ARCHIVE

Default Thumbnail

Showing posts with label Indonesian culture. Show all posts
Showing posts with label Indonesian culture. Show all posts
As i promised in the blog post before. I will share to you some pics about how wonderful Indonesian. The pictures are about people, culture and whatever it is. It's better to know than nothing to know how big the world. God created us to know each other, I am here, as the sender message, to introduce part of God's created.

Indonesia is a big country a long with the diversity whether it's multicultural country, multilingual country, multireligion country but it's not multilevelmarketing country [just kidding bro]. With a wide region and different people, that made Indonesian to be a big country, just a big!!

I believe that everything in the world is from God gift. All we have to do now are to say thankfully to the God by reciting Alhamdulillah. In this blogging post, i will share to you how amazing is God Gift represented to the relationship between Human and nature in my country, Indonesia.
Last day, one of my Facebook friend uploaded amazing photo, he is Petruk Tralala, he made an album named Ethnicity, My Indonesia, Blue Generations, Heaven in The Earth, and etc. All pictures has philosophy whether it shown a good natural, beautiful village a long with nice people and many things.
I don't want to have a much time making description of all pictures, so i will share to you all pictures i uploaded from my friend. One of reason why do i have to upload this pictures is to make you more proud of Indonesia. If you have a comment, full it the box below.
Two Indonesian children are playing seruling, and the one is giving attention

Firstly, i wanna say thank to my all beloved friends who has given me a wonderful moment that i never forget. Do you wanna know what was the moment i had? Yeah let's get to look at the picture below:
 
Do you see me on the picture above? Yeah i am the one that use a heat, two others are my close friend. We went to the mountain last weeks to do what we miss as long live in a global era. I mean by the globalization, there's something that we must know how it's dangerous the globalization that came from western. 

I myself always remember the word that said by philosopher known as baudrilard. He said that the globalization has something like a bomb, like a time boom, it has implosion. Implosion is something that will make everything in the world same (plural).

That is why in the second sentence i said that we miss something in a village, in a locality. It's also shown that i am afraid to lost of our culture that has different view than western. When the globalization era has more grow rapidly, it means that more our next generation will be living in a digital native.

Some people have their answer to perceive this statement. There is a people that considered it as an advance, the other side said that it decreased. How we can say it an advance if we don't know how to conserve our locality as well?

Of because that problem, i invite you to more love our culture than other. We have a great civilization, we have a lot of culture, but why do we have to follow any strength culture? Why do we have to dance like a girl band, boyband that to jaipong dance, reog dance? The answer is in you :)

HARVEST TIME

I was on the wide mountain, a big mountain in my hometown. I can look all around Bandung, some of Sumedang city. Thank to God for still gimme a time to think how bigger your Majesty.

Unfortunately we come at the right time, so we can join to the society that lived in Palintang and help them to crop a potato. So let's see the picture below:


Bila dilihat dengan kacamata pembesar, judul diatas sangat lantang sekali membicarakan prilaku sosial muda-mudi zaman sekarang. Prilaku yang dimaksud adalah suatu ketidak harusan yang tengah terjadi dalam era kehidupan digital yang lebih praktis dan lebih wah wah haha.

Seolah menyindir, tapi saya ingin menyadarkan teman-teman yang tengah dibius realita maya palsu. Meski ada beberapa solve yang mampu membuat kita nyaman namun pada kenyataannya kitalah sebagai seorang manusia yang melakukakn kehidupan kita sehari-hari.

Karya sastra menurut Sumardjo dan Sumaini adalah seni bahasa, expresi pikiran dalam bahasa, inspirasi kehidupan yang dimateraikan dalam sebuah bentuk keindahan, semua buku yang memuat perasaan kemanusiaan yang benar dan kebenaran moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan dan bentuk yang mempesona. Mengacu pada pengertian diatas kita bisa mengerti bahwa suatu karya sastra itu adalah sebuah proses berpikir mengenai keindahan, kesucian kebenaran moral yang diexpresikan kedalam sebuah bahasa baik lisan atau tulisan.

Keberadaan dan proses itu akan senantiasa berjalan secara berirama apabila ada suatu rasa yang mempunyai peran penting yaitu rasa kecintaan kita terhadap apa yang ingin kita sampaikan pada sebuah karya sastra. Kita tidak mungkin menciptakan sebuah puisi untuk seseorang yang kita cinta apabila tidak ada perasaan cinta yang menggebu ketika

Perubahan sosial dalam suatu masyarakat tidak hanya terjadi bergitu saja tanpa adanya perantara/penghubung keadaan sosial satu dengan yang lain-nya. Adanya kontak budaya barat dan timur tidak bisa terhindarkan dizaman globalisasi, hal ini akan menyebabkan terjadinya benturan-benturan yang menyebabkan masuknya pengaruh kebudayaan barat ke dalam tatanan hidup kita. Namun kenapa hanya pada pihak yang berkuasalah yang banyak mempengaruhi tatanan kehidupan kita? salah satu jawabannya mungkin terletak pada peran media yang tidak pernah lelah menggombar-gambirkan apa yang mereka yakini bisa menjadi pasar untuk keuntungannya. Saya mengamati dari pola-pola tersebut nampak ada kecenderungan 'saling mengisi' untuk memporelah hal tersebut.

Pertama mereka mengenalkan dulu konsep yang akan mereka tunjukan lalu yang kedua adalah dengan menggunakan media sebagai penyempurna pengenalan pada masyarakat yang tidak terjamah keberadaannya. Sebagai contoh mari kita menilik pada perkembangan musik barat yang telah mengalami beberapa perubahan dari dekade 80-90an. kita mungkin masih mengingat benar dengan yang namanya Nirvana, salah satu band papan atas luar negeri yang tidak pernah dilupakan sampai sekarang karena sang vokalis mempunyai citra dan pencitraan yang tinggi. (Saya juga mengidolakan dia lho)

Yang saya tangkap dari perkembangan musik barat bukanlah terjadi karena sesuai zaman akan tetapi terletak pada pasar dan kebutuhan massa. Artinya ada pihak lain dibelakang layar Nirvana yang mempunyai maksud tersendiri dengan menggunakan konsep nirvana sebagai komoditi mereka. Adanya penguasa dari pihak tertentu yang memanfaatkan nirvana untuk komoditas tertentu. Geliat mereka (orang-orang yang mengetahui pasar) pasti akan mendewakan mereka sebagai tumbal keuntungannya, oleh karena itu nama nirvana dulu menjadi band terkenal seantero dunia. Ditambah media juga mempunyai perannya tersendiri untuk mendapatkan komoditinya, peran media akan sangat menjadi sentral karena merekalah yang mengenalkan konsep nirvana dan keanehannya pada dunia secara keseluruhan, bayangkan saja kalau tidak adanya media-media pada saat itu, mungkin di negeri kita masih mendegarkan lagu lawas seperti koes plus.

Hal diatas merupakan sebuah contoh bagaimana penguasa menjalankan ideologinya dan mengorbankan barang yang menjadi komoditinya. Kembali pada perubahan sosial yang menjadi fokus penting catatan singkat ini, saya harus tekankan bahwa yang menjadi inti permasalahan dari perubahan sosial adalah benturan budaya satu dengan budaya lain, akan tetapi sekarang ini hanya budaya dominan lah yang mempunyai peran nyata untuk mempengaruhi budaya lain-nya. Kita tahu globalisasi sekarang ini semakin merajalela saja, perkembangan tekhnologi dan media yang meningkat sangat berperan penting dalam suksesi kontak budaya antara satu dan yang lainnya. dalam hal ini baratlah yang memegang kendali arti penting globalisasi. Contoh kecil saya paparkan dengan semakin banyaknya istilah-istilah bahasa inggris yang masuk ke dalam bahasa kita, begitu pula dengan budaya yang dikenalkan oleh barat. Bayangkan kalau tidak ada kontak budaya dengan barat mungkin kita tidak akan melihat wanita-wanita yang mengenakan celana jeans pendek sekali, pria-pria yang memakai anting, berambut cepak dan menggunakan lem disamping jalan?

Pertanyaan yang harus dijawabkah hal tersebut, ia tentu harus dijawab. karena kalau hal tersebut dibiarkan begitu saja mungkin budaya atau kehidupan sosial yang ada diIndonesia mungkin bisa digantikan perannya oleh masuknya budaya-budaya baru yang dikenalkan oleh orang barat. kalau begitu memang betul wacana yang saya dapatkan bahwa globalisasi identik dengan pluralisme dalam segala hal. 

Bersambung.


Embun pagi seakan selalu menjadi teman setia ketika hendak membuka mata dan menjalani hidup lalu menutup mata kembali untuk menyambut pagi. Aku yang terlahir sebagai seorang musisi jalanan selalu bersyukur atas anugrah yang selalu berlimpah ruah. Ia memang begitulah seharusnya hakikat manusia ketika terlahir ke bumi, harus bisa mensyukuri apa yang telah diberikan-nya, meskipun sering kali manusia merasa frustasi dengan peran yang diberikan tuhan ke dunia dan sering merasa tidak puas dengan apa yang dia lihat ketika melihat orang-orang lain terlahir sebagai seorang yang lebih baik dari dirinya sendiri.

Ketika matahari mulai menyongsong pagi, teranglah cahaya dan menenggelamkan serpihan-serpihan bulan sisa malam tadi, inilah saatnya aku bergegas melangkah demi selangkah untuk menjalani rutinitas keseharianku sebagai penyanyi jalanan. Aku mungkin adalah seorang manusia yang paling beruntung didunia ini, tak ada orang lain yang seberuntung diriku. Itulah kata-kata yang selalu aku tanamkan pada diri sendiri ketika menghadapi hidup yang penuh dengan misteri. Aku tidak mau suatu hari misteri itu menjadi penguasa dalam diriku, aku tidak ingin ke-misterian itu membuatku menjadi gelap pandangan akan sekitar. Oleh karena itulah aku senantiasa memunajatkan doa pada Tuhan untuk selalu diberi cahaya terang kehidupan.

Teman yang pertama aku lihat ketika bangun adalah gitar kecil berwarna coklat yang sudah lusung dipenuhi stiker-stiker OI, Slank dan stiker Punk. Tidak banyak orang yang tahu bahwa aku dan gitar itu sudah seperti orang berpacaran. Karena kita selalu saling mengisi ketika sepi menyeringai dan saling memberi ketika kita saling membutuhkan. Sementara itu aku juga biasanya selalu menyempatkan sedikit waktu untuk menulis beberapa puisi dalam buku kecil disamping kasur tua itu sebelum aku hendak mencari uang.

`Aku sedang tidak bermimpi, Sentuh saja apa yang ku lihat, masih terasa dan nampak seperti kemarin namun hanya saja hati yang tidak nampak seperti kemarin, terbangun dan lebih gusar untuk lebih baik dari kemarin, aku biarkan gemuruh angin membuka mata, tanpa menutupi, takan aku biarkan anugerah indah terdampar ke dunia ini karena kita hidup diantara sabda-sabdanya yang menjanjikan.`

Aku pertama kali menjadi seorang penyanyi jalanan/pengamen ketika aku masih umur 7 tahun, bersama kawan-kawan yang lain aku telah melewati hari-hari yang tidak sebentar hidup dijalanan. Aku mempunyai rasa tanggung

Cintailah harmoni alam dengan hukum alam, yakinlah suatu keharmonisan ada pada suatu tempat yang didambakan, kedamaian alam dengan keharmonian makhluk hidupnya.

Sekilas tampak ada kengerian dan ketidak puasan atas apa yang terjadi pada stabilitas kelangsungan makhluk hidup dalam kata pengantar diatas. Kegelisahan yang sudah cukup lama dipendam namu baru sekarang dikeluarkan dituangkan kedalam tulisan. Yang akan dibicarakan didalam tulisan ini sekedar apa yang telah terjadi dan akan terjadi dan yang sedang terjadi sekarang. Dalam tulisan ini aku akan mencoba sedikit mengurai tentang ekosistem hewan predator tertinggi didaratan yaitu harimau sumatera.

Terdapat tiga subspesies harimau yang bisa kita temukan di Indonesia yakni: Harimau Jawa, Harimau Bali dan Harimau Sumatera. Dua dari spesies tersebut dikatakan sudah punah dari peradaban akibat perluasan kawasan geografi yang dilakukan manusia dan pemburuan yang meningkat dan satu spesies yang masih bisa kita lihat adalah harimau sumatera.

Keberadaan Harimau sumatera masih bisa kita temukan dikawasan sumatera di Indonesia, meski ada beberapa harimau yang hidup di penangkaran taman safari dibogor akan tetapi habitat asli mereka adalah dihutan yang ada disumatera. Hidup dialam liar memang menjadi rumah sejati para harimau, karena mereka adalah penguasa alam liar yang hidup dialam liar.

Namun seiring berjalannya waktu rumah mereka sedikit demi sedikit dikikis oleh perluasan-perluasan kawasan industri yang tidak bertanggung jawab secara hukum alam. Penebangan pohon yang semakin meningkat dan hampir meratakan hutan-hutan disumatera telah membuat harimau sedih. Mungkin kita tidak pernah bisa merasakan kesedihan hewan tersebut tapi dengan kepekaan yang besar terhadap alam dan lingkungan hidup mungkin kita akan sedikit merasakan kesedihan mereka.

Manusia seharusnya menyadari bahwa hal diatas sangat berpengaruh sekali terhadap mental yang didapat dari hewan tersebut, seharusnya hukum alam diterapkan untuk memadu harmoni dengan manusia. sekarang ini tidak ada harmoni yang bisa ditemukan disumatera khususnya ditempat-tempat yang seharusnya menjadi rumah bagi para raja hutan, korban-korban pembunuhan harimau yang meningkat sampai pada 9 orang mulai menjadi momok menakutkan warga setempat khususnya warga yang dekat dengan rumah raja tersebut.

Tidak sedikit dari korban yang mati adalah para pekerja ilegal logging yang sedang asik mengerus halaman rumah sang raja. seperti dikutip dari ian kosasih (WWF Indonesia) "Masuknya manusia ke habitat harimau menciptakan situasi krisis dan meripakan ancaman," kata Direktur WWF, Ian Kosasih. Pemerintah, tambah dia, harus tegas menghentikan pengrusakan hutan, baik oleh perorangan maupun koorporat. "Untuk melindungi hewan sekaligus membuat masyarakat aman," tambah dia.

Disisi lain memang aku tidak bisa mengenyampingkan kebutuhan hidup para penebang kayu, akan tetapi yang aku sangat sayangkan adalah pihak-pihak/orang dibalik semua itu yang tidak bertanggung jawab terhadap perusakan alam. Dalam hal ini seharusnya pemerintah harus benar-benar menangani kasus penebangan pohon ilegal dengan serius. yah lagi-lagi yang terlihat hanya bias semata. yang kaya akan tetap menjadi kaya dan yang menebang akan selalu jadi penebang dengan segala resiko.

Bila aku sebutkan bahwa yang menjadi korban disini adalah para harimau sumatera, yang telah dirampas rumah-rumahnya oleh para politisi yang tidak bertanggung jawab, oleh karena itu jangan salahkan bila harimau-harimau marah dengan keberadaan manusia, itu tadi karena manusia telah lebih jauh masuk kedalam habitat harimau sumatera.

Penderitaan harimau tidak sampai disana, sekarang ini keberlangsungan hidup harimau sumatera terancam oleh pengrusakan rumah mereka dan pemburuan terhadap mereka. Hati mengkerut tajam ingin melantangkan kesedihan namun apa daya semua itu telah terjadi.
Sudah banyak dari harimau sumatera yang berjatuhan gugur melawan manusia. Harimau mungkin mampu beradaptasi dengan iklim alam yang kejam tapi mereka tidak bisa beradaptasi dengan kekejaman manusia.

Oleh sebab itu Harimau sumatera saat ini termasuk hewan yang kritis yang hampir punah dibunuh karena keserakahan manusia. apakah kita ingin harimau sumatera mempunyai nasib sama dengan harimau bali dan jawa yang telah punah jauh sebelum harimau sumatera. Seharusnya kita berkaca pada pengalaman yang terjadi pada harimau yang telah punah, seperti yang sudah dibahas tadi bahwa pemerintah seharusnya turun langsung untuk menangani kasus ini.

Angin segar datang dari pemerhati binatang yang kita kenal dengan sebutan WWF (world wild life) karena dengan keberadaan mereka sangat membantu kehidupan harimau sumatera. Sepak terjang WWF dimulai dari membuat penakaran yang mempunyai sistem perkembang biakan, mencatat habitat yang masih ada dihutan dan memberikan pengenalan terhadap prilaku hewan tersebut terhadap warga.

Akan tetapi jaminan keselamatan harimau sumatera tetap ada dihutan itu sendiri, karena tidak adanya pengendalian yang mengkontrol hutan yang sangat luas membuat para harimau masih bisa belum dikatakan sudah terhindar dari kaki tangan manusia. buktinya satu harimau yang telah diberi pelacak GPS oleh WWF telah meninggal terkena jebakan yang dibuat oleh manusia dihutan yang tak berpenghuni.

Dengan adanya perkembang biakan pada hewan ini mungkin akan sedikit membantu ekosistem perkembangan harimau sumatera. Meski hidup dalam penangkaran yang terkurung para harimau seengganya bisa merasa lega dan terhindar oleh kekejaman manusia iblis. Para pencinta alam dan makhluk hidup berharap pemerintah memberikan solusi terhadap masalah ini, masalah yang akan selalu terus mereka hadapi untuk menjaga keberlangsungan harimau sumatera terakhir.
Seorang anak terlihat murung
Dengan keadaanya dia merenung
Ditepi jurang menara itu, dia menatap seluruh kota
Hingar suara era peradaban dan redup suara hati jiwa

Hingga berakhirnya hari-hari silam, datangnya senja
Anak itu masih bernyanyi menemani malam demi sesuap makan
Dalam hatinya ter-patri untuk membuka lembaran baru
Lalu berkata `Dengan keadaan-ku yang seperti ini, tidak lantaas untuk-ku menyerah untuk terbang menyentuh langit

`Sementara itu

Tidak jauh dari pelataran rumah, aku berandai
Terbentang luas hijau-hijau berbaris
Seraya bernari, berdendang dengan harmoni
Tanpa asap dan tanpa bising

Beberapa saat kemudian, aku memohon
`Tolong tuliskan kembali tinta awal kehidupan kita`
Dimana suara gemercik air menyambut pagi, lantunan burung gorejra bernyanyi
Angin sepoi-sepoi dan hijau-hijau pun bergoyang

Aku sendiri duduk diatas bambu rumahku
Aku mengiringi pagi dengan bambu yang berbunyi mengikuti burung bernyanyi merdu
Aku sendiri menatap ciptamu
Aku hanya ingin dunia seperti harmoni irama bambu



Begitulah kata-kata yang aku tulis dalam sebuah diari untuk hari ini dan menurutku kalau aku memfokuskan diri terhadap lingkungan hidup/semesta alam yang indah ini maka aku akan mendapati banyak tema tentang alam yang akan aku tulis dalam diari. Hal ini terjadi karena banyak hal-hal yang masih belum aku ketahui tentang fenomena yang terjadi. Hakikatnya alam ini adalah untuk mendampingi manusia dalam system kehidupan, oleh karena itu alangkah baiknya alam ini dipelihara oleh manusia-manusia. Dengan itu manusia akan hidup berdampingan dengan lingkungan yang asri dan berseri.

Akan tetapi hal itu bertolak belakang dengan yang terjadi belakangan ini. Meskipun penghijaun santer digembor-gemborkan oleh pemerintah namun tidak sedikit juga lahan-lahan yang pada awalnya alami menjadi kotor ulah besi-besi penghancur. Aku meratapi kota dimana aku dilahirkan, ketika itu terbesit tanya mengapa akhir-akhir ini pohon-pohon rindang yang membuat kita sejuk malah dihancurkan?

Suatu tanda tanya besar yang harus segera diselesaikan oleh kita, sadarkah kita bahwa alam semesta juga adalah sabda-sabda dari tuhan, diciptakan tuhan untuk menaungi manusia dari kelaparan. Apakah kita bisa menerima kalau kita melihat banyaknya gedung-gedung pencakar langit yang tidak menghasilkan apa-apa dibuat sebanyak mungkin? Apakah kita bisa menerima ketika mendapati pohon-pohon yang menjerit ditebang dengan kejinya? Kepekaan kita terhadap lingkungan harusnya dipertanyakan kembali.

Kita tidak bisa mendengar jerit kesakitan lingkungan hidup ini, kita tidak menyadari bahwa mereka menangis untuk kita, karena dengan tidak adanya lingkungan hidup yang berseri dan asri akan menimbulkan bencana bagi kita sendiri. Manusia yang tidak mempunyai etika sering kali melupakan esensi keberadaan lingkungan hidup bagi kehidupan. Yang mereka pikirkan hanyalah sebuah hal nyata untuk kehidupan.

Menurutku bukan hanya dikota saja aku mendapati lingkungan hidup yang seakan terkikis oleh peradaban baru, dikampung-kampung juga sudah nampak terjadi hal yang bertolak belakang dengan penghijauan. Aku sangat murka sekali terhadap diri sendiri karena aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk melestarikan lingkungan ini. Aku berharap lingkungan akan membalas balik perlakuan kita, jangan sampai mereka murka terhadap kita. Jangan sampai mereka meniadakan kita dengan sekejap. Karena semua itu bukti dari kekuatan sabda-sabda tuhan.

Jika bumi masih seperti ini, kita hanya sedang menunggu
Menunggu ketika kita dihempas badai akibat murka, digoyang gempa akibat dusta
Siapa yang mau melihat semua terlihat begitu tidak teratur, mereka marah, murka terhadap kita
Ketika malam mencekam, gemuruh ledakan gunung, benturan air bah, angin kencang menderai kita

Sesuatu yang tidak bisa kita hindarkan namun sering kita anggap tiada akan kebenarannya
Melihat gadag besi berserakan diatas langit, menghancurkan kehidupan
Ketika orang maya berkata demikian rupanya akan datang peradaban baru
Semua adalah peringatan akan kepekaan kita terhadap pembuktian


Hatiku tertegur ketika mendapati semua yang aku lihat akhir-akhir ini, dalam hati ingin rasanya mengembalikan semua keadaan indahnya semesta ini, termasuk dilingkungan dimana tempat aku berlabuh. Masih banyak cara untuk menghijaukan lingkungan. Karena alam selalu setia sampai saatnya nanti tiba akhir dari segalanya.