaaaaah Mang. *Mode mata buleut ala Kenshin.
  • Ishadat: "Murah amat Mang, cabe nya gratis lagi."
  • Mang Langka: "Ia gitulah de, mungkin karena persamaan/kebersamaan itu murah harganya (dibanding sayuran asli).
Ishadat sekarang tambah bingung meski dengan perut yang sudah kenyang. Heran koq ada yah peleburan persamaan dari nilai rasa enak itu.

Hujanpun turun dengan lebatnya dan Ishadat lari dengan kencangnya menuju kotsan.