ARCHIVE

Default Thumbnail

Ilustrasi - Al Maoen

Pengantar: Yap A Siong Ke Bandoeng

 

Pada postingan kali ini, dalam sesi seputar Bandung, penulis akan sedikit membahas tentang Yap A Siong, seorang pahlawan dan tokoh Islam yang berasal dari Medan dan merupakan keturunan tionghoa. Ketertarikan penulis terhadap terhadap Yap A siong muncul ketika membaca sebuah surat kabar lawas Al-Maoen yang pernah terbit pada tahun 1930an.

 

Dalam surat kabar tersebut ada sebuah pemberitaan mengenai kedatangan Yap A Siong ke Bandung pada bulan Januari tahun 1939 tepatnya didaerah Cimahi.  Kedatangan Yap A Siong, bila dibaca pada surat kabar tersebut, merupakan perjalanan safari dakwah terhadap muslim Tionghoa yang tinggal di sekitaran Bandung.

 

Dalam surat kabar tersebut dikatakan:

“Ngawitan taboeh 2 siang Djrg. Hadji Jap A Siong propagandist Islam bangsa Tiong Hoa ti Deli, bade ngajakeun lezing di Tjimahi” 

Propagandist yang dimaksud pada kalimat diatas merupakan kata yang cukup lumayan sering muncul pada surat kabar tahun 1930an. Tapi bila melihat pada konteks kalimat diatas maka propagandist disana mempunyai arti makna penyebar.

 

Ini bisa dilihat dari agenda acara yang telah ditetapkan pada pertemuan tersebut yakni:

  • Islam dan Persatoean 
  • Tarich Islam,
  • Islam di Tiongkok

Kedatangan Yap A Siong ke Bandung pada waktu itu bisa dikatakan merupakan sebuah momen penting. Karena untuk menyambut kedatangannya saja dibentuk sebuah komite atau panitia baik dari orang Islam keturunan Tionghoa dan bahkan penduduk asli Bandung.

 

Malahan kedatangan Yap A Siong sebagai pendakwah itu setidaknya merangsang para juragan Bandung dalam rangka berdakwah. Hal ini dibuktikan dengan dibentuknya sebuah badan yang dinamakan Comite Lezing Islam. Mereka yang pada waktu itu menjadi bagian dari Comite Lezing Islam adalah sebagai berikut:

 

Soetalaksana sebagai Voorzitter. Karim sebagai Secretaris Penningmeester dan Ong Soe An, Tjia Kok Soen, Gan Kok Sin, Setiadarma Nachrawi, Awod Alkasadi sebagai leden.

 

Namun sasaran dengan dibentuknya badan ini tentu adalah orang Tionghoa yang ada di Bandung. Sedangkan tempat yang digunakan mereka adalah di gedung Tjong Hoa Sing Hwee yang terletak di Chinese Voorstraat atau Jalan Pecinan Lama, Bandung saat ini.

Yap A Siong: Pendakwah Islam dan Pahlawan Nasional 

Tentu Yap A Siong itu bukan orang sembarangan. Artinya ia disegani dan dihormati oleh semua orang, khususnya orang Tionghoa. Rekam jejaknya dalam berdakwah dan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia telah berlangsung sebelum ia datang ke Bandung.

 

Jalan juang yang ia lalui dalam membentuk nasionalisme adalah dengan mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama Persatuan Islam Tionghoa (PIT) pada tahun 1936 di Medan, Deli Serdang. Kelak organisasi itu menjadi kendaraan yang dipakai Yap A Siong dalam berjuang melawan penjajah.

 

Serangkaian safari dakwah yang Yap A Siong lakukan di Jawa merupakan perjalanan jihad demi menyatukan visi. Terutama kepada orang Tionghoa yang ada didaerah luar Sumatera. Mengingat bahwa terdapat sebuah jurang, atau pemisah, imbas dari hukum yang diterapkan oleh Belanda, antara penduduk pribumi dan etnis Tionghoa. Tugas Yap A Siong itulah untuk mejembatani jarak tersebut.

 

Dalam pembahasan diatas disebutkan bahwa salah satu agenda yang akan dibahas dalam pertemuan Yap A Siong dengan orang Tionghoa di Bandung adalah tentang Islam di Tiongkok. Maka bukan tidak mungkin dalam pembahasannya kelak terdapat rihlah perjalanan Laksamana Cheng Ho yang selama berlayar di Nusantara dipenuhi dengan keharmonisan.


Selain periode Cheng Ho banyak juga argumen sejarah penyebaran agama Islam yang dibangun dalam kerangka peran dari orang-orang Tionghoa. Bahkan salah seorang guru besar di Indonesia ada yang berpendapat bahwa kesembilang wali penyebar agama Islam di Jawa itu adalah orang China (TIonghoa).

 

Dengan dikaji kembali narasi sejarah orang Tionghoa pada masa lalu tersebut setidaknya menjadi sebuah pengingat bahwa sebelum kedatangan Belanda, hubungan diantara penduduk lokal dengan Tionghoa sangatlah baik.


Dengan demikian Yap A Siong menjadi salah satu orang yang berhasil menjaga tradisi diantara orang Tionghoa sebagai pendakwah Islam. Kisah Yap A Siong yang berdakwah tanpa mengenal umur pernah diabadikan oleh salah seorang sejarawan dan budayawan Ridwan Saidi.

"saat ia ceramah Islam di Sawah Besar tahun 1960-an dalam bahasa Tionghoa. Saat itu usianya 70-an. Jap A Siong jarang terlihat ngobrol-ngobrol. Ia bicara seperlunya". 

Yap A Siong, Bandung dan Beberapa Pertanyaan 

Kedatangan Yap A Siong ke Bandung menjadi sebuah momentum. Selain berdakwah, ia juga barangkali mengajak orang-orang Tionghoa untuk melek politik. BIla dikatakan demikian apakah kedatangan Yap A Siong ke Bandung mempengaruhi orang Islam Tionghoa di Bandung untuk ikut masuk ke dalam organisasi PIT? Sebuah pertanyaan menarik yang harus dikaji lagi lebih dalam lagi.

 

Selain itu salah satu organisasi yang juga muncul di Bandung pada tahun 1930an adalah Organisasi Muhammadiyah. Pertanyaannya apakah mungkin terdapat hubungan antara organisasi Muhammadiyah dan Yap A Siong. 


Karena salah satu orang yang membawa Muhammadiyah ke tanah Pasundan dan orang yang mendirikan Comite Lezing Islam sebelum kedatangan Yap A Siong ke Bandung adalah seorang juragan dengan nama yang sama, yakni Sutalaksana?


Maka kalau benar, hal tersebut akan menjadi nilai tersendiri bagi organisasi Muhammadiyah di Bandung. Karena organisasi ini terlibat aktfi dalam syiar Dakwah lintas tokoh.

Ilustrasi

Pengantar: Pribumi?

Indonesia ini bukan negara kemarin sore. Ia tidak tercipta dengan sendirinya, melainkan terbentuk oleh kepingan-kepingan sejarah yang beragam dan dengan periode waktu yang panjang. Nantinya kepingan-kepingan tersebut menjadi sebuah pondasi penting dari berdirinya sebuah negara yang kita kenal dengan Indonesia. Yah ibarat sebuah payung, Indonesia mengayomi berbagai suku dan ras yang beragam.

Keberagaman serta kedamaian yang ada di Indonesia setidaknya telah terjalin selama beberapa abad. Sumber-sumber sejarah banyak mencatat adanya suatu kegiatan antara orang-orang yang kelak akan dikategorikan sebagai "pendatang" dengan orang-orang lokal atau kelak akan diistilahkan "pribumi".

Dikotomi Bahasa dan Imbasnya Pada Masyarakat 

Tapi sebetulnya istilah pendatang atau pribumi itu agaknya muncul belakangan. Berbarengan dengan pendudukan Belanda di Indonesia. Tentu hal tersebut menimbulkan sebuah dikotomi yang cukup menganga. 

Kasarnya ada sebuah permainan bahasa yang dilakukan Belanda untuk membuat sebuah klasifikasi sosial di masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari peraturan Belanda tahun 1854 yang membagi penduduk dalam 3 kelas. Dan ini cukup rentan untuk membelah rasa kebersamaan yang sudah terjalin cukup lama diantara penduduk Indonesia.

Apalagi kalau bumbu permasalahan yang melekat pada istilah ini adalah isu rasial. Tentu permasalahan yang lebih serius akan muncul. Mungkin tragedi yang pernah terjadi pada tahun 1998 lalu itu bermula dari adanya kehidupan yang tumpang tindih antara pribumi dan non pribumi. Begitulah kiranya kalau istilah tersebut dikatakan tanpa sebuah kutipan.

Karena itu kita harus mengapresiasi langkah politis yang pernah dilakukan mantan Presiden Republik Indonesia yang ke 3, B.J Habibie. Dengan dikeluarkannya peraturan pemerintah no 26 tahun 1998 maka dikotomi antara istilah pribumi dengan non pribumi itu dilarang.

Permasalahannya adalah apakah dengan adanya peraturan tersebut, maka permasalahan tentang pribumi dan non pribumi itu selesai?

Mencuat Kembali

Ternyata pada pengaplikasiannya istilah pribumi atau non pribumi masih saja ditemukan. Istilah ini kerap kali dipakai baik oleh para pejabat atau masyarakat biasa. Namun hal ini bisa menjadi sebuah permasalahan besar kalau istilah pribumi digunakan untuk menegaskan identitas rasial.

Baru-baru ini ada sebuah berita yang mengabarkan bahwa terdapat kejadian tabrak lari di daerah Bekasi. Pas kejadian tersebut ada sebuah sikap rasial yang dilontarkan oleh pengemudi mobil, yang dikatakan menabrak dengan sengaja. Belakangan banyak beredar bahwa kalimat yang terlontar tersebut adalah "Dasar pribumi miskin".

Sangat disayangkan sekali kalau memang benar hal itu terjadi. Selain melanggar hukum, apa yang diucapkan pengemudi itu bisa saja menyulut sebuah konflik horizontal atau memperjelas kembali isu rasial yang dulu pernah menjadi lembaran kelam. Tentu kita semua tidak mau hal itu terjadi.    
Santri MBS Syamsul 'Ulum

Pengantar: Kreatifitas Seorang Guru

Pada tulisan sebelumnya telah dibahas bagaimana cara menggunakan aplikasi google earth dalam pembelajaran sejarah. Begitu juga dengan kelebihan dan kekurangan menggunakan aplikasi tersebut.

Selama menggunakan metode tersebut, sangat terasa hawa berbeda yang didapat selama di kelas. Para murid ikut merasakan visual yang disajikan dalam slide-slide. Mereka tentu terlihat antusias dan lebih fokus memperhatikan materi.

Sebenarnya masih banyak lagi aplikasi-aplikasi yang bisa dijadikan media pembelajaran, khususnya, sejarah. Seperti menggunakan aplikasi Videoscribe atau bahkan Powerpoint. Selama kita bisa mengolah dan menggunakanya dengan kreatif maka para murid akan ikut antusias.

Setidaknya memang begitulah kewajiban seorang guru, apalagi dizaman tekhnologi idustri yang banyak disebut orang 4.0. Mau tidak mau para pengajar harus menguasai sekaligus mempunyai ide kreatif untuk menggunakannya.

Selama ada interaksi menarik dengan para murid maka kesenanganpun akan terasa pada seorang pengajar. Dan itulah yang dirasakan oleh penulis ketika menyajikan suatu board game sebagai media pembelajaran sejarah. Meski bukan berbasis tekhnologi berbasis komputer tapi dengan adanya board game penyampaian materipun tidak kalah penting.

Dibangun Dengan Narasi Sejarah

Board game yang menarik adalah dengan menyertakan narasi sejarah sebagai pengantar cerita. Pengantar ini kelak akan menjadi sebuah alur bagaimana para pemain memulai permainan game tersebut. Selain adanya latarbelakang sejarah, tema perjalanan atau petualangan akan menambah nilai lebih.

Karena dibangun dengan narasi sejarah maka dalam permainan tersebut terdapat elemen atau unsur-unsur sejarah yang berkaitan dengan tema cerita. Seumpamanya, penulis kemarin mencoba memberikan pembelajaran board game ini dikelas.

Untuk mempertahankan agar permainan ini masih satu jalur dengan materi inti pembelajaran maka penulis memilih board game yang benar-benar mempunyai cerita sejarah tentang Islam. Oleh karena pada waktu itu materi masih berkutat pada masuknya Islam ke Nusantara maka boar game yang dipilih adalah tentang perjalanan Ibnu Batutah pada abad ke 14.

Dimana perjalanan yang dilakukan oleh Ibnu Batutah ini menjadi satu sumber penting mengenai kerajaan Samudera Pasai yang ada di Sumatera. Bukan hanya itu, deskripsi yang ada dalam memoar Ibnu Batutah, dijelaskan juga mengenai hasil komoditas yang ada di Sumatra kala itu. Ada juga pembahasa kondisi kerajaan dan tentang pembahasan keberagamaan Islam yang ada di Samudera Pasai.

Bagi penulis, board game ini, yang berjudul Traveler: The Greatest Journer in History merupakan salah satu board game terbaik yang pernah dibeli. Selain memang bermanfaat ternyata penulis juga sangat gemar mengkoleksi game game board tentang sejarah.

Permainan Interaktif: Sebuah Kebersamaan

Penulis dan Anak-anak

Hal pertama yang ditekankan kepada para murid ketika bermain game ini adalah tidak penting siapa yang menang, yang penting kalian bermain, tertawa, serius dan bersenang-senang. Karena namanya sebuah permainan kalau tidak dimainkan secara bahagia maka otomatis tidak akan ramai.

Dalam permainan yang sangat interaktif ini sesuatu chemistry harus dibangun dengan baik. Karena ada sebuah kebersamaan yang diharuskan dalam permainan board game ini. Kebersamaan tersebut hanya dibatasi oleh peraturan-peraturan game yang memang sudah disiapkan dengan baik. Jadi keempat orang yang bermain dalam game ini, misalnya, mereka mempunyai jalan ceritanya masing-masing.

Kebersamaan inilah yang harus selalu dibangun oleh para pengajar dimanapun itu berada. Apalagi para murid ditempat penulis mengajar adalah para santri. Mereka adalah orang yang selama beberapa tahun akan hidup berdampingan sebagai seorang teman atau sahabat. Maka untuk sedikit mempererat agar hubungan mereka terjalin dengan baik, hal-hal seperti board game ini nampaknya memang memiliki arti tersendiri.

Selain sangat interaktif, board game ini memuat informasi sejarah yang bakal mudah diingat oleh para pemain. Bukankah kita merasa gampang mengingat kalau hal-hal tersebut dilatarbelakangi dengan perasaan bahagia? Nah board game ini, secara tidak sadar, akan membantu para murid agar mudah mengingat tokoh-tokoh sejarah, khususnya sejarah Islam, yang ada dalam pengantar game ini.

Kelebihan dan Kekurangan Board Game

Tentu ada kelebihan dan kekurangan ketika kita menggunakan media board game ini sebagai pembelajaran sejarah. Seperti misal kelebihannya:

  • Interaktif - Interaksi
  • Informasi sejarah yang mudah diingat
  • Tidak membosankan
  • Permainan berkembang

Sedangkan kekurangannya, hemat penulis, adalah:
  • Harga board game biasanya agak mahal, tambah mahal tambah bagus featurenya
  • Para murid kadang kesulitan dalam memahami cara bermain
  • Satu kali waktu bermain cuman bisa menyertakan 4 pemain

Penutup

Sebetulnya, baik itu kelebihan dan kekurangan, keduanya relatif bisa dikondisikan. Yang paling terpenting adalah bagaimana kita sangat berwajib untuk menyampaikan muatan sejarahnya. Adanya media board game ini tentu sangat membantu seorang pengajar seperti penulis. Karena sedikit membantu memudahkan penyampaian materi isi.

Namun kembali lagi kepada kita, apapun itu bisa dijadikan sebuah media pembelajaran, selama materi utama bisa tersampaikan dengan baik. Penulis tidak memaksa untuk menggunakan board game ini sebagai media wajib untuk menyampaikan sejarah. Akan tetapi tidak ada salahnya bila kita mencobanya, bukan?
Google Eart Ilustration

Sewaktu masih kuliah S2. Penulis masih ingat betul kata-kata yang disampaikan salah satu dosen pada mata kuliah Hagiografi. Kurang lebih beliau mengatakan bahwa sejarawan itu lokomotif peradaban. Kalimat tersebut seakan menyiratkan bahwa terdapat gerbong yang menunggu untuk dibawa dan diolah di masa depan. Berat atau tidaknya gerbong tersebut akan tergantung pada siapa yang menjadi nahkodanya.

Tentu siapa saja bisa membawa gerbong tersebut. Akan tetapi cara ia membawa atau cara pendekatan seseorang terhadap gerbong tersebut akan cenderung berbeda dengan orang yang pernah mengalami pembelajaran sejarah.

Dari apa yang telah diberikan dosen diatas, penulis seakan membawa sebuah beban. Tapi setelah lulus kuliah dan menjadi salah seorang pengajar, beban tersebut ternyata hanya ada dipikiran. Kewajiban seorang guru adalah memberikan pemahaman sejarah kepada murid sesuai tingkatannya masing-masing. Artinya semua itu tergantung pada pembawaan kita dikelas.

Tapi tentu ada sebuah ungkapan bahwa belajar sejarah itu membosankan. Apalagi kalau kita mengajar sejarah dilingkungan pesantren yang kadang para santrinya suka pada tidur dikelas. Penulis mengalaminya sendiri, karena waktu dulu pernah nyantri dan tidur juga. 

Kalau pembelajaran dirasa kurang menarik maka situasi dikelaspun akan cenderung mengarah pada kejenuhan, lalu akhirnya mungkin pada tidur. Jangankan tidur, merasa murid tidak memperhatikan kita ketika mengajarpun rasanya sedikit jengkel. Oleh karena itu diperlukan suatu pembelajaran kreatif untuk bisa menyesuaikan dengan minat para murid.

Dalam postingan ini, penulis hanya ingin sedikit berbagi tentang bagaimana cara mengajar sejarah agar tidak terlalu membosankan. Semua pengajar pasti mempunyai metode berbeda ketika menyampaikan sebuah materi. Tapi bagi penulis, melihat pada zaman para murid hidup saat ini, pembelajaran visual media tentu akan lebih cocok.

Salah satu aplikasi yang menurut penulis bisa mewakili pembelajaran tersebut adalah dengan memanfaatkan aplikasi google earth. Pembelajaran sejarah dengan aplikasi google earth akan memudahkan siapapun dalam menyajikan materi-materi yang akan dipresentasikan.

Mengajar Sejarah Lewat Google Earth

Google earth adalah aplikasi gratisan yang bisa kita akses baik lewat Handphone atau PC. Selain gratisan, ada juga fitur Pro yang lebih canggih yang dikhususkan bagi para pengembang atau katakanlah Expert.

Biasanya ada perbedaan ketika kita membuka aplikasi ini di HP dan di PC. Fitur yang ditawarkan di PC tentu akan lebih banyak, ketimbang ketika kita membuka aplikasi ini di HP.

Tentu kita sudah tahu apa itu google earth. Secara sederhana aplikasi ini adalah aplikasi yang dibuat untuk memudahkan kita untuk menjelajahi dunia melalui satelit citra. Tampilannya pun sangat memukau dari medan atau rute, gambaran jalan suatu tempat, sungai, bahkan perpaduan 3D dan juga gambaran yang real. Gaya peta dan cara kita melihat peta juga sangat interaktif dan variatif.

Sejauh ini tentu aplikasi ini, bagi penulis yang seorang pengajar, bisa dikatakan sebagai aplikasi yang sangat bermanfaat. Karena selain kita bisa menjelajah kesuatu tempat, ternyata beberapa perjalanan yang dilakukan oleh pengguna bisa kita akses disini. 

Tentu kita juga bisa membuat hal seperti itu. Karena aplikasi ini menawarkan sebuat fitur yang bernama Project. Melalui fitur ini juga kita bisa membuat sebuah pembelajaran sejarah yang tidak terlalu, katakanlah membosankan.  

Lalu bagaimana contoh pembelajaran yang dimaksud?

Google Earth: Menjelajahi Dunia Dari Ruang Kelas

Berikut adalah contoh proyek yang pernah saya pakai ketika mengajar kelas 9 Tsanawiyah. Oia sebetulnya media ini juga bisa dipake pengajar baik untuk kuliah, tingkat SD atau untuk pembelajaran apapun yang membutuhkan sebuah presentasi.

Materi yang disampaikan dalam contoh proyek ini adalah tentang masuknya Islam ke Nusantara.

Layar pertama

Sebelum memulai penjelajahan, pertama kali ada sebuah fitur untuk membuat layar penuh. Biasanya fitur ini saya gunakan untuk materi pengantar atau pembuka saja. Sebelum ditambahkan dengan kata-kata dan membuka pada slide kedua:

List materi - Google Earth
Seperti yang bisa dilihat pada gambar diatas. Ada 4 fitur yang saya pakai dalam proyek ini. Semua fitur itu berbeda dan memiliki ciri khasnya masing-masing. Fitur yang sering saya gunakan hanya penanda letak, slide layar penuh dan gambar garis. 

Layar penuh untuk pembuka materi, penanda letak untuk mengajak santri atau murdi berkeliling dunia dan gambar bentuk bisa dipake untuk membuat garis rute perjalanan map. Lanjut pada slide berikut ada fitur yang tak kalah menarik:

Slide 1 - Materi dan Info

Fitur yang tak kalah menarik itu adalah kita bisa juga menginput media berupa foto atau video kedalam proyek yang dibuat di Google Earth. Seperti yang bisa dilihat pada gambar diatas. Tidak hanya satu foto tapi kita bisa memasukan beberapa foto sebagai 'katakanlah' bukti sejarah yang ada ditempat tersebut.

Fase tampilan ini sudah masuk pada presentasi dengan layar penuh dan daftar isi yang pindah panel kebawah. Ada juga fitur melihat jalan, peta 3D, zoom in out disebelah kanan bawah. Fitur ini tentu bisa membuat para murid lebih tertarik untuk memperhatikan.

Menjelajah jauh kebelahan bumi lain

Salah satu keuntungan yang menurut penulis sangat bermanfaat ketika menggunakan aplikasi ini adalah kita bisa sedikit mengexplore lebih lanjut dari materi yang sudah ditetapkan disekolah. Karena kalau kita terbatas atau mematok hanya melihat pada LKS atau pada buku semata, maka terdapat beberapa lembaran sejarah penting lain yang terlewat.

Oleh karena itu melalui aplikasi ini setidaknya kita bisa membuat slide pengantar untuk masuk pada pembahasan selanjutnya yang ada dalam buku. Seperti contoh ketika penulis sedang menjelaskan materi masuk Islamnya ke Nusantara menurut sumber orang-orang Eropa. Maka hemat penulis mau tidak mau para santri atau murid pertama harus mengetahui juga tentang momen perjanjian Tordesillas. Karena ada hubungan antara perjanjian tersebut dengan orang-orang Eropa yang pada waktu itu datang mengunjungi nusantara:

Last slide

Slide terakhir ini masih berkaitan dengan yang sebelumnya. Sebagai bukti dari adanya kerajaan Samudra Pasai yang ada di Aceh. Maka disajikan beberapa foto peninggalan berupa ukiran papan nama pada kuburan salah satu orang ternama. Kita juga, sebagaimana sudah diberitahu tadi, bisa menampilkan video-video yang berhubungan dengan materi yang dibuat.

Kelebihan dan Kekurangan Google Earth Sebagai Media Pembelajaran

Selama menggunakan aplikasi ini tentu terdapat kelebihan dan kelemahan. Untuk kelebihan, menurut penulis:
  • Sangat visual sekali
  • Interaktif
  • Banyak fitur media sebagai penguat
  • Terintegrasi google drive (bisa dibuka dikomputer mana saja asal ada google earthnya)
Sedangkan untuk kelemahannya terletak pada:
  • Loading foto yang diinput kadang agak lelet (Komputer harus dalam kondisi baru hidup)
  • Harus ada koneksi internet  
Nah sekarang bagaimana cara saya membuatnya:

Memulai Google Earth Sebagai Media Pembelajaran

Pertama kali tentu siapkan dulu komputernya, buka browser dan arahkan pada situs atau ketika google earth di Google. Setelah menemukan situsnya langsung saja klik dan masuk pada laman google earth.
 
Masuk pada proyek
Arahkan cursor pada penanda peta atau proyek lalu klik disini. Maka kita akan diarahkan pada halaman seperti gambar diatas. Lalu mulailah dengan membuat judul yang menarik dan jangan lupa kasih penjelasan sesuai dengan materi yang akan dibuat.

Seperti yang bisa dilihat pada gambar diatas. Ada kotak biru yang bertuliskan fitur baru. Nah disanalah kita bisa memulai proyek pembelajarannya. Pembagiannya bisa dilihat pada gambar terkahir dibawah:

Lihat fiturnya
Setelah tadi judul dan deskripsi sudah dibuat maka selanjutnya kita tinggal membuat pembahasan dengan menggunakan fitur yang ada seperti pada gambar diatas. Tapi alangkah lebih baik kalau slide pertama kita buat dengan fitur slide layar penuh, seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Selanjutnya kita bisa menggunakan penanda letak atau gambar garis sesuai dengan kebutuhan materi yang akan dipresentasikan. Jangan lupa siapkan juga media lain seperti foto-foto yang berhubungan dengan tema bahasan atau video.

Untuk pembahasan pembelajaran lewat game, khususnya board game akan ditulis pada bagian lain. 

Penutup  

Begitulah kiranya beberapa hal mengenai pembelajaran sejarah dengan menggunakan google earth. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa membantu teman-teman untuk lebih kreatif dalam mempresentasikan materi yang akan disajikan. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share tulisan ini.  

 

Ilusttrasi

Adagium yang mengatakan bahwa kadang sejarah itu ditulis oleh pemenang adalah benar adanya. Karena sejarah merupakan ruang yang kompleks. Ia tidak hanya menyangkut hal-hal yang telah berlalu. Sejarah kadang bisa menimbulkan suatu reaksi atau perlawanan kuat. Karena didalamnya terdapat ruang pembelajaran.

Selain itu sejarah juga bisa membuat suatu bangsa merasa besar. Akan tetapi kalau dalam perjalanannya sejarah tersebut tidak dikehendaki oleh penguasa politik, maka sejarah itu akan dikubur atau disembunyikan sementara.

Lalu apa jadinya kalau dari semenjak zaman dulu, banyak sejarah yang disamarkan atau disembunyikan? Akankah kita berada pada haluan berbeda atau kita tetap seperti saat ini? 

Barangkali dalam buku ini Jonathan Black hanya ingin mengungkap sisi lain sejarah konvensional. Ia menawarkan sebuah gagasan baru berikut dengan bukti dan argumennya yang kuat. 

Mau tidak mau, karena buku ini sangat monumental. Tentu isinya pun sangat berbobot. Kita akan diajak menelusuri ruang-ruang yang masih gelap tak berpenghuni. Lalu dengan senter menyala dalam tangan kita akan terpaku melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Bagi teman-teman yang ingin mengarungi dan membaca ebook ini silahkan klik link dibawah:

Download

Hairuddin Barbarossa - Zakiiaydia

Nama Hairuddin Barbarossa pernah menjadi sosok menakutkan bagi orang-orang Kristen Eropa pada abad pertengahan khususnya di wilayah Mediterenia. Sepak terjangnya yang gilang gemilang ketika berhadapan dengan para pelaut Kristen, menambah reputasi besar bagi karakter Hairuddin Barbarossa sebagai penguasa laut wilayah barat pada masanya. 

Baik bangsawan Kristen dan Islam, keduanya segan terhadap Hairuddin. Tak heran jika mereka satu sama lain saling berlomba untuk mendapatkan Hairuddin sebagai rekannya. Suatu hari ia pernah ditawari, oleh Raja Kristen, untuk menjadi penguasa Afrika Utara sekaligus menjadi bangsawan disana, tapi tentu saja ia menolak.

 

Hairuddin Barbarossa lebih memilih untuk menjadi bagian dari dan berkarir di Turki Utsmani. Kemudia iapun meniti karir sebagai salah satu pendiri atau pelatih angkatan laut Utsmani. Pada akhirnya nanti, atas berkat jasa besar Hairuddin Barbarossa terhadap Islam khususnya dan Turki Utsmani pada umumnya, Turki banyak memberikan penghargaan besar atau banyak mengenang jasa Hairuddin dengan berbagai macam hal.

 

Sebut saja seperti membuat patung besar dan mengibarkan, menyandingkan bendera khusus yang selalu dipakai Hairuddin ketika mengarungi samudera luas dengan bendera Turki sekarang.

 

Masa Kecil Hairuddin Barbarossa

 

Bila berbicara kehebatan Hairuddin Barbarossa maka kita tidak boleh melupakan bagaimana orang-orang sekitarnya mempengaruhi dan membentuk karakter Hairuddin kelak. Ia tidak mungkin berdiri sendiri, selalu ada hal yang membuatnya termotivasi dan bangkit.

 

Keluarga hairuddin bukan keluarga sembarangan. Ayah dan Ibunya merupakan orang yang sangat penting dan mempunyai kedudukan. Sang ayah yang bernama Yakub adalah mantan tentara elit Utsmani yang kita kenal dengan sebutan Yanisari dan juga bagian dari Sipahi.

 

Ketika Byzantium berhasil ditaklukan, wilayah kekuasaanya cukup luas. Termasuk diantaranya adalah Mytilene bagian dari wilayah Lesbos. Tidak mau teritorialnya terganggu oleh wilayah luar maka Mehmet II mengirim pasukannya untuk menduduki wilayah tersebut.

 

Kebetulan juga wilayah Mytilene ini adalah wilayah tempat berkumpulnya para bajak laut. Maka tidak salah kalau yang dikirim ke wilayah ini adalah pasukan khusus yang terlatih.

 

Tahun 1462 wilayah Lesbos ini menjadi bagian dari Turki Utsmani. Yakub sebagai salah seorang dari pasukan yang dikirim kesini mempunyai tempat tersendiri. Mungkin karena ia Sipahi atau mungkin karena sepak terjangnya ketika menjadi tantara Yanisari.

 

Di Lesbos ia bermukim dan pada akhirnya ia mempunyai seorang Istri yang bernama Catalina, janda dari seorang pendeta Yunani. Dari pernikahannya dengan Catalina, Yakub mempunyai 6 orang anak. Dua diantaranya adalah perempuan dan 4 orang lainnya laki-laki. Dalam buku The Sultan’s Admiral disebutkan bahwa dua orang anak perempuan memilih ikut bersama ibunya, Catalina, dan keempat anak lainnya ikut Yakub yang agama Islam.


Aruj, Elyas, Isaac dan Khizr. Mereka adalah empat bersaudara yang hidup di Lesbos, pulau yang dikelilingi laut. Kelak situasi ini pula yang membuat mereka harus beradaptasi. Kalau tidak bisa menaklukan lautan maka mereka tidak bisa pergi kemana-mana.

 

Aruj atau yang kelak akan dikenal dengan nama Oruc Reis, memulai karir kelautannya dengan membantu sang ayah dikapal perahunya. Anak keduanya yang bernama Elyas, nampaknya lebih lembut. Ia berusaha untuk menjadi seorang Imam. Sedangkan Isaac menjadi seorang tukang kayu sebagai penopang kelangsungan bahan kapal dan Khizr membantu ayahnya dalam menganyam tembikar.

 

Aruj dan Kisah Hidup Isaac Yang Pendek


 

Suatu hari Aruj dewasa yang sudah malang melintang dalam perdagangan dan Isaac sedang berlayar dengan kapalnya. Tapi pada hari itu nampak ketidakberuntungan sedang berpihak kepada mereka. Tentara Rhodes atau Knight Hospitaler muncul dan mau tidak mau mereka pada akhirnya berhadapan.

 

Malang, dalam pertempuran yang tidak seimbang itu, Isaac terbunuh. Sedangkan Aruj dibawa untuk dijadikan tahanan dan selanjutnya malah dijadikan budak. Maka untuk saat ini Aruj harus menyandang peran sebagai seorang pendayung kapal Galley.

 

Tapi nampaknya garis takdir dari Aruj memang harus seperti itu. Dari pengalamannya ketika menjadi seorang budak, ia banyak mempelajari hal-hal penting ketika berlayar. Tak lama setelah menjadi budak di Galley, akhirnya Aruj ditebus. Beberapa sumber tidak ada yang mengatakan siapa yang menebusnya. Entah ayahnya atau adiknya. 


Yang pasti, ketika menjadi budak, ia banyak belajar tentang pelayaran, dari memperhatikan arah angin, menentukan periode bulan dan memakai strategi mendayung. Kelak pelajaran berharganya ini akan membuahkan hasil yang manis.

 

Kisah Penaklukan dan Keinginan Untuk Bertempur

 

7 abad lamanya umat Islam telah mewarnai Iberian peninsula. Tenggat waktu yang lama tersebut telah merubah tatanan hidup wilayah tersebut menjadi kaya dan berwarna. Tapi elemen dasar dari semua ini mencuat kembali. Orang-orang Kristen nyatanya masih menaruh dendam pada “pendatang”.

 

Ketika waktunya tiba. Pada masa kerajaan Islam di wilayah Iberian terbagi kedalam beberapa kerajaan. Solidaritas kuat muncul didalam dada orang-orang Kristen. Kegigihannya berhasil memporak-porandakan umat Islam yang ada disana. Lambat laun penduduk umat Islam diusir dan dimulailah pencaplokan kembali bumi Eropa itu.

 

Tapi tahun-tahun tersebut bukan hanya tentang penaklukan kembali. Melainkan juga munculnya sebuah harapan baru dari generasi muda yang masih bertahan dan ingin membela agamanya. Nampaknya ini adalah sebuah efek dari keberhasilan Utsmani dalam memperluas wilayah kekuasaannya.

 

Kedua kekuataan yang muncul pada abad 15 awal ini akan saling berhadapan satu sama lain. Kerajaan Kristen di Iberian dan Kerajaan islam yang dipegang oleh Turki Utsmani. Wilayah yang menjadi pusat pertempuran diantara kedua kerajaan ini tentu wilayah perbatasan Mediterenia. 

 

Entah sudah jalannya dan nasibnya tapi penulis yakin bahwa karena kapasitas mereka. Aruj dan Khijr menjadi salah satu dari ribuan tentara yang dikirim oleh Sultan ke wilayah Mediterenia. Alasan lain yang melatarbelakangi kedua kakak beradik itu mungkin untuk menuntut balas dendam atas kematian adiknya yang bernama Isaac. Dan pada tahun 1500/1504 mereka akhirnya tiba di Afrika Utara, Djerba. Selain Djerba, Tunisia juga menjadi tempat penting dalam strategi yang digunakan oleh Aruj.

 

Terbukti semenjak kedatangan mereka. Beberapa wilayah telah direbut. Tidak hanya wilayah Iberian, wilayah yang sekarang masuk kedalam Italiapun masuk pada radar pelayaran Aruj. Beberapa tempat malah pernah ditaklukan oleh Aruj. Didaerah ini juga Aruj harus kehilangan salah satu tanganya. Khijr pada waktu itu masih berkerja sebagai seorang pendayung disalah satu kapal Aruj.

 

Beberapa tahun kemudian, tahun 1510 Aruj dan Khijr menjadi orang terkaya di mediterenia, memiliki banyak properti, budak dan tentu kapal. Luas wilayah yang pernah direbutnya terbentang dari Horned Gulf Tunis ke sisilia sampai calabria, sardinia, corsica. Djerba menjadi basis utama mereka. Tahun-tahun berikutnya adalah tahun yang sangat menentukan bagi Khijr. Karena banyak penaklukan yang terjadi pada tahun ini berkat peran Khijr.

 

Namun prestasi yang paling tinggi yang diraih oleh Aruj adalah menjadi penguasa Algier. Hal ini sebenarnya bukan merupakan kebetulan. Selain akan memudahkan penyerangannya ke wilayah Spanyol. Ada juga permintaan dari rakyat Algier, karena adanya blockade yang dilakukan tantara Spanyol, melalui penguasanya Sheikh Selim, Aruj dan Khijr diundang untuk ke Algier. 

 

Dikatakan pada waktu itu Aruj mengirimkan 16 kapal besar dengan 500 tentara Turki dan beberapa hal yang diperlukan untuk menyusuri pantai, dibawah kepemimpinan Khijr. Sedangkan Aruj dengan 800 tentara dan 2000 relawannya tinggal di Algier.