ARCHIVE

Default Thumbnail


Sudah beberapa minggu sang imam berserta keluarganya masih terkepung dalam suasana yang mencekam. Bagai kelam yang tak pernah berhenti meski hanya sehari, sang imam yang biasa dipanggil Ishadat ini terlihat tegar. Ia dengan sikap kedewasaannya telah mampu membuat kelarga-keluarga lain terlihat begitu tenang. Meski keadaan diluar tidaklah menyenangkan sama sekali.

Sebagai muslim rohingya yang sekarang tengah ditindas oleh orang kafir, ishadat tak pernah ingin terlalu terlena dengan jumlah besar yang dilabelkan pada saudaranya seumat. Ia sendiri sekarang tak mengetahui apakah ada saudara-saudara yang benar-benar perduli pada kejadian yang sedang menimpa dirinya dan keluarga.

Kondisi orang Arab sebelum masuknya ajaran Islam adalah betapa memilukan sekali. Mereka lebih menyedihkan ketimbang bangsa-bangsa lain yang menganut agama nashrani dan yahudi pada waktu itu. Orang Arab pra Islam tidak memiliki panduan khusus seperti yang sudah diterapkan oleh agama nashrani dan yahudi sebagaimana contoh dalam menyembah Tuhan.

Bila meruntut cerita panjang yang bisa kita baca pada buku-buku sejarah maka akan ditemukan bahwa hakikat dasar dari ajaran agama Nashrani dan Yahudi adalah ajaran Monoteisme. Berbeda dengan mereka, orang arab maka tidak mengenal sama sekali hal seperti itu meskipun ada sebagian ajaran Nashrani dan Yahudi disana namun tak ada yang mempraktekannya dengan sungguh-sungguh, bisa dibilang hal itu redup.

Orang-orang Arab pra Islam dikenal pada waktu itu sebagai orang-orang yang suka menyembah berhala-berhala. Hal ini bertolak belakang dengan awal mula Nabi Ibrahim (Salam Rindu Untuknya) dan Nabi Ismail (salam Rindu Untuknya) pertama kali datang ke kota itu. Ketika Ibrahim datang bersama Hajar dan Isma’il ke Makkah, daerah ini masih gersang, tak ada tumbuhan. Alquran melukiskan daerah ini terpencil, sepi dan sunyi. (99: Agama dan Budaya)

Pembangunan Ka’bah yang dibuat oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail pada hakikatnya adalah untuk beribadah kepada Allah yang maha Esa. Lambat laun seiring dengan proses adaptasi dan kondisi orang-orang disekitar pada umumnya, esensi tersebut menjadi kabur dan digantikan oleh kehendak-kehendak manusia yang tak terelakan. Mereka bangunlah dewa-dewa, dewi-dewi, dan berhala yang dianggap mempunyai peran besar dalam kehidupan duniawi. Tidak sampai disitu mereka berulah bahkan ka’bah pun dibuat kuil olehnya.

Lantas timbulah satu pertanyaan yang perlu diajukan sehubungan dengan kondisi ini. Kenapa ajaran monoteisme yang dibawa oleh Nabi Ibrahim menjadi lemah dan bertransformasi menjadi Politeisme? Adalah memerlukan suatu waktu yang panjang untuk menjelaskannya dengan cermat namun ada beberapa faktor penting yang bisa kita jadikan sebuah landasan awal mengapa ajaran monotesime bertransformasi menjadi politeisme.

Dalam buku maha karya sarjana Islam, Ismail Al-Faruqi diterangkan bahwa ajaran yang diemban, dibawa oleh Nabi Ibrahim (Salam Rindu Untuknya) tidak berangsur membaik karena ada 4 faktor penting;

  1. Kerinduan manusia yang ingin selalu berada dekat dengan dewa. Oleh karena mereka ingin selalu menginginkan campur tangan sang dewa – Mereka kira dewa akan lebih membantu kalau hal itu konkret, benar ada) dalam proses kehidupan sehari-hari; berperang atau memohon tragedi cepat untuk berlalu. Sedangkan untuk mereka, Tuhan adalah jauh atau milik wujud lain yang berada dipuncak yang tak tersentuh secara langsung. “Kami menyembah mereka [ Dewa- Dewi ] tak lain karena kekuasaan mereka mendekatkan kami kepada Tuhan.
  2. Adalah Apoteosis, penghambaan, pendewaan yang akut yang dilakukan oleh orang-orang Arab terhadap orang yang telah meninggal. Mereka – orang yang meninggal – baik itu sebagai leluhur, kepala suku, atau dermawan telah sampai tingkatan itu menjelma menjadi sebuah idealisasi yang menjadikan orang yang mati menjadi keTuhanan. Dengan sifat idealisasi, proses ini menjadi alur penting bagaimana pembuatan berhala dalam diri manusia berlangsung.
  3. Rasa ketakutan manusia pada alam dan pada kejadian yang tak dapat dijelaskan yang sewaktu-waktu selalu memunculkan kejadian-kejadian yang memilukan dan tragis. Mereka dengan ketidakberdayaannya sewaktu-waktu dapat melemahkan kehendak seseorang dan merusakan jiwa. Kurangnya iman kepada Tuhan yang memadai akan berujung pada pengelakan secara bertahap pada diri manusia. Dalam kasus seperti ini, persepsi yang menimbulkan rasa takjub beralih dari Tuhan, karena yang menyebabkan kejadian atau kekuatan alam tersebut dipandangnya sebagai wahana kekuatan sentral yang harus diagungkan. Ketidaktersentuhan Tuhan dalam hal ini dirasakan jauh dari sikap memohon oleh karena ketakutan mereka. Karena semangat menentang inilah maka keyakinan transendentalis sungguh-sungguh menekankan kedekatan, keterjangkauan, dari adanya Tuhan bagi siapa pun yang menyeru-Nya.
  4. Yang terakhir adalah hampir tidak adanya keyakinan transendentalis efektif yang dibawa dan dipellihara oleh kaum Hanif – ajaran Nabi Ibrahim -. Adanya suatu percampuran antara ajaran-ajaran Monoteisme ke Monolatri (Memuja Tuhan tapi meyakini adanya banyak Dewa) disinyalir telah masuk pada ajaran Hanif yang dilakukan oleh orang Yahudi. Sementara dalam ajaran Nashrani telah terjadi transformasi dari Monoteisme kepada Politeisme sebab beberapa hal yakni mereka meyakini inkarnasi dan trinitarianisme sakramentalisme dan Teotokos Teologi mereka.
Dari beberapa faktor diatas inilah maka suatu kondisi orang Arab pra Islam masih sangat rentan terhadap masuknya pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Dan dari ajaran-ajaran yang telah berubah diatas maka dirasa hal itu mendapatkan tempat yang cocok untuk berkembang di Arab. Bahkan orang-orang Arab lebih bersifat berani untuk mendewakan apapun yang menurut mereka bisa dijadikan representasi. Menyembah berhala dengan demikian telah menjadi catatan sejarah kelam orang-orang Arab sebelum lahirnya sinar terang, agama Islam.   

Selain kondisi tersebut orang-orang Arab pra Islam pada waktu itu belum mempunyai sistem geopolitik seperti apa yang Sukarno kehendaki. Suatu sistem yang menghendaki adanya kesatuan dan persatuan antara orang-orang Arab. Karena pada waktu itu kondisi orang-orang Arab belum mencapai suatu keadaan seperti itu, terlebih diantara orang-orang Arab lebih dominan terhadap kehidupan suku. Kesukuan inilah yang banyak menimbulkan perang antara orang-orang Arab pra Islam pada waktu itu.

Perang yang terjadi akibat dari rasa sukuisme inipun menimbulkan suatu permasalahan yang akut. Perang yang tiada henti adalah akibat dari sikap tidak adanya suatu keinginan untuk bersatu, tetapi meskipun demikian pada waktu itu orang Arab tidak begitu mudah untuk dijajah oleh bangsa asing karena luas gurun dan kondisi dari tempat Arab itu sendiri sangatlah menjadi penghalang bagi mereka.

Yang Harum Dari Arab Pra Islam


Mewangi mungkin akan senantiasa ada dan hidup berdampingan dengan hal yang berbanding sebaliknya dan bila kita tahu hal itulah kehidupan. Allah (Sujudku Atasnya) telah melahirkan manusia berserta sejarahnya bukan hanya pada manusia yang ia kehendaki sahaja. Semisal contoh peradaban sekarang, bila saya berpikir kenapa peradaban pada zaman sekarang dikuasai oleh orang-orang yang aku anggap bukan yang terbaik dihadapan Allah?

Yang baik tidak akan selalu memenangi pertandingan, akan ada selalu drama kehidupan yang mengherankan kita bagaimana yang baik itu selalu sahaja berada pada tingkatan kekalahan? Bagaimanakah sekarang cerita peradaban manusia yang tengah dirajai oleh orang-orang barat? Bagaimana pula keadaan terakhir dari sejarah gemilang peradaban muslim pada waktu itu?

Mereka-merekalah yang dikarunai oleh Allah – Karena semua adalah pemberiannYa - dan kita adalah orang yang tengah diuji oleh Allah dengan keadaan sekarang ini. Kehidupan adalah bagaimana manusia itu mampu mengolah dan memanfaatkan akal pikiran mereka untuk tetap bertahan dalam kehidupan dibumi. Peradaban-peradaban gemilang telah terukir dan mewarnai roda kehidupan bumi ini dan tidak semuanya datang dari manusia pilihan Allah. Namun sesuai hukum alam dan hukum peringatan maka peradaban-peradaban yang gemilang itu luluh dan hancur lebur dengan waktu.

Begitulah pula keadaan di Arab pada masa sebelum Islam datang. Orang-orang Arab meski dikenal suka berperang, berfoya-foya dan menyembah berhala akan tetapi mereka dikenal cukup luas karena keahliannya dalam bidang sastra. Mereka sangat terkenal karena bahasa dan syairnya.

Bahasa Arab adalah bahasa yang memiliki sejarah panjang sesuai dengan kekayaan yang didapat sampai saat ini. Bahasa arab yang sekarang kita tahu adalah kerabat dekat dengan bahasa semitik semisal; Akkad/Babylonia, Aram, Nabatea, Ibrani, Feonisia dan dialek Kanaan lainnya. Dari sebagian banyak bahasa semitik pada waktu itu hanya bahasa Arablah yang masih bertahan sampai sekarang.

Untuk membicarakan sejarah bahasa arab disini rasanya tidak akan efektif karena pada dasarnya penulis hanya ingin menggambarkan bagaimana keadaan syair, penyair dan sastra pada waktu itu. Bukan hanya itu sahaja penulis tahu bahwa untuk menulis sejarah bahasa arab maka waktu yang dibutuhkan akan sangat panjang. Oleh karena itu mungkin suatu saat nanti – entah kapan – Insya Allah saya mempunyai keinginan untuk menuliskannya.

Syair, Penyair dan Sastra Arab Pra Islam


Telah sedikit diterangkan diatas bahwasanya diantara kehidupan orang-orang arab ditengah hedonisme, romantisisme, kehancuran moral, maka mereka telah dikenal luas oleh karena kepandaian-kepandaian dalam hal berpuisi dan mensyair.

Syair pada waktu itu adalah bagian dari kehidupan orang-orang arab pra islam. Apa yang menjadi aktifitas orang-orang pra islam pada waktu itu menjadi sebuah manifestasi yang begitu banyak yang diabadikan didalam puisi.

Oleh karenanya tema-tema yang ada pada waktu itu berkisar hanya pada kegiatan sehari-hari mereka, terutama yang paling banyak menjadi tema adalah pasti kesukuan. Syair pada waktu itu bisa menjadi sebuah senjata yang bisa membuat hasrat manusia berdebar dan menyanjung, memuji setelah itu bisa membuat orang terbuai.

Bahkan fanatisme orang-orang arab yang masih akut sekali kesukuannya menjadi hal paling penting dalam bentuk suatu syair pada waktu itu. Semangat kepahlawanan ditunjukan didalam puisi bukan tak lain untuk menyemangati orang-orang yang akan ikut berperang. Tema dari syair-syair orang arab pra islam menurut Ismail Al-Faruqi terjadi karena pada waktu itu keadaan orang Arab pra islam dengan keadaan yang sedemikian rupa telah menyebabkan adanya dua keadaan yang sangat beragam. Yakni Hedonisme dan Romantisisme.

Hedonisme dipandangnya karena mereka hanya mengejar kehidupan yang bersifat nisbi, mereka tidak terlalu percaya akan adanya hari pembalasan. Dan menikmati kehidupan, mengejar kebahagiaan toh adalah tujuan mereka. Sementara romantisisme mungkin lebih pada bagaimana mereka mengagungkan seseorang prihal keadaan perang yang terus menerus atau kepahlawanan – coba baca Ayyam Al-Arab - dalam suku mereka. Inilah mungkin yang menjadi asbabun nujul dari salah satu ayat dalam Al-quran tentang penyair dan ihwalnya.

Dibalik kehampaan merekalah sebenarnya yang merupakan kesia-siaan yang mungkin ingin hendak ditegur oleh Islam. Bukanlah syair atau kepenyairannya yang hendak dihapus oleh Islam ketika datangnya akan tetapi ia malah mencerahkan apabila hal tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya perbuatan. Baginda Muhammad SAW – Salam Rindu Atasnya – pun pernah terkagum-kagum dengan sebuah syair. Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Bait syair (puisi) paling bagus yang pernah diucapkan oleh orang-orang Arab adalah bait syair Labid: Ketahuilah, segala sesuatu selain Allah adalah batil. (Shahih Muslim No.4186)

Muallaqat – Puncak Segala Kegiatan


Adalah puncak dari segala rasa kecintaan orang-orang arab pra islam pada waktu itu terhadap sastra/syair telah melahirkan suatu acara tahunan yang sangat terkenal, Pekan raya Ukazh. Pada acara ini berkumpullah para penyair sejagat yang kemahirannya sudah barang tentu tidak perlu untuk dipertanyakan kembali.

Pembacaan-pembacaan syair menjadi kesempatan emas bagi mereka untuk mendapatkan gelar sebagai penyair yang diperhitungkan. Selain dari itu gengsi yang paling tinggi dari acara pekan raya tersebut terbesit dalam satu kata yakni Mu’allaqat (Yang Digantungkan Didinding Ka’bah)

Sumber Rujukan

Ismail dan Lamya Al-Faruqi, 1986. Atlas Budaya Islam, Menjelajah Khazanah Peradaban Gemilang. Mizan Publishing.

Khaldun, Ibnu, 2011. Muqadimmah (Terjemahan). Pustaka Firdaus 

Ali, MA dan Adang Affandi, 1995. Studi Sejarah Islam. Binacipta.  

Wahai permaisuri syurga yang tak jauh dari pelupuk mata Kabut yang ada bersemi diantara bumi dan langit Melintasi dan senantiasa banyak menutupi untuk melihatmu Menjauhkan yang terdekat demi kebahagiaan yang sekejap

Oh Mahligai Para Insan semesta alam Tiadalah sujudku ini hanya untuk mencapai kebahagiaan abadi Berharap menggapaiMu diantara beribu kabut yang terasa menderu Dzat ini tiada lain hanya milikMu namun raga ini tiada kuat dihidupku

Lawas turun ke bumi ini telah beberapa kali ternodai Namun diri ini selalu terbangun mengembalikan sutra suci yang hendak pergi Terbang melintasi semua pesona mata yang menipu Mengisi ruang hati yang malah lebih beku dibanding rindu

Kapankah hendak bagiku dan manusia merasa ingin denganMu Tiada terjawab secara jelas, namun pasti ia akan menghampiri Begitulah kehidupan ini senantiasa menantimu Ketika sang manusia terlahir bahkan ketika sang manusia hendak kembali kepadaMu

ehidupan, hidupku sekarang adalah yang harus aku pertaruhkan esok di kemudian hari... Aku, yang berkehendak bertemu permaisuri atas janjiMu Haruslah dahulu melintasi beribu pilu kehidupan Semenjak itulah rasa rindu selalu teringat bila suatu waktu kabut yang menderu memikatku

Muhammad Zaki Al-Aziz - 2012
Sejak dahulu kala pernah berdiri satu kerajaan yang sangat besar, wilayahnya tersebar luas dari perbatasan rusia dan china sampai kepada rusia dan jerman. Romanov begitulah nama ini santer sangat terkenal seantero dunia.

Pelbagai berita yang membuat kata Romanov ini muncul dengan sangat beragam. Ada yang mengenal Romanov karena luas wilayah kekuasaan yang didudukinya, atau kisah akhir bagaimana yang menimpa kerajaan Romanov, ada juga yang mengenal lewat kekejaman yang dialami 2 anak dari kaisar Nicholas yang baru-baru ini ditemukan.

Yah begitulah bagaimana suratan taqdir tercipta pada sejarah karajaan Romanov sekarang dan yang akan datang. Namun perlu diingat bahwa apabila kita menilik sejarah yang terkait kepada kerajaan Romanov maka satu nama yang tidak boleh kita elakan begitu saja.

Tetangga kita, lagi-lagi dengan sikap nya ingin mengklaim salah satu khazanah kebudayaan kita, tor-tor. Permasalahan pun lalu mencuat dengan pemberitaan beberapa tayangan TV yang sangat alot wacana inipun menjadi sebuah wacana yang mengindonesia banget.

Jargon klaim memang lumrah apabila terjadi seteru dengan tetangga serumpun karena kita tahu bahwa bukan sekarang saja tetangga kita pernah ingin mengklaim kebudayaan Indonesia. Budaya yang lain sebut saja Reog, Wayang dan batik pernah mereka klaim. Namun dengan sikap yang tegas dari pemerintahan Indonesia kita bisa sedikit bernafas lega dari permasalahan ini. Biarpun terlambat namun kita patut untuk mengapresiasi itu toh.

Perkembangan industri film sekarang ini telah mencapai hasil yang gemilang. Sebuah pencapaian yang membutuhkan waktu yang sangat lama sebagai sebuah proses menuju industri besar seperti sekarang. Semenjak dari zaman gaya hitam putih charlie chaplin sampai film-film animasi 3d seperti harry potter dan sebagainya, industri film bukan hanya mengalami kemajuan yang sangat gemilang akan tetapi secara bersamaan maka terbentuk pulalah masyarakat yang kecanduan akan film, konsumer. Mungkin ada beberapa hal yang bisa menjadi indikator penyebab hal itu terjadi.

Saya tidak akan banyak menjelaskan faktor-faktor penyebab itu dengan secara detail karena saya tahu betul bahwa untuk menjelaskannya akan membutuhkan penjelasan yang menggunakan metode yang pastinya tidak sedikit. Untuk sedikit gambaran mengenai indikator diatas mungkin adalah yang pernah dilontarkan para ilmuwan terdahulu bahwasanya; sebuah industri itu adalah penawaran dari kaum kapitalis terhadap masyarakat yang jenuh karena sikap kaum kapitalis di era kapitalisme akut. Oleh karena film itu menghibur maka kebanyakan dari mereka senantiasa tidak sadar sedang berada ditahap selanjutnya dari sebuah kejenuhan yang dibiaskan.

Bentuk film yang pernah menghiasi dunia pun beragam mulai dari komedi, drama, tragedi sampai horor pernah menjadi sebuah trend didunia. Namun apakah film memang tidak dimasuki unsur-unsur politis, propaganda? Pertanyaan seperti inilah yang sebenarnya menjadi sebuah pondasi penting bagi kita yang notabennya adalah penikmat film, konsumer.

Menjadi konsumer yang pasif dizaman globalisasi akan senantiasa melihat dirinya itu lemah dan tiada sanggup untuk menanggulangi arus tersebut. Sebaliknya bersikap aktif dan reaksioner dan berpikir kritis dizaman sekarang ini akan membawa kita kepada sebuah pemikiran yang cenderung pesimis.

Sebuah film sekarang ini bukan hanya sebuah tontonan semata yang menghibur kita melainkan sebuah mediasi yang sering dipakai sebagai senjata yang sangat akurat bagi orang yang berkepentingan. Unsur-unsur itu terlahir karena sifat manusia yang berpikir dan mampu menggunakan apa yang mereka ciptakan.

Kita mulai contoh dari Adolf Hitler yang senantiasa memanfaatkan tekhnologi sebagai alat propaganda terampuh pada zaman pemerintahannya. Adolf hitler tahu betul bahwasanya kehadiran media seperti radio, televisi dan radio itu sangatlah bermanfaat untuk menjalankan ideologi yang diembannya. Setelah Hitler maka muncul Rambo dengan gambaran seorang pahlawan yang hebat yang berjuang dimedan perang sehingga wajah-wajah Eropa menjadi wajah yang tidak berdosa dimata dunia.

Masih banyak contoh yang tidak saya tuliskan disini karena keterbatasan waktu dan bukan waktu yang tepat untuk menuliskan contoh yang banyak adalah sebuah pertimbangan bagi penulis. Namun dari kedua contoh tersebut mungkin ada benarnnya bila kita sematkan media – bersama antek-anteknya – pada alat kekuasaan yang ampuh dizaman sekarang ini.

TV (Film) dan Kajian Budaya

Tidak dipungkiri bahwa perkembangan film dizaman sekarang telah mendapat tempat yang khusus didalam bidang ilmu kajian budaya. Oleh karena itu tadi bahwasanya sekarang ini film diyakini bukan hanya semabarang film akan tetapi menjadi wadah bagi orang-orang yang ingin menyebarkan apa yang mereka harapkan.

Iklan disinyalir menjadi satu buah contoh yang paling banyak dianalisis oleh sarjana-sarjana terkait simbol, bagaimana iklan membuat orang menjadi terpengaruh. Pun hal itu terjadi pada film yang notabennya sering dianggap hiburan oleh orang-orang.

Singkatnya film menjadi subjek dalam kajian budaya disinyalir karena ada sebahagian orang yang ingin mengambil sebuah citraan untuk memperbaiki diri yang banyak dianggap salah. Salah dalam arti kebanyakan umum namun orang yang dianggap salah senantiasa tahu bagaimana cara untuk mengatasi problema tersebut.

Rambo; adalah bentuk nyata bagaimana ideologi ingin disampaikan untuk menyerang balik anggapan orang-orang tentang Amerika di dalam perang vietnam. Sontak ketika orang-orang vietnam menganggap Amerika adalah penjajah yang sangat kejam maka tak bisa dielakan bahwa Rambo telah menjadi pahlawan di dunia. Hal-hal yang seperti itulah yang ingin dikaji oleh kajian budaya bila berbicara secara sederhana. Karena kajian budaya mempunyai definisi ruang lingkup berbeda dengan budaya-budaya lainnya secara umum.  

Kebangkitan Yang Terjajah

Kritik melingkar sering terlontar karena pada kenyataanya manusia itu berpikir untuk tidak mau menerima sesuatu yang tak pantas untuk diterima. Thesis Antithesis dan Sintesis adalah suatu bingkai harmoni dalam kehidupan kita sekarang ini. Kabur semuanya pudar oleh pandangan-pandangan yang terbebaskan oleh demokrasi akut.

Orang yang terhegemoni pernah menjadi perbincangan yang hangat dalam diskursus filsafat. Bagaimana lahirnya suatu kata poskolonialisme pada dasarnya adalah suatu ketidak benaran atas pandangan barat mengenai timur. Edward said, spivak dan Bruce Lee pun masu pada kategori ini dari pionir-pionir terdepan garda ini.

Akan tetapi Bruce Lee berjuang pada medan yang berbeda dengan mereka - para ilmuwan - Bruce Lee bersikap ambivalisme pada dirinya. Yakni bahwa dengan menggunakan media dia juga mampu menyerang balik apa yang sering barat/penguasa lakukan kepada yang terjajah.


Melalui film lah Bruce Lee menemukan suatu wadah bagi apa yang ingin diungkapkan kepada dunia, dan Bruce Lee berhasil!!Way of Dragon bila anda teliti secara seksama bisa diterawang dan dilihat ada suatu parikel-partikel penting dari bagaimana Bruce Lee ingin mengcounter attack them.

Secara singkatnya dalam Way of Dragon Bruce Lee datang ke Italia, dia diundang oleh anggota komunitas China - sebagai pemilik restoran China - yang selalu diganggu dan dijajah oleh para bandit di Italia. Bruce Lee mencitrakan bahwa didalam dirinya terdapat suatu rasa nasionalime tinggi, karena dia membawa kungfu yang khas dari China.

Dan memang benarlah ketika didapati suatu dialog yang kurang lebih temanya adalah pertarungan antara orang-orang yang menganggap kungfu China adalah lebih rendah dari Boxer dll. Bruce Lee ingin merubah citraan tersebut dengan menunjukan bahwa hal tersebut tidak demikian, dan Bruce Lee berhasil.

Tidak sampai disitu Bruce Lee cerdik dengan menilai bahwa tidak hanyala dari orang-orang barat yang selalu menjajahnya akan tetapi ia berpikir bahwasanya dipihak China - Boneka Barat - ditampilkannya sebagai pengkhianat dipihak italia dan direstoran itu.

Puncaknya adalah ketika orang italia tak mampu untuk melawan Bruce Lee - yang memang dia handal - Orang Italia meminta bantuan kepada orang-orang yang memiliki kemampuan terbaik didalam ilmu bela diri. Dan yang menjadi partner sebagai lawan Brucee Lee sekarang ini adalah dua orang yang berasal dari negara Jepang dan Amerika.

Kalau kamu tahu betul apa yang dibahas dalam poskolonial maka sejarah adalah salah satu elemen penting yang harus kamu ketahui. Bruce Lee meskipun saya sangka dia tak berpikir secara ilmuan tapi rasa alami dari keadaan yang terjajah mengatakan apa yang ilmuan katakan. Amerika dan Jepang telah mempunyai andil dalam pembentukan China namun dalam dunia gelapnya, andilnya adalah dengan cara menjajah orang-orang China. Dan kita perlu tahu bahwa kata-kata menjajah ini bukan hanya menunjukan suatu kondisi yang seperti portugis menjajah indonesia, belanda menjajah indonesia namun memliki arti yang begitu luas tapi esensinya adalah kebuasan.

China Sekarang Ini

Kalau membicarakan China sekarang ini saya sepantasnya serahkanlah kepada kalian yang mungkin tahu juga keadaaan sekarang bagaimana. Bila saya menjelaskan maka secara detailnya saya terangkan bahwa China sekarang adalah salah satu negara yang kuat; baik ekonomi dan militernya.

Ada banyak pembelajaran yang bisa kita dapatkan dari pembahasan diatas yakni kita harus bersikap kritis terlebih dahulu dalam mendapatkan informasi, jangan mudah terbawa arus citraan yang menyilaukan mata. Perlu berbenah diri untuk negeri ini karena negeri ini sedang tidak stabil.


Assalamualaikum wr.wb para pengunjung blog Zakii Aydia. Semoga limpahan ruah rezeki serta merta hidayah akan senantiasa menjadi penyejuk dalam kehidupan yang diberikan Allah Maha mulia. Dan semoga juga kita selalu bersyukur atas segala waktu yang masih bisa kita alami sampai sekarang, sebelum deru nafas ini terhenti maka sang pemberi nafas sntiasa mengingatkan kepada kita bahwa amasih ada waktu yang bisa dijadikan bekal untuk kehidupan abadi kelak.

Dengan segala rasa bahagia saya masih bisa diberi umur untuk menikmati bulan yang sangat dinanti, bulan yang ibarat adalah sebagai bulan penuh keberkahan, bulan dimana manusia bisa meningkatkan iman dan taqwanya dengan menjalankan perintahNya.

Adalah maksudnya rasa kebersamaan yang hidup dalam satu negeri besar nan indah pemberian Allah maha mulia. Keragaman antar suku, agama dan etnis telah menjadi sebuah bingkai abadi yang akan terus hidup di negeri Indonesia. Kedamaian, keinginan bersama dalam kehidupan yang tak ada konflik adalah dasar dari kehidupan yang rukun diantara penduduk di Indonesia.

Namun hukum kehidupan pun berjalan sesuai taqdir. Dimana ada satu kedamaian yang didamba maka akan ada pula suatu hal yang tak mengingini rasa harmoni itu. Kejahatan adalah lawan dari kebaikan, yang datang dari perbuatan manusia yang ingin memperkeruh suatu keadaan yang harmonis.




Preview


Inspirasi yang saya dapat ketika membuat ini adalah template dari wordpress yang elegant, simple dan clean. Meskipun tidak sama sekali tapi saya sudah berusaha untuk membuat ini sesederhana mungkin. Untuk para master yang blogwalking kesini mungkin bisa memberi arahan untuk mengatasi yang harus diatasi di blogger template ini.

Langsung aja brother cek yah:
Mungkin belum banyak orang yang tahu bahwa sang diktator terkenal Rusia – Lenin – pernah berujar tentang bagaimanakah sastra seharusnya? Bagaimana sastra harus berkembang dimasyarakat pada waktu itu? Sekarang sudah saatnya kita tahu bahwa Lenin pernah menulis didalam satu artikel yang terkenal pada tahun 1908 yang berjudul “Party Organization and Party Literature”.

Artikel yang ditulis oleh Lenin meskipun tidak langsung membahas secara mendalam tentang sastra, tetapi mempunyai nilai yang lebih mendalam dan benar-benar harmonis dengan lingkungan. Lenin yang pada hidupnya berteman dengan pengarang-pengarang besar di Rusia seperti Zola, Tolstoy dan lain-lain, pernah merasa tertarik kepada seni dan sastra pada umumnya. Namun Lenin menyadari bahwa kehidupannya tidak banyak dihabiskan untuk seni.

Justru menurut saya, dari kehidupannya sebagai seorang diktator, penguasa, politikus dan seorang Rusia yang lekat dengan marxism thinker. Lenin telah berhasil menggabungkan pertemuan antara sastra dan politik pada masanya, menurutnya bahwa sastra juga bisa menjadi sebuah alat didalam bagian revolusi pada masa itu.

Lenin melihat banyaknya sastra yang menurutnya banyak diterbitkan oleh orang-orang borjuis, sebagai alat untuk mencari keuntungan pers borjuis komersial dan selebihnya hanya untuk mendompleng nama pengarang. Lenin berharap bahwa kaum proletar bisa juga berbuat demikian seperti diatas. Perlu digaris bawahi bahwa ada batasan-batasan untuk menyetujui kaum proletar harus bisa seperti pencapaian yang telah diraih oleh kelas pekerja. Kita harus tahu apa maksud dari sastra partai tersebut sebelumnya!! Untuk apa?
What is this principle of party literature? It is not simply that, for the socialist proletariat, literature cannot be a means of enriching individuals or groups: it cannot, in fact, be an individual undertaking, independent of the common cause of the proletariat. Down with non-partisan writers! Down with literary supermen! Literature must become part of the common cause of the proletariat, “a cog and a screw” of one single great Social-Democratic mechanism set in motion by the entire politically-conscious vanguard of the entire working class. Literature must become a component of organised, planned and integrated Social-Democratic Party work.
Kutipan diatas yang diambil dari seorang penguasa Rusia pada zaman dahulu menyiratkan satu pemahaman kepada kita bahwa lenin berusah untuk menggunakan sastra sebagai sarana perjuangan melawan sistem yang menguasai kaum proletar. Lenin berusaha untuk mengajak kepada kaum proletar khususnya dam masyarakat pada umumnya bahwa sastra itu harus diandaikan semisal sekrup dan roda penggerak. Lebih lanjut Lenin mengatakan bahwa sastra itu harus menjadi bagian dari komponen kerja organisasi kaum proletar untuk berkecimpung dalam mempertahankan ideologinya.

Kurang lebih ada beberapa poin penting yang diutarakan Lenin berkaitan dengan sastra. Yang pertama “Sastra harus mempunyai suatu fungsi sosial.”  Yang kedua “Sastra harus mengabdi kepada rakyat banyak.” Yang ketiga “Sastra harus merupakan suatu bagian dalam kegiatan partai komunis.” Ketiganya harus bisa diintegrasikan kedalam mekanisme kerja sosial demokrat yang dijalankan oleh kaum pekerja yang sadar akan cara kerja politik.

Pada saatnya pendapat yang seperti dipaparkan Lenin diatas akan membawa suatu pengertian yang benar-benar down more over to earth. Bahwasanya bila hal itu berkembang dan bisa berjalan dengan sesuai yang diharapkan, sastra akan bisa menjadi sebuah media yang mudah dicerna oleh masyarakat seluruhnya. Dalam artian sastra tidak hanya untuk menjadi media seseorang dalam mengembangkan karirnya, sastra hanya digunakan sebagai keuntungan belaka. Lenin lebih menghargai sastra apabila sastra tersebut bisa berguna dan terlahir dari keadaan yang benar-benar bisa menggugah rasa keingintahuan masyarakat. Ide-ide tersebutlah yang bisa membuat simpati rakyat.

Lenin pada artikelnya yang berjudul Party Organization and Party Literature, membahas sastra dan sangkut pautnya dengan politik dan bagaimana sastra seharusnya mempunyai peran penting yang sama dengan kelas borjuis yang menguasai media. Sastra harus menjadi sebuah gerakan yang bisa berfungsi untuk meraih simpati rakyat, tanpa harus selalu mempunyai keinginan mempunyai nama besar dari keuntungan yang didapat dari sastra. Sastra seharusnya harus “mencerminkan kenyataan sebagai ungkapan pertentangan kelas”. Tetapi sastra  tidak hanya mencerminkan kenyataan, sastra dapat dan harus turut membangun masyarakat, seperti halnya pendapat jan van luxembrug miekel bal dan wiliam g weststeijn.
Manusia bisa bebas berkehendak untuk melakukan apapun itu. Karena manusia adalah bebas dari keterikatan setelah lawasnya kedunia telah bertemu. Namun apakah benar tidak adanya suatu pengikat dari kehendak bebas manusia selama hidupnya? Jawabnya adalah bermacam-macam problema yang akan ditemui hanya karena membicarakan manusia dalam lingkup kehidupan duniawi dan menanyakan apakah kehendak kamu untuk hidup didunia ini?

Banyak orang yang dengan keangkuhannya menyatakan bahwa there’s no such a eternal thing everywhere, anytime. Mereka yang berkehendak seperti itu adalah mereka yang bermain gembira menikmati hidup tanpa adanya suatu keterikatan yang akan terputus dikelak hari. Kelak perasaan dasar dari kesenangan mereka adalah bagaimana ia berbuat sekehendak diri pribadi manusia masing-masing.

Bagaimanakah mereka memikirkan tentang penciptanya? Adalah pertanyaan balik yang ingin saya lontarkan kepada anda, apakah Tuhan masih berada dalam pikiran mereka? Apakah Tuhan membiarkan mereka hidup yang berkebebasan sementara bagi mereka?

Jawaban dari setiap pertanyaan yang tak perlu ini seharusnya tidak bisa dipakai untuk menjawab probelamtika hidup manusia. Karena manusia adalah lemah untuk mengetahui bahkan mengakui bahwa bahkan mereka bernafas adalah pemberian Tuhan. Tuhan menyelamatkan manusia tidak mesti secara langsung, melainkan bisa memlalui proses yang lama, yang bisa disematkan pada kejadian-kejadian, baik yang lalu – sebagai pelajaran – maupun yang sekarang – belajar dari kisah -.

Agama, disatu sisi adalah jawaban yang paling indah untuk menjadi sebuah pondasi untuk kehidupan harmoni yang loh jinawi. Karena semua agama didunia ini mengajarkan kita kepada kebaikan-kebaikan untuk dibalas kelak dihari yang dijanjikan Tuhan. Kenapa ada kebaikan? Karena semenjak Tuhan menurunkan Manusia pertama ke dunia maka disana pula terdapat suatu binary eternal iblis turun kedunia menebar kebencian yang sangat terhadap manusia.

Agama hanya sebuah nama apabila manusia tidak serta merta melakukan dan mengaplikasikan ikhtisar penting apa yang menjadi esensi penting dalam Agama. Agama adalah sebuah jalan yang harus ditelusuri bagi musafir manusia dalam hidupnya. Karena utusan-utusan Tuhan yang telah wafat – Semoga salam berkah atas rahmat kepada mereka – mengajarkan kepada kita bagaimana kita seharusnya hidup didunia.

Dengan meyakini bahwa suatu hari kita akan mati dan dihidupkan kembali maka kita akan lebih waspada dalam menjalani hidup yang sebentar ini. Meyakini Adanya sang pencipta dari kesempurnaan keindahan yang bisa dilihat elok oleh mata membuat kita takjub bagaimana esensi dari kesempurnaan yang sejati? Meyakininya kita tidak harus ragu untuk itu, karena sifat ragu akan membawa kita pada satu tingkatan ragu berikutnya, adalah fakta dan keilmiahan yang bisa memanjakan mata untuk percaya, dan yang lain sesudahnya.

Agama adalah suatu jalan yang bisa menyelamatkan kehidupan manusia, karena manusia hidup bukanlah untuk hidup sahaja. Dunia adalah tempat dimana kau bisa terperosok pada angkara murka Tuhan, karena banyak pengikut iblis yang tak rela bila manusia mampu selamat dalam cengkramannya. Alhasil manusialah yang harus mampu mewanti-wanti diri untuk menyelamatkan tipu daya muslihat bumi. Kendaraan yang sangat harmoni untuk didakinya adalah dengan meyakini ajaran dari Agama, maka keselamatan ada padamu.

Akhir-akhir ini kita sering dihebohkan dengan kelakuan para pejabat tinggi. Hal yang paling tabu yang seharusnya tidak boleh terjadi di sini, di Indonesia. Sekarang sudah menjadi sesuatu yang tidak lagi lazim. Negara kita ini dibangun oleh darah-darah manusia beragama bung!! Pancasila saja menegaskan bahwa kita adalah makhluk yang percaya kepada Tuhan. Tapi kenapa masih banyak orang yang berbuat seolah mereka tidak berTuhan, berbuat zina.

Sudah saya katakan tadi bahwa agama adalah hanya sebuah nasihat saja, nasihat yang ampuh kalau bisa diaplikasikan dengan harmoni dan sejalan. Tanpa adanya suatu penegasan dari sikap maka yang ada hanya Agama akan menjadi penghalang bagi mereka yang memuja kesenangan!! Tuan bila ada Muslim yang berbuat zina bukan pada waktunya maka tuan tidak boleh menuduh semua orang yang agama islam adalah seperti itu, kristen pun sama. Maka yang ada dan harus kita sadari bahwa manusialah yang bodoh yang tak ingin kebebasannya menjadi terkungkung.

Banyak dari manusia dan kisah hidupnya yang beragama menjadi manusia yang tak terkontrol, akibat dari jauh jarak dari pengikat yang bisa menyelamatkan mereka. Bila anda bertanya apa jaminannya bila benar agama adalah suatu jalan selamat bagi manusia? Maka jawaban yang bisa saya lontarkan adalah bagaimana ada suatu kisah yang didalamnnya tidak hanya bersemayam bukti bukti melainkan sebuah pembelajaran yang sangat penting untuk kita renungkan. Selain meyakini akan adanya hal yang gaib maka kita harus meyakini bahwa setiak gerak langkah kaki kita didunia, setiap perasaan terkecil kita maka Tuhan adalah sang mengetahui bagi hal yang sekecil itu.

Pejabat tinggi yang korupsi, yang sewenang-wenang terhadap rakyat kecil meskipun dalam ajaran pancasila bersemayam beberapa butir falsafah hidup bangsa yang lohjinawi. Yah itu tadi karena manusia lah yang mempunyai kehendak berbuat semena-mena kalau tidak mempunyai dasar yang kuat untuk dipegang. Maka apabila ada satu agama tercemar oleh karena perbuatan salah satu pengikut, maka jangan menyalahkan semuanya!! Itu namanya menuduh orang menjadi tersangka!!

Tuan, manusia itu pandai karena mereka bisa berpikir dan itu adalah salah satu mengapa manusia itu berbeda dengan hewan yang hanya bisa mengandalkan nafsunya saja. Manusia dengan kepandaiannya mampu berbuat baik bahkan bohong dan bermuka dua. Hal inilah mungkin yang sering kita temui pada orang-orang yang menjabat negeri ini.

Mereka itu kelihatannya baik, dengan penampilan kantoran, wajah yang lugu namun dibelkangnnya adalah mereka iblis yang siap beraksi ketika panggung telah tiada. Manusialah jua yang harus dipersalahkan karena manusia mempunyai pikiran mana membedakan yang baik dan yang buruk. Bila mereka mampu menahan perasaan nafsunya maka mereka tidak akan korupsi, apabila mereka tahu akan dosa yang ditanggungnya maka mereka tidak akan berbuat zinah atau korupsi.

Apalagi ini adalah wakil rakyat yang katanya dipilih masyarakat sebagai orang yang intelektual dapat dipercaya dan mempunyai akhlak mulia. Namun semua itu ternyata bulshit masyarakat tengah ditipu suatu kebaikan dalam topeng iblis. Banyak yang sudah muak melihat tingkah laku sebagian aparatus negara yang kejam dan tak bermoral.

Syndrome apa yang tengah terjadi di Indonesia ini? Apa hal tersebut terjadi pula dinegara lain? Iya jawabannya. Lalu apakah ada indikasi bahwa kelakuan seperti ini adalah akibat dari zaman yang semakin edan? Jawabannya mungkin tidak yah tuan, manusia dicptakan Tuhan juga untuk bertahan karena mereka berpikir, manusia mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk. Manusia bisa memilih untuk hidup seperti bagaimana mereka mau.

Religion will not fade away ever!! Tapi orang yang menganutnya mungkin akan berkurang dari hari ke hari. Karena dunia dengan segala kesenangannya adalah hal yang pasti bisa menipudayakan manusia yang lemah ini. Makanya kalau ada kelakuan yang dipandang tidak sesuai dengan ajaran agama kita maka kitalah jua yang harus bisa memposisikan diri kita dalam masyarakat. Apalagi sekarang peradaban adalah milik mereka yang berbeda keyakinan dengan kita, tapi bila melawannya dengan kekerasan maka hal tersebut akan sulit untuk dicapai karena beberapa alasan. Jalan dakwah yang baik dan benar-benar tulus adalah sesuatu yang diidamkan oleh seluruh manusia.

Manusia sejatinya adalah menginginkan kedamaian yang universal, kedamaian yang tak memandang siapa mereka siapa mereka. Hidup dalam harmoni dan hidup dalam perdamaian adalah keinginan manusia dari dulu, namun dalam dunia ini kita perlu ingat bahwa untuk mencapai kedamaian maka kita harus tahu bahwa didalam kehidupan ini ada 2 perkara penting yang akan selalu berseteru, mereka adalah kebaikan dan kejahatan, neraka dan syurga.
Hai berjumpa lagi dengan saya - Muhammad Zaki Al-Aziz - sebagai penulis didalam blog Zakii Aydia ini. Saya ucapkan terima kasih sekali kepada seluruh pengunjung blog Zakii Aydia, hal tersebut saya utarakan adalah karena kunjungan anda adalah salah satu pemacu yang memotivasi saya untuk terus menerus menulis. Saya selalu berharap semua tulisan yang tersaji disini akan bermanfaat untuk kalian.

Untuk postingan kali ini saya hanya ingin berbagi cerita dengan kalian, mungkin ceritanya terlalu pribadi namun karena aktivitasnya berkaitan dan dilakukan oleh semua orang maka bersifat universal. Oleh karena itu saya ingin berbagi dengan kalian. Apa yang ingin hendak saya bagikan?

Membaca dan Buku

Membaca itu penting sebagaimana sang baginda Nabi Muhammad yang diperintahkan oleh Jibril untuk membaca ayat Al-Quran. Pun hal itu sangat penting untuk kita saat ini, karena dengan membaca kita secara sangat sederhana sekali akan merasa tahu dan merasa kecil hati karena banyak misteri didunia ini yang belum kita ketahui.

Maka dengan membaca kita pasti akan mempunyai pengalaman yang jauh dari pengalaman sebelum kita membaca. Apapun buku tersebut kalau sudah membaca maka proses transfer suatu ilmu pun sedang terjadi, malahan banyak orang yang mengaku bahwa pembelajaran dikampus itu tidak seperti pengetahuan kita dengan banyaknya bacaan buku yang dibaca.

Bukanlah saya menyalahkan mereka yang hanya bersifat formal tapi mereka juga sangatlah penting buat kita, karena merekalah yang mengarahkan kita untuk mengikuti dan sebagai penunjuk suatu jalan menafsirkan ilmu. Jadi kalau kita memanfaatkan kedua hal tersebut maka kita akan mendapatkan suatu keuntungan lebih dari kedua proses diatas.

Yang pertama kali kita gambarkan ketika mendengar kata membaca adalah pasti buku! Meskipun membaca itu bukan hanya milik mata saja tetapi bisa juga membaca pikiran, pendengaran, karena indera yang didapat pasti bermuara pada pikiran dan hati.

Buku, suatu kotak yang berisikan beberapa ilmu dunia sebagai perlambang pemanjangan sejarah manusia, telah menjadi suatu keharusan yang seharusnya ada. Kalau tidak ada buku maka tidak akan ada pembukuan pun sebaliknya sama. Tidak ada buku maka kita tida bisa mengetahui hal ihwal ilmu, sejarah peradaban yang telah lampau.

Membaca, Membeli dan Mengunduh Buku

Sekarang ini peradaban kita tengah berada pada kegemilangan tekhnologi. Tekhnologi membuat manusia mampu merambah dunia laut, langit, angkasa, hutan dan alam semesta (sebagiannya). Dunia dengan adanya tekhnologi dibuat sempit satu sama lain dan dibuat mudah bertemu - dalam maya - meski jauh satu sama lain.

Dan yang paling penting bisa bermanfaat juga pada proses membaca, apa maksudnya ini? Dunia ini sekarang adalah kampung global seperti tesisnya Marshal M. Tak ada yang tak terjangkau dengan tekhnologi, kampung, pelosok bahkan yang paling dalam dari pelosok pasti setidaknya membutuhkan listrik. 


Orang-orang mampu merembuk satu sama lain dari penjuru dunia yang berbeda hanya pada satu dunia, yakni maya. Dunia maya membuat orang dibius dibuatnya, dibuat diam bila sudah berdiam diri didepan komputer. Tapi sesuai dengan kehadirannya yang membiuskan kehadirannya memang bermanfaat disatu sisi dan disisi lain masih ada sisi kelam yang meraup-raup didalam pikiran.

Dengan kemudahan akses sekarang ini kita juga bisa mencuri-curi loh ~_^ maksudnya mencuri itu adalah mengunduh ebook gratis. Salah satu aspek keuntungan yang bisa kita dapat dari adanya internet dari beberapa ratus keuntungan. Berbagai buku yang susah kita cari di negara sendiri susah maka tidak banyak orang yang termudahkan dengan adanya sistem unduh e-book.

Eits tapi tidak semua buku gratis yang kita cari itu ada didalam server loh. Banyak buku-buku lokal yang masih sulit untuk didapatkan di dunia maya. Oleh karena itu kita diwajibkan untuk membeli buku-buku dinegeri kita sendiri. Membeli dan Mengunduh tidak ada ruginya loh malahan keduanya pada akhirnya menguntungkan kita.

Mengumpulkan Buku dan Membuat Perpustakaan Pribadi

Ketika rasa cinta sudah tumbuh pada kegiatan membaca - untuk itu perlu membeli dan mengunduh - maka seiring itu juga tumbuh rasa keinginan untuk mengoleksi buku-buku; baik itu buku lawas atau buku baru. Hal yang terbenak sesaat adalah membuat perpustakaan pribadi, suatu muara terakhir ketika beberapa hal diatas telah terlaksanakan.

Dengan adanya motivasi membuat perpustakaan pribadi maka hal-hal bermanfaat yang kita miliki sekarang akan bermanfaat pada generasi-generasi selanjutnya dan itulah proses yang berkala dari kehidupan yang bermanfaat.

Membuat perpustakaan pribadi itu sangatlah mudah karena apa yang kita butuhkan adalah ruangan, lemari yang dimodifikasi - sesuai kreatifitas anda - dan ruangan yang memadai untuk dijadikan suasana yang harmonis. Tapi untuk ruangan yang belum ada kita masih bisa menggunakan kamar kita sendiri untuk dijadikan ruangan perpustakaan pribadi.

Penutup

Bagaimana saudara ku penjelasan yang singkat diatas, apakah bermanfaat untuk kalian? Apabila ada suatu kesalahan maka jangan sungkan untuk menegurnya lewat komentar dibawah yah. ~_^ Apabila ada yang ingin menambahkan maka saya sangat hormati untuk ikut serta dengan berkomentar dibawah yah....