ARCHIVE

Default Thumbnail

Aku seperti sekarang ini karena uang, uang aku habis. Untungnya aku bisa menempati yang aku tuju, sekarang saatnya mencari uangku yang kemarin habis.
Sepenggal kalimat diatas adalah suatu bagian penting dalam tulisan ini. Apa yang dimaksud dan terkandung didalam kalimat diatas adalah suatu keinginan busuk dari seseorang setelah menjadi apa yang dia inginkan, perilaku diatas sama dengan apa yang kita kenal dengan istilah MUMPUNGISME.

Seperti faham dalam filsafat saja ada isme nya, tapi sebagian ada pembenaran yang bisa dijelaskan terkait sama tidaknya dengan faham-faham isme lain-nya. Apa samanya? Samanya mumpungisme juga dianut oleh segeintir orang, dan menjadi bahan pemikiran mereka sendiri.

Yang menjadi sorotan disini adalah para pejabat negeri kita tercinta ini, apalagi mereka yang telah tertangkap terkait "dugaan" korupsi. Mereka-mereka adalah para pengikut mazhab mumpungisme, mereka merampok uang rakyat ketika uang selalu berada banyak dimata mereka. Seolah mereka melupakan rakyat yang masih banyak membutuhkan bantuan.

Terlebih sekarang ini kita benar-benar terpukul dengan berita anggaran yang dikeluarkan oleh para petinggi/pejabat negeri kita ini. Uang yang mereka anggarkan itu aduhaaaaaaaaaaaai banyak sekali, yang kalai dikalkulasikan bisa menghidupi orang-orang yang membutuhkan.

Yah biarlah mereka menikmati kenikmatan dunia, kesenangan dunia ketika menjabat. Soalnyakan menjabat itu hanya sebentar, tapi masuk menjadi pejabat itu menghabiskan uang yang aduhai banyak. Pantas saja mereka itu kita sebuh penganut madzhab mumpungisme.

Kita ini bagai pohon
Yang menghunus tanah
Menjulang tinggi menatap langit
Melebur diri dengan bumi


Seperti kita!
Pada manusia tampaklah sama
Menghunus bumi
Melebur dengan tanah
Aku sang tangkai
Dan engkau lah dedaunnya
Hidup berdampingan
Karena hakekatnya kehidupan itu berpasangan


Setiap detik, menit yang terlewati
Sehelai demi sehelai dedaunnya berguguran

Aku yang semakin tak kuat menahan beban
Dan engkau yang semakin pekat kekuning-kuningan
Aku yang mungkin telah beruban
Dan engkau mungkin jualah semakin renta

Berterbangan menyebar pada tanah
Namun belum habis pada kita suatu ketiadaan
Karena disisa menit yang ada
Sisa daun masih menempel pada tangkai

Suatu waktu mungkin badai akan menerjang
Menghantam keberadaan kita
Siagalah kita pada yang namanya kehidupan
Ini bukan dari sebuah keabadian

Adakalanya kita nanti terpisah
Aku mungkin ditebang, tercerabut dari akarnya
Engkau terlepas padaku
Berguguran dan tak bersatu

Namun itu tidak sekarang
Kita engga tahu kapan
Sekarang kita ingin berdoa
Kepada Maha Pencipta Alam

Agar senantiasa hujannya membasahi setiap lingkup kita
Terangnya menerangi setiap jalan kita
Sinarnya menghangatkan kita
Serta malam-nya kita kembali menyambung doa

Karena pada-Nya lah jiwa ini terarah
Seperti sebentar saja jiwa ini mampir pada bumi
Kita ini bagai pohon
Yang tumbuh dibimbing oleh-Nya

Kita ini bagai bermain
Yang padanya keabadian secara nyata berada
Suatu hari aku merindu menjadi tangkai penghuni syurgawi
Dan mungkin engkau akan menjadi lebih dari dedaunnya
Mungkin engkau menjadi setiap serat yang lebih dekat
Atau mungkin kita akan bersatu, semua itu kehendak yang berkuasa
Siapa tak mengenal Apriyani Susianti? Nama ini ditahun ini seakan melejit bak artis yang sedang naik daun. Media massa seakan tak kenal lelah untuk terus mencari prihal-prihal terbaru tentang berita yang berhubungan dengan kejadian yang dialami Apriyani Susianti. 

Nama Apriyani melejit bukan karena dia terkenal karena kepiawaiannya didalam dunia artis, malahan bisa disebut dia melebihi artis. Dia bisa bersikap dingin ketika sudah menabrak 9 orang manusia sampai tewas. Dia terlihat santai seakan kejadian itu adalah hal yang sangat biasa, dan sepele. 

Siapakah dia sebenarnya? Berasal darimanakah dia? Tentu jawabannya adalah dia adalah sama dengan kita, dia adalah manusia yang sama berasal dari Allah Maha Mulia. Kita semua sudah ditentukan jalan hidupnya masing-masing, namun naas yang dialami oleh Apriyani Susanti lebih mengerikan. 

Andaikata dia tidak berkenalan dengan yang namannya narkoba, mungkin dia tidak akan mengalami kejadian seperti itu. Kesalahan dia didalam memaknai hidup yang seharusnya untuk bersyukur dan taat kepada Allah Maha Mulia, seharusnya menjadi pembelajaran penting untuk dia umumnya dan kita khususnya agar selalu berhati-hati dengan hidup. 

 Barangkali kejadian yang telah kita ketahui dengan seksama ditugu tani bisa menjadi sebuah renungan yang harus disimpan didalam lubuk hati. Banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan dari kejadian ditugu tani, semisal kita harus selalu siap untuk mati, kita harus siap menghadapi hidup yang bisa memudarkan kita dan lain-lain.

Betul sekali bila saya mengatakan bahwa kejadian ini adalah gara-gara Apriyanti Susianti. Yang banyak membuat orang-orang tidak mampu menahan rasa jengkelnya adalah dengan melihat Apriyanti yang sedang memakai narkoba, sesudahnya dia terlihat dingin serasa tak punya hati untuk meneteskan air mata. 

Apriyanti dan Akibatnya

Pada pagi dan sore tadi saya sempat melihat berita mengenai kejadia tugu tani. Kejadian yang sangat memukul para korban yang ditinggal. Tapi dalam berita yang saya tangkap tadi adalah adanya suatu kekonyolan yang membuat saya ingin senyum sedih sembari ingin bertanya. 

Bertanya apa? Saya ingin bertanya mengapa sesudah kejadian tugu tani dikaitkan dengan kejadian-kejadian yang aneh. Ada orang yang mengatakan “disana aku melihat orang sedang nangis”, “disana kaki aku serasa ada yang narik”. Dan ada yang lebih parah lagi nih, ada seorang perempuan yang bilang bahwa sekarang aja (ketika disorot TV) sedang duduk salah seorang korban didepan kita. 



Sungguh luar biasa dengan kemampuan yang dimiliki perempuan tersebut? Tapi bagaimana mungkin kita seorang manusia yang tiada berdaya mampu melihat ruh yang sudah mati? Sedangkan didalam hadits dikatakan bahwa sesungguhnya ruh itu bukanlah urusan kita. 

'Wahai Abu Qasim, apakah ruh itu?' Maka, [Nabi saw. diam, tiada menjawab sama sekali]. Dan dalam satu riwayat: Maka beliau berdiri sesaat memperhatikan), [sambil bertelekan atas pelepah kurma, sedang saya di belakang beliau 8/188]. Maka, saya berkata, 'Sesungguhnya beliau sedang diberi wahyu.' [Saya mundur dari beliau sehingga wahyu selesai turun], lalu saya berdiri di tempat saya. Ketika jelas hal itu, beliau membaca, "Yas-aluunaka'anir-ruuhi, qulir-ruuhu min amri rabbii, wamaa uutuu minal-'ilmi illaa qaliilaa" 'Mereka bertanya kapadamu tentang ruh. Katakanlah, 'Ruh itu adalah urusan Tuhanku.' Dan mereka tidak diberi ilmu melainkan hanya sedikit'. Al-A'masy berkata, 'Demikianlah bacaan kami.'[35] [Lalu sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain, Tadi sudah kami katakan, jangan tanyakan kepadanya!'].

Akibat dari kejadian tugu tani ini sangatlah memilukan, banyak hal yang memilukan baik yang bersifat personal yang terjadi pada keluarga yang bersangkutan maupun kepada khalayak (setelah pemberitaan media massa) Salah satu akibatnya adalah keinginan untuk berkomentar betapa tidak mengertinya kalau saya mengamini bahwa ruh-ruh orang yang tertabrak itu masih ada ditempat kejadian, mereka tidak menerima kalau mereka mati dengan keadaan seperti itu. 

Yah gara-gara Apriyani, jadi banyak pemberitaan-pemberitaan yang kurang saya mengerti secara kasat mata. Sudah sebaiknya yang sekarang harus kita perhatikan adalah bersyukur kita masih diberi waktu untuk beribadah kepada Allah Maha Mulia. Untuk keluarga telah meninggal hanya dengan doalah kita bisa membantunya.

Suatu keniscayaan yang pasti bahwa kita semua akan kembali kepadaNya, kepada Dia Maha Pencipta Semesta Alam. Untuk sekarang sering-seringlah kita memanjatkan doa yang selalu dikumandangkan oleh para Nabi kita. Doa yang sangat mulia yang harus kita rindukan, yaitu mengharap wafat dengan keadaan berserah diri dan selamat bersama orang-orang yang shaleh:

Rabbi qad aataytanii mina lmulki wa'allamtanii min ta/wiili l-ahaadiitsi faathira ssamaawaati wal-ardhi anta waliyyii fii ddunyaa wal-aakhirati tawaffanii musliman wa-alhiqnii bishshaalihiin
[12:101] Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takbir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.

Semoga Allah selalu mencurahkan cahaya keselamatannya untuk kita semua, amin.


Firstly, i wanna say thank to my all beloved friends who has given me a wonderful moment that i never forget. Do you wanna know what was the moment i had? Yeah let's get to look at the picture below:
 
Do you see me on the picture above? Yeah i am the one that use a heat, two others are my close friend. We went to the mountain last weeks to do what we miss as long live in a global era. I mean by the globalization, there's something that we must know how it's dangerous the globalization that came from western. 

I myself always remember the word that said by philosopher known as baudrilard. He said that the globalization has something like a bomb, like a time boom, it has implosion. Implosion is something that will make everything in the world same (plural).

That is why in the second sentence i said that we miss something in a village, in a locality. It's also shown that i am afraid to lost of our culture that has different view than western. When the globalization era has more grow rapidly, it means that more our next generation will be living in a digital native.

Some people have their answer to perceive this statement. There is a people that considered it as an advance, the other side said that it decreased. How we can say it an advance if we don't know how to conserve our locality as well?

Of because that problem, i invite you to more love our culture than other. We have a great civilization, we have a lot of culture, but why do we have to follow any strength culture? Why do we have to dance like a girl band, boyband that to jaipong dance, reog dance? The answer is in you :)

HARVEST TIME

I was on the wide mountain, a big mountain in my hometown. I can look all around Bandung, some of Sumedang city. Thank to God for still gimme a time to think how bigger your Majesty.

Unfortunately we come at the right time, so we can join to the society that lived in Palintang and help them to crop a potato. So let's see the picture below:


Sinan Koca
Bumi dan manusia sebagai penghuni yang mampu menciptakan peradaban yang begitu aduhai memang benar-benar kita temui. Meski kemewahan yang aduhai tersebut tidak berupa kejadian ketika kita berada melainkan dengan melalui artefak kuno, bangunan yang megah bahkan ukiran-ukiran digunung. Kesuksesan manusia didalam zamannya mereka berada tidak boleh kita lepaskan dengan rezeki yang diberikan penguasa manusia, yaitu Allah Maha Mulia. 

Seyogyanya kita sebagai ciptaannya haruslah selalu mensyukuri nikmat indah yang diberikan oleh Allah Maha Mulia. Sehingga pemberian diduniawi menjadi sangat bermakna dan diridhai oleh Allah Maha Mulia.Sejarah mencatat bahwa diseantero bumi ini banyak melahirkan peradaban-peradaban yang sungguh bila dipikirkan sekarang sangat sulit menebak bagaimana semua itu bisa dibuat sebegitu aduhainya. 

Kita tengok ke peradaban mesir dizaman fir'aun. Dimana kita bisa menyaksikan beberapa artefak kuno, kuburan yang mewah, piramida yang menjunjung tinggi menenggadah kelangit, patung-patung para raja mesir yang sangat besar terbuat dari emas dan beberapa harta yang disimpan bersama mayatnya.Masih banyak sekali sisa-sisa peradaban yang tidak disebutkan didalam tulisan ini semisal borobudur, tembok besar, istana megah dan lain-lain. Namun yang paling bisa kita rasakan saat ini adalah rasa takjub kita pada manusia dengan seizin Allah Maha Mulia mampu menelurkan buah-buah penting sari sejarah untuk masa depan. 

Oleh karena itu sudah sepantasnya kita harus bersyukur kepada Allah Maha Mulia pemberi limpahan rezeki didunia. Dari sejarah tersebut kita bisa menebak bahwa sejak zaman dahulu kala seni-seni yang begitu mempesona sudah hadir nampak pada mata kita sekarang. Pena sejarah terukir dibeberapa negara yang mempunyai bangunan-bangunan yang begitu megah dan aduhai sekali. 

Hal itu memberikan sebuah pertanyaan yang akan membuat kita kepayang, kebelinger untuk merenungkan bagaimana piramida, patung spinks, gereja dengan ukiran hebat, mesjid dengan indahnya dibuat?Bagaimana arsitektur-arsiktektur mampu berpikir jauh menembus peradaban yang sebegitu panjangnya untuk karya yang akan dibuatnya menjadi suatu keharusan mungkin dizaman dahulu. 

Apapun itu saya tidak tahu dengan benar, namun saya berpendapat bahwa arsitektur-arsitektur pada zaman dahulu mungkin ingin mengenalkan kepada generasi selanjutnya bahwa ia telah menorehkan sebagian sejarah untuk masa yang akan datang.Seperti yang akan saya bahas dan kenalkan kepada teman-teman disini seorang arsitektur yang paling mulia dan paling pandai akan keselarasan bangunan-bangunan yang ia buat atau karya-karya yang ia torehkan. 

Arsitektur ini telah menelurkan beberapa ukiran sejarah yang masih berdiri kokoh sampai sekarang. Dia adalah Kocha Mimar Sinan. 

Rindu Kedamaian Ilahi 

Saya adalah salah seorang dari makhluk Allah Maha Mulia yang sangat ingin berkunjung ke tanah Turki yang mempunyai tinta panjang dari suatu peradaban yang besar. Yang membuat denyut jantung seakan tak mau diajak kompromi, rasa keinginan menggebu merasuki pikiranku untuk selalu ingin terbang kesana, meski hanya untuk foto-foto bersama dengan karya yang aduhai. Begitulah rindu kedamaian ilahi yang santer menjadi sebuah judul diatas bukan tidak lain adalah sebuah rindu yang berawal dari rasa persaudaraanku dengan Koca Mimar Sinan sebagai seorang yang berada satu akidah sama yaitu Islam. Koca Mimar Sinan terlahir pada kisaran tahun 1489/1490 dan wafat pada July 17, 1588. 

Dia hidup pada waktu Sultan Sulaiman berkuasa (Turki Utsmani). Masa kecilnya ia habiskan disekolah khusus untuk keterampilan yang akhirnya akan membuat dasar-dasar penting didalam diri Sinan. Di umur 22 tahun Koca Mimar Sinan direkrut oleh Janissary (Semacam Militer pada waktu dulu). Pada masa-masa bergabung dengan Janissary itulah Kocha Mimar Sinan diberkahi oleh Allah Maha Mulia dengan berbagai pemandangan-pemandangan yang aduhai sekali indahnya. Tak salahlah bila suatu hari Koca Mimar Sinan pernah berucap: “I saw the monuments, the great ancient remains. 

From every ruin I learned, from every building I absorbed something.”(Dalam Perjalanan yang panjang itu, saya banyak menemukan monumen-monumen, sisa-sisa dari peradaban yang begitu mewah. Dan dari setiap detail itulah saya banyak mempelajari)

Kepandaian Sinan dalam bidang seni arsitektur memang begitu luar biasa, karena kepandaiannya itu juga suatu hari Sinan diberi penghargaan dan diangkat oleh Sultan Sulaiman menjadi kepala kantor arsitektur dikerajaan. Penghargaan yang diberikan oleh sang Sultan tidak lantas membuat ia menjadi sombong, malahan sebaliknya dia semakin merasakan apa yang telah diberikan Allah Maha Mulia berupa rezeki yang sungguh luar biasa. 

Malahan ditangan Sinan pula banyak menelurkan senjata-senjat mutakhir baru yang belum pernah dibuat pada zaman itu.Suatu prestise bagi Sinan yang benar-benar mempuni apa yang ia tekuni dan apa yang ia pelajari. Dan memang pantaslah Sinan harus mendapatkan penghormatan tersebut. Apalagi ketika sejarah mencatat bahwa sepeninggalnya Koca Mimar Sinan, terdapat beratus-ratus karya monumental yang ditorehkan atas nama Koca Mimar Sinan di tanah Turki dan diluar Turki.  

Karya-karya yang dibuat oleh Mimar Sinan mencapat 460+ karya yang meliputi beberapa bagian bangunan yang berbeda-beda:Diantaranya adalah 84 Mesjid Besar.Diantaranya adalah 51 Mesjid KecilDiantaranya adalah 57 Madrasah (Sekolah Agama Islam)Diantaranya adalah 7 Sekolah Khusus Quran (DarulQuraa)

Diantaranya adalah 22 makamDiantaranya adalah 20 caravanseraiDiantaranya adalah 42 Pemandian UmumDiantaranya adalah 17 dapur umumDiantaranya adalah 8 jembatanDiantaranya adalah 8 gudang penyimpananDiantaranya adalah 6 pengatur airDiantaranya adalah 3 rumah sakitSungguh luar biasa bagaimana Koca Mimar Sinan menorehkan karya yang begitu banyak dan sampai sekarang masih terjaga meski sebagian. Saya pribadi sangat tertarik dengan arsitektur Sinan yang berupa Mesjid (Baitullah). Sungguh benar dan mungkin perasaan semua orang bilamana dimanapun kita berada ketika mendengar seruan shalat, yang terbesit dalam hati adalah berkumpul dengan orang-orang sesama muslim didalam rumah Allah Maha Mulia yang memberkati, saling berjabat tangan atas dasar silaturahmi.

Telah kita dapati sekarang seorang muslim, sang maestro dibidang arsitektur, yang mempunyai penghargaan tinggi sekelas michaelangelo, yang sangat sederhana dan mencurahkan semua ciptanya untuk Allah Maha Mulia. Dia mencipta bukan karena keadaan yang memaksa sebagaimana dulu raja-raja fir'aun memerintahkan rakyatnya dengan keji untuk membangun sebuah bangunan yang membutuhkan berjuta keringat. Sinan mencipta karya dalam damai atas syukurnya pada Ilahi Rabbi.

Bersyukur, Berharap dan Berdoa

Betapa kita harus menghargai buah karya seni yang telah ditorehkan Koca Mimar Sinan dibumi ini. Terlebih kita juga harus tahu bahwa kita bukan hanya menorehkan rasa bangga kepada manusia tapi sejatinya semuanya itu haruslah didasarkan rasa bersyukur langsung kepada penguasa manusia itu sendiri yaitu Allah Maha Mulia. Allah Menghiasa dunia dengan orang-orang yang mulia semisal Sinan. 

Terbesit dalam hati saya suatu saat nanti saya ingin menginjakan kaki ditanah Turki. Tanah yang memiliki sejuta pesona pandang mata, tempat sejarah indah terukir dan masih berupa sekarang. Walaupun jua saya tak mampu untuk mencapainya, cukuplah berupa doa kupanjatkan untuk Koca Mimar Sinan, semoga karya-karyanya khususnya mesjid menjadi suatu pemersatu keindahan yang pernah bernaung ditanah Turki.Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman sekalian, syukur terhadap Allah Maha Mulia atas segala limpahan dan karunianya kepada ummat Manusia didunia.

Ilustrasi

Syahdan, dikala itu pernah hidup seorang pemimpin yang amat dzalim, dia berkuasa bak dewa penguasa bumi semesta raya. Sehingga tak pelak banyak dari pengikutnya yang bodoh mengiyakan apa yang dia katakan. Dari pengikutnya sebagian ada yang benar-benar percaya bahwa dia adalah titisan dewa, ada sebagian juga dari mereka yang takut dibunuh bila tidak percaya bahwa dia adalah titisan dewa.  

Sungguh bilamana kita sedikit tersentuh untuk membuka kembali kitab suci, maka akan kita dapati suatu pelajaran yang benar-benar nyata keberadaannya. Disana kita bisa menemukan bagaimana akhir muara dari peradaban yang megah dari bangsa yang terdahulu. Disana saya bisa bertemu akhir dari kisah bangsa itu. Salah satu kisah yang paling mengena dari yang saya dapat adalah  kisah seorang pemimpin yang durhaka, fir'aun.

 

Pada masanya yang telah habis, fir'aun karena kesombongannya yang tiada sedikitpun bergeming akan kebenaran. Dia ditenggelamkan oleh Allah Maha Mulia, Maha Raja dari Semesta Raya. Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Firaun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan. (Al-Baqarah:50). 

 

Fir'aun dan Kekejamannya

 

Kekejaman fira'un sebagai seorang pemimpin sungguh benar ada didalam kitab suci Al-quran, maka sudahkan kita sedikit menengok dan merenung dengan apa yang diturunkan oleh Allah dalam kisah yang nyata? Kekejaman fir'aun mungkin bila dirasakan sekarang sangatlah mengerikan, dia tidak menghendaki seorang laki-laki untuk tumbuh, dan lantas menyembelihnya khususnya di kalangan bani Israil. 


Dia hanya membiarkan anak perempuan yang bisa tumbuh dikerajaannya. Sesungguhnya Firaun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Firaun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (Al:Qashas:6)

 

Barangkali masih banyak kekejaman yang tiada mampu dipaparkan disini seperti perbudakan yang merajalela, menindas bangsa yang lemah dan tak berdaya. Namun sungguh kita harus percaya bahwa memang benarlah adanya fir'aun adalah seorang yang diberi laknat oleh Allah Maha Mulia.


Fir'aun dan Kehendaknya

 

Bila pada waktu itu fir'aun mengalah pada hawa nafsunya untuk mempercayai bahwa dia bukanlah seorang dewa yang menguasai bumi dan langit, mungkin ceritanya akan sedikit berbeda. Namun dengan kehendaknya yang terus mengikuti ihwal nafsunya yang menggebu, ia mengelak dari peringatan yang nyata. 

 

Peringatan tersebut terbukti adanya dengan adanya Nabiyullah Musa AS (Semoga Allah memberikan berkah kepadanya). Memang benarlah kuasa Allah tidak bisa kita elakan, bagaimana seorang yang memberi peringatan itu ternyata adalah seorang anak yang dulunya dipungut oleh sang ratu dari kalangan raja fir'aun, Sungguh maha kuasa Allah takan bisa ada yang tahu. 


Maka dipungutlah ia oleh keluarga Firaun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Firaun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah. (Al:Qashas:8) Dan berkatalah istri Firaun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari. (Al;Qashas:9). 

 

Bayi tersebutlah yang dikala besarnya akan menjadi seorang pemimpin yang sangat mulia, dan mempunyai tempat yang khusus disisi Allah, sehingga benarlah bila Nabi Musa AS dijuluki dengan Kalamullah (Utusan yang berbicara kepada Allah). Nabi Musa AS kelak akan menghancurkan rezim fir'aun yang telah berkuasa dengan berbagai penindasan terhadap kaum kecil, rakyat dan yang mereka kehendaki.

 

Ketika sampai pada akhirnya, Nabi Musa meninggalkan kerajaan karena membunuh orang yang dzalim. Namun masih banyak orang yang menyangka bahwa dia membunuh orang baik. Sekembalinya nanti, Nabi Musa akan menghadap fir'aun dengan sudah membawa risalah ditangan.


Nabi Musa AS dan fir'aun 

Nabi Musa AS sewaktu dalam perjalanan, dia membutuhkan api untuk menerangi. Ia izin hendak pergi untuk mencari api dilereng gunung. Maha Besar Allah dengan segala rahmatnya, Allah menghendaki kepada siapa saja suatu peringatan akan dibawakan. Nabi Musa mendapat pesan yang mulia dari Allah agar memberikan peringatan kepada pemimpin raja fir'aun atas segala tindakan yang keji dan kejam yang tiada memperhatikan rakyat. Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: "Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam. (Al:Qashas:30)

 

Dan kita tahu bahwa fir'aun dengan segala keangkuhan dan ketidak percayaannya kepada penguasa Semesta Alan, menolak risalah tauhid yang diajarkan oleh Nabi Musa AS dan Adiknya. fir'aun bahkan menganggap Nabi Musa adalah seorang penyihir yang nyata.

 

Begitu kerasnya hati fir'aun untuk menerima risalah yang dibawa Nabi Musa AS. Hati dia sungguh telah dirugikan oleh dirinya sendiri, dia hidup dan akan bangkit untuk dirinya sendiri bukan untuk orang lain. 


Meskipun sudah tampak nyata adzab yang diberikan oleh Allah melalui Nabi Musa untuk fir'aun, fir'aun seakan kokoh berdiri dalam keadaan yang rapuh. Dan berlaku angkuhlah Firaun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami. (Al;Qashas:39)

 

Fir'aun dan Akhir Penyesalan

 

Sudah kita ketahui bahwa akhir dari kisah fir'aun sama halnya dengan bangsa-bangsa yang membangkang akan kekuasaan Allah yang paling tinggi. Yang di Al-quran nampak benar tercatat beberapa bangsa yang dimusnahkan oleh Allah akibat ingkar kepadaNya. 

fir'aun frustasi, seakan tidak mau mengalah kepada peringatan yang dibawa Nabi Musa. Dia memutuskan untuk menyerang Nabi Musa dan Bangsa Israil yang sudah keluar dari kota.


Namun naas, kehendaknya jualah yang membawa mereka kepada kehancuran yang nyata. fir'aun dan bala tentaranya ditenggelamkan oleh Allah sebagai seorang pemimpin yang tidak mau menyembah, menaati peraturan yang dianjurkan oleh penguasa Semesta Alam Raya, Allah Maha Mulia.

 

Fitrah seluruh manusia barangkali ketika seorang manusia didalam keadaan yang mencekam dirinya, keadaan musibah yang nyata, akan kembali mengingat kepada sang Penguasa, Allah Maha Mulia. Yang terjadi demikian itu telah nampak ada pada diri fir'aun (sang pemimpin yang dzalim).

 

Diakhir adzab yang benar-benar diujung tanduk, dibeberapa kejahatan seorang pemimpin terhadap rakyatnya, kejahatan, kerusakan, fir'aun menyesali semua perbuatan dan menerima apa yang dibawa oleh ajaran Nabi Musa AS. Tapi rasanya penyesalan diakhir hidup tiada akan berarti ketika beberapa peringatan yang nyata telah nampak padanya.

 

Maha besar Allah SWT, dengan segala kebaikannya, maka Allah mengabadikan tubuh fir'aun. Sebagai suatu peringatan bagi para pemimpin-pemimpin yang dzalim, yang tidak memperhatikan kehidupan para rakyat yang tertindas. 

 

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. 

 

Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.

 

Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israel di tempat kediaman yang bagus dan kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memutuskan antara mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu. (Al:Qashas:90-92)


Penutup


Barangkali terdapat hikmah yang bisa kita ambil dari kisah diatas. Bagaimana Allah yang Maha Mulia tidak suka kepada pmimpin yang menyombongkan dirinya, pemimpin yang tidak memperdulikan rakyat yang tertindas, pemimpin yang tak pernah mau melihat keadaan para rakyat, pemimpin yang terus menggerus kekayaan menggunakan tangan rakyat, semua itu adalah perbuatan yang sangat keji. 

 

Sungguh suatu peringatan yang benar nyata bagi seorang pemimpin yang berlaku sama seperti fir'aun. Hey tuan! Apakah engkau akan berubah sebelum nampak padamu adzab yang nyata? Apakah engkau akan menyesali semuanya ketika malaikat Israfil telah nampak pada mu didepan mata? Renungkanlah wahai pemimpin, janganlah engkau menyesal diakhir hayatmu telah tiba.!

Betapa kita terharu dan merinding melihat kenyataan yang begitu membuat hati ini sedih. Disetiap harinya kita disodorkan pemberitaan-pemberitaan yang membuat hati kita semakin terpuruk tak percaya apakah ini kenyataan atau hanya sebua mimpi.

Akan tetapi ini adalah hal yang nyata, yang sangat Nampak dinegeri kita tercinta, negeri Indonesia. Kenyataan ini seakan menjadi sebuah keharusan yang senantiasa berlanjut dari generasi ke generasi.
Kehidupan di alam buana tak seabadi yang kau kira, ia tak seindah yang engkau pandang, ia tak sekemilau dari yang engkau duga. Prihal mata yang tak pernah enggan membuka romansa hubungan suci dengan pencipta, mencipta suasana dangkal yang hadir pada kedua bola mata yang tak pernah sampai melihatnya. Banyak dari kita yang terbengkalai dan terlalu silau pada kehidupan didunia, dan terlalu mencintai dunia tapi takut kematian.

P erumpamaan orang yang merasa lebih bisa terbang jauh melampaui dan memusnahkan masa lalunya adalah manusia yang tidak pernah melihat secara seksama pada masa kecilnya. Mereka seakan lupa ketika kedua orang tua, lingkungan dan pengalaman disekitar telah mengajarkan sesuatu yang membentuk dirinya saat ini.

Kita sering melihat bagaimana banyaknya orang yang lupa pada sekitar dan seakan tidak perduli ketika dia merasa dirinya telah menempati kedudukan sosial yang tinggi dimata masyarakat, dia menjadi enggan untuk berdamai dengan masa lalunya.

Umpamanya ketika masa kecil atau remajanya ia bedamai dengan agamanya, sekarang dia berubah, menjadi silau dengan apa yang ia percayai. Untuk orang yang seperti itu saya berani menyebutnya dengan sebutan "Orang yang bertengkar dengan masa lalunya".

Mungkin sebagian dari mereka ada yang sombong dengan keangkuhannya, baik dari ilmu, harta, dan kedudukan yang ia dapat. Sehingga seringkali mereka berbicara lantang "saya hidup untuk sekarang, apa gunanya mengurus masa lalu".

Mereka seperti orang yang membungkam pedih pengalaman masa lalunya menjadi sebuah kenangan yang pupus. Padahal kalau dilihat secara seksama, kita tidak pernah bisa mengelak dari keadaan kita dimasa lalu. Barangkali kita berpikir bahwa suatu bangunan/pondasi yang kuat, pastilah mempunyai satu dasar elemen yang paling bawah dari beratus tingkat diatasnya.

Dasar tersebut meskipun paling tak terlihat dari kejauhan namun nampaklah hal tersebut adalah pengalaman pertama yang seharusnya kita jaga, agar tingkatan diatasnya bisa tegak menjulang, dan tak goyah.

Manusia dan Kehendak Buas


Waktu menjadi mahasiswa Sastra Inggris, saya pernah dikenalkan dengan cerita seorang monster yang menakutkan dan mematikan. Wajahnya tentu sangat seram. Monster tersebut sangat mudah kita kenali karena monster tersebut kerap muncul dalam film-film kartun untuk anak kecil, ia adalah monster "frankenstein".

Frankeinstein adalah manusia eksperimen dari kehendak manusia yang terlalu genius yang bermimpi menciptakan seorang makhluk. Mimpinya pun ternyata berhasil, seorang makhluk menyeramkan. Seolah tidak setuju dengan kehendaknya ia tidak memberi nama makhluk tersebut.

Ternyata makhluk tersebut dengan kehendak sang pencipta telah menorehkan mimpi buruk yang nyata bagi orang-orang dan bahkan bagi dirinya sendiri (pecipta monsternya). Seakan-akan yang diciptakan dari pikiran dirinya menjadi senjata mematikan bagi dirinya sendiri.

Kehendak manusia memanglah tak terkendali, kehendak manusia seiring berjalannya waktu bisa berubah, baik petaka ataupun gembira. Semuanya berawal dari dirinya sendiri. Namun seakan tidak perduli, ternyata kesalahan merekalah nampak pada kehilangannya masa lalu yang ia pernah raih.

Nampaklah pada kita bahwa yang merugi pada orang-orang tersebut adalah kehendaknya yang buas, yang seakan lapar akan nafsu dunia yang terbatas. Mereka kehilangan suatu pondasi bahwa suatu saat kehendak itu akan menggerogoti kehidupannya setetes demi setetes sampai habis dilalap api.

Mereka dan Kemunculan Frankenstein


Kemunculan kehendak sang buas ternyata tidak datang dengan sendirinya, namun berjalan berliku seolah bermain pacman. Monster-monster yang bernaung didalam hati mereka seakan terus menyilaukan hati mereka untuk sedikit membuka mata hati untuk membuka kembali pengalaman yang lalu.

Monster tersebut bernaung merdu dan diterima baik didalam pikiran mereka yang telah tercampuri kotoran tinja yang najis.

Seolah tak mau berdamai dengan masa lalu yang indah dan rupawan. Apakah mereka yang lupa itu adalah buta mata atau buta hati? Yang jelas adalah mereka buta dengan melihat keadaan masa-masa silamnya yang tidak seburuk rupa seperti sekarang.

Semoga makhluk buas yang bernaung didalam mereka yang berkehendak jauh dari kehidupan masa silamnya, hancur lebur dan binasa oleh suatu pengadian penting pada sang pencipta semesta raya.