ARCHIVE

Default Thumbnail



Bagi anda yang bergelut dalam dunia kajian budaya dan media mungkin sudah tidak asing dengan buku ini. Apalagi buku ini ditulis oleh seorang John Fiske yang telah dikenal dengan baik didunia Cultural studies and media.

Dalam buku ini kita akan dibawa pada ranah dunia semu akibat ciptaan alam realitas yang semakin terbengkalai. Bagaimana kita dihempas badai tekhnologi yang bersifat Frankenstein, mencelakai kita sendiri, serta diseru tak pernah berontak karena sistem kapitalis yang memang terlalu bias untuk ditelusuri

Buku ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana kita bisa menemukan dunianya Fiske menerawang zaman dulu untuk ditelusuri keberadaannya dizaman sekarang. Buku ini mungkin sangat penting bagi teman-teman yang bergelut dalam kajian budaya, media, fikom, hubungan internasional dan lain-lain

Semoga buku ini bermanfaat buat teman-teman yah :) Nanti akan saya share lagi berbagai macam koleksi buku yang ada difile-file. Semua itu koleksi, baik, dari library.nu, ebookbrowse, ebook finder, bookfi dan lain-lain.

Silahkan download ebooknya dibawah:

Download




Ilustrasi
Indonesia negeri seribu satu kuliner tapi hanya satu sasa yang menyatukannya menjadi satu kelejatan. Satu Nusa Satu Sasa semua pake sasa. Maknyus

Kita semua pasti mengenal dengan Pak Bondan. Beliau dikenal, secara publik, sebagai salah satu pembawa acara dalam tayangan tentang kuliner, wisata kuliner. Jargon yang melekat padanya adalah pada kata MAKNYUS. Sehinga kita pun sebagai seorang konsumer TV sedikitnya telah dibuat latah oleh beliau.

Karir beliau dalam dunia wisata kuliner memang tidak diragukan lagi. Beberapa jabatan atau pekerjaan yang berhubungan dengan dunia kuliner pernah dipegangnya; baik itu didunia nasional atau bahkan dunia internasional. Maka tidaklah salah bila salah satu stasiun televisi di Indonesia menjadi tertarik untuk menggunakan jasanya sebagai salah satu acara kuliner.

Mungkin sudah merupakan hal yang pasti apabila dalam dunia bisnis, segala hal yang dikira dapat membantu barang agar senantiasa mendapatkan tempat utama di konsumen akan dilakukan. Bisa jadi hal tersebut berupa sebuah penegasan akan eksistensinya untuk konsumen atau apapun itu yang bisa membuat masyarakat berpikir hal serupa. Mungkin inilah yang bisa saya dapatkan dari pesan iklan Sasa yang menggunakan Pak Bondan sebagai aktornya

Satu Nusa Satu Sasa


Sepintas, saya tiadalah menemukan suatu yang menggelitik di iklan Sasa. Karena kandungan di iklan tersebut memang mengandung suatu kebenaran. Kita bisa melihatnya secara historis atau bisa juga pada wacana yang disematkan pada jargon Satu Nusa Satu Sasa

Disatu sisi kalimat tersebut bisa juga merupakan suatu penegas bahwa kehadiran Sasa, yang mempunyai sejarah panjang, telah mendapat tempat yang baik dimasyarakat. atau kata lainnya adalah sasa telah merakyat, ia telah menjadi suatu hal yang harus ada didapur. Oleh karena itu mungkin memang benar pula kalau dalam iklan Sasa Pak Bondan mengatakan bahwa hanya "Sasa yang menyatukan semuanya menjadi satu." Tak ada sasa maka tak mungkin rasa kesatuan kuliner akan menemukan tempatnya yang sempurna dan retaklah juga suatu kelezatan bakso bila tak ada Sasa.

Tapi disisi lainnya, kalau ada disatu sisi pasti ada disisi lainnya, bila saya melihat kalimat tersebut dengan menggunakan kacamata yang lebih elok, saya menemukan terdapat suatu hal yang kiranya berbelok. Apakah itu? Dibawah saya akan membahas mengapa saya memiliki pemikiran seperti ini.

Satu Nusa Satu Bangsa & Satu Nusa Satu Sasa


Pada suatu waktu di Amerika Serikat, dikejutkan dengan adanya bendera Amerika dengan simbol-simbol yang aneh yang ada didalamnya. Seperti kita ketahui dengan seksama bahwa simbol yang ada di bendera tersebut sebenarnya berupa bintang-bintang. Akan tetapi simbol yang ditemukan pada waktu itu bukan berupa bintang-bintang melainkan simbol-simbol dari perusahaan bisnis besar yang ada di Amerika. Logo perusahaan itu antara lain, sebagai contoh, IMB, Nike, WIndows, Playboy, McDonald.

Hal ini, meski secara tidak langsung, menunjukan kepada kita bahwa ada suatu kejenuhan dari publik terkait hal diatas. Kejenuhan tersebut memuncak ketika publik merasa tidak puas dengan negara karena dianggapnya berada di bawah kekuasaan perusahaan-perusahaan besar tersebut. Simbol2 perusahaan yang ada pada bendera Amerika sedikitnya merupakan manifestasi pikiran masyarakat yang menganggap Amerika berada dibawah naung-baung perusahaan, konsumerisme akut atau kapitalisme lanjut. Ditambah dengan kata-kata yang tajam " Mendeklarasikan kemerdekaan dari aturan Korporat".

Pesan tersirat dari gambar tersebut adalah sekarang korporat-korporat besar yang mengatur Amerika - yakni Amerika (tm) - dan membentuk identitas nasional dan mengklaim tempat umum yang ada.

Culture Jamming/Gangguan Budaya


Dalam bahasa gaul, istilah keadaan diatas dikenal juga dengan Cultural Jamming atau Gangguan Budaya. Cultural Jamming dalam pengertian wikipedia adalah "a tactic used by many anti-consumerist social movements." Taktik-taktik yang bisa kita ketahui adalah dengan merubah iklan-iklan dari perusahaan besar dengan bahasa-bahasa menyindir, termasuk yang paling mengemuka adalah bendera Amerika tadi.

Untuk lebih banyak contoh mungkin saudara bisa langsung cek pada website adbuster, atau mengetikan keyword culture jamming di google. Adbuster itu sendiri merupakan satu mediasi yang melabelkan dirinya dengan pihak yang kontra kapitalis, konsumerisme dll. Jadi wajar bila diwebsite adbuster kita akan mendapati ada gambar anonymous. Culture jam, atau disebut juga seni gerilya & seni warga adalah sebuah media interaktif bagi kita untuk, setidaknya, bertindak secara mempertanyakan kembali apa yang dikiranya tak sesuai dengan hati.

Diatas telah kita singgung permasalahan yang ada di Amerika dengan sedikit contohnya. Sekarang pertanyaannya adakah contoh tersebut di Indonesia? Pastilah sedulur disini tahu lebih luas :). Kalau misalnya saya menyuguhkan contoh satu nusa satu sasa, apakah bisa dibilang hal ini masuk kepada kategori culture jam? Atau malahan sebaliknya, tidak?

Karena menurut saya ada suatu perbedaan mendasar, yakni pada bagaimana awal semua ini muncul. Yang pertama untuk objeknya kita dapati Iklan satu nusa satu sasa memang sama dengan bendera amerika serikat yang dirubah, logo nike yang dirubah dll. Objek tersebut adalah menyalahi tujuan awal mulanya.

Yang kedua adalah siapakah dibalik semua itu? Kalau di amerika sana, yang pertama kali berani untuk merubah media komunikasi simbol tersebut adalah adbuster, mereka yang memang bergerak dibidang anti kapitalisme, akan tetapi, contoh yang kedua, satu nusa satu sasa muncul dari perusahaan itu sendiri dengan mediasi Iklan.

Apakah terdapat suatu perbedaan tujuan dari keduanya? Karena notabennya yang pertama adalah memang benar merupakan tindakan counter attack terhadap konsumerisme. Pembajakan simbol bintang menjadi logo korporat besar adalah bentuk gangguan budaya terhadap pihak dominan. Sedangkan untuk contoh yang kedua saya menemukan suatu yang tak serupa.

Adakah pendapat dari teman-teman dan sedulur tentang Satu Nusa Satu Sasa?
Pernah sekali bung Karno meramalkan suatu yang pasti
Yang kini menghantui pertiwi
Banyak korupsi, mengapa semua terjadi
Diatas semua tragedi, kemiskinan yang tak henti
koruptor semakin menjadi
Merdeka masih ilusi....

Sejarah berkata, perjuangan melawan penjajah
Dengan semangat yang sama, berdaulat sepenuhnya
Namun yang sekarang terjadi,sejarah pun tak berarti

semangat pun telah memudar, seakan semua menghilang
seolah tak pernah ada
Apakah kita terlupa...Apakah kita terlupa....
Take me to the magic of the moment
On a glory night
Where the children of tomorrow share their dreams
With you and me
Take me to the magic of the moment
On a glory night
Where the children of tomorrow dream away
In the wind of change

Diatas adalah petikan dari sebuah lagu yang pernah populer di era 90an. Lagu tersebut tercipta dan dibawakan oleh salah satu band legendaris asal German yakni Scorpion 1. Sebagai wujud dari kondisi dan keadaan yang sedang – atau pernah -terjadi kala itu di German. Dengan lirik yang sangat general, artinya pada bait, lirik dan maknanya, lagu itu melejit dan bahkan sampai mendapatkan sebuah penobatan lagu perdamaian yang terbagus dizamannya. Lagu ini menembus tangga nada di USA peringkat 04 dan di UK peringkat 02 2, pada saat itu merupakan suatu kehormatan apabila sebuah band bisa menembus pasar besar terutama di 2 negara tersebut.

Apa yang membuat lagu tersebut menjadi sebuah lagu populer dizamannya dan sampai sekaranpun masih menjadi suatu lagu yang amazing? Adalah terletak kepada bagaimana seorang musisi berhasil mencipta suasana yang bisa menyentuh lara dengan baik. Apabila lagu tersebut berkala disukai, diulang  dan didengar maka jawabannya terletak kepada isi yang general tadi. Apalagi lagu tersebut khususnya merupakan suatu wakil dari isi kebanyakan orang-orang German yang waktu itu sangat menantikan suatu dunia yang baru dalam kondisi perdamaian.

Merupakan sudah sebagamaina mestinya manusia, maka salah satu dari berbagai cara untuk mengekspresikan rasa yang tiada terhingga itu adalah dengan membuat abadi pada lagu, seperti Scorpion dengan Wind of Change – nya. Band ini telah berhasil bukan hanya dalam segi ekonomi dan nama yang mendunia akan tetapi mereka lebih berhasil dalam dimensi lain yang lebih dari segi pertama tadi.
Ketika pertama kali tayang dalam sebuah layar kaca kita, bagaimana tentara Israel – yang katanya sedang mengincar teroris – menghabisi tiga nyawa dalam sekaligus, diantaranya adalah petinggi pemerintahan Palestina. Maka terbenaklah dalam diri kita sanksi apa yang akan dijatuhkan oleh lembaga perdamaian didunia dan Negara adidaya – yang besar berkuasa – terhadap tindakan Israel tersebut. 

Pertanyaan tersebut selalu berulang setiap kali Israel melancarkan tindakan yang brutal, mengingat dari kejadian yang telah berlalu Israel sepertinya tidak begitu memperdulikan apa yang namanya kecaman-kecaman diatas kertas belaka.

Sementara kecaman datang silih berganti diseluruh dunia, ternyata didaerah konflik tersebut telah banyak jatuh korban  yang kebanyakannya adalah dari orang-orang Palestina. Yang lebih menyakitkan lagi ternyata korban yang meninggal tersebut kebanyakan dari warga sipil khususnya wanita dan anak-anak. Alih-alih menurut Israel tembakan tersebut telah memenuhi target, teroris, yang telah ditetapkan jauh hari. Tetapi fakta dilapangan ternyata bertolak belakang dan korban yang berjatuhan disini adalah mereka yang lebih dekat kepada sebuah sistem regenerasi yang berlanjut.

Teroris macam apakah yang dibayangkan Israel sehingga perempuan dan anak-anak pun mereka bunuh? Macam keliru berpikiran saja mereka dalam bertindak! Setidaknya kita perlu untuk sedikit sahaja meredefinisi ulang apa makna dibalik teroris sebenarnya? Karena dampak yang ditimbulkan dengan citraan teroris ini sangat bahaya sekali bung!
Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Mungkin perumpamaan kata diatas sangatlah cocok apabila kita sematkan makna itu kepada negara Indonesia dengan keadaan fenomena korupsi yang sudah akut. Pelbagai berita korupsi dari tingkat pemerintahan, daerah bahkan kecamatan/desa mulai terkuak ke permukaan.

Data yang disajikan didalam sebuah website tentang informasi korupsi mencatat bahwa kurang lebih ada 153 tikus-tikus kotor yang berhasil dijaring oleh pihak berwenang dan beberapa lainya sedang diproses. 1 Sepintas apabila melihat kepada angka yang tertera mungkin jumlah tersebut tidak sebanyak yang kita kira namun apabila kita melihat angka tersebut berserta anggaran/harga uang yang mereka korupsi mungkin kita akan berpikir berbeda dan bertolak belakang dengan apa yang kita kira sebelumnya.

Kita patut bersyukur kepada para pegiat antikorupsi yang senantiasa tak kenal menyerah untuk memberantas hama-hama busuk Negara yang merugikan rakyat. Yang seharusnya rakyat dipertuan eh malah memperagung diri sendiri dengan kepentingan-kepentingannya, wong goblok! Yang kita harapkan biarlah yang lama terkumpul itu menjadi bukit agar kelak akan mudah bagi kita untuk memnghanguskannya.

Menyadari bahwa memberantas korupsi itu bukanlah tugas pada sebahagian kelompok sahaja, kita juga mempunyai hak untuk sedikit sahaja membantu mereka dalam memberantas korupsi. Sebetulnya banyak yang bisa kita upayakan dalam pemberantasan korupsi meskipun intensitasnya tidak seluas apa yang telah dilakukan para pegiat antikorupsi yang sudah mempunyai label dipercaya.

Apabila para koruptor membuka kembali sejarah dan melihat dengan seksama bagaimana pahit getirnya para pejuang Indonesia – dengan segala resikonya – yang memperjuangkan kemerdekaan Negara Indonesia ini. Mungkin sedikit saja hatinya akan terasa pilu dan terlihat malu untuk menyadari bahwa betapa tololnya diri mereka dihadapan para pahlawan Indonesia.

Mereka itu seharusnya benar-benar sadar diri terhadap segala cipta yang diperbuat. Bukan saja hal itu bertolak belakang dengan apa yang telah dicita-citakan oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia dihari yang lalu. Tapi juga mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya diri mereka itu tidaklah lebih dekat sebagai wakil rakyat atau pemimpin rakyat akan tetapi lebih dekat pada musuh rakyat.

Ditengah kehidupan mereka yang terlampau jauh dari menderita masih banyak cerita kelam yang ada disetiap sudut rentetan pulau-pulau di Indonesia. Ia, kita masih saja melihat suatu ironi. Ditengah orang-orang kaya yang semakin berjaya dengan hartanya terdapat pula orang-orang yang miskin semakin terjepit dengan keadaannya. Pelbagai cerita itu terasa menyayat hati ketika menyadari bahwa negeri yang kaya alam ini ternyata hanya sebatas bagi mereka yang diperuntukkan. Orang-orang miskin tetaplah hidup sebagaimana ia semula.

Keadaan yang demikian itu tiada bolehlah dipelihara. Artinya hal itu harus ditangani dengan seksama dan harus menjadi agenda penting bagi para pemimpin bangsa yang tahu betul apa definisi dari kata merdeka. Memberantas korupsi yang semakin menjamur dan memperhatikan orang-orang miskin adalah sebuah janji yang banyak ditunggu oleh para rakyat.

Karena mereka – yang miskin – tetaplah saudara kita yang sejatinya membutuhkan keadaan yang merdeka bagi dirinya. Pemimpin,oleh karena itu seharusnya bisa mengatasi keadaan yang seperti demikian. Bukan hanya mereka juga adalah sebahagian dari apa yang dipimpin tapi juga hal itu akan dipertanggung jawabkan kelak dihadapan penguasa sebenarnya.

Melawan Korupsi; Keniscayaan Melawan Saudara Sendiri
Maka benarlah bila sang maestro Indonesia, Sukarno, pernah berujar kala itu bahwa “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri”.
Kemerdekaan, biarlah euphoria itu berlalu besamaan dengan waktu tanpa ada maksud untuk melupakannya. Karena hal tersebut tiada akan pernah terlupakan dalam benak jiwa setiap penerusnya. Hal tersebut adalah abadi dalam ukiran sejarah yang pasti.

Namun untuk sekarang ini ada baiknya kita simpan sahaja dulu kebahagiaan itu sejenak. Karena untuk sekarang adalah hal yang sama sekali berbeda apabila kita memaknainya sama akan kemerdekaan yang telah dicapai. Perjuangan kita belumlah usai, ada suatu penyakit baru yang mungkin apabila dibiarkan ia akan terus meninggi, mewabah bahkan meghancurkan sebuah negara dan apabila ia dilawan maka sebagian mereka ada yang enggan untuk menyerah pada kenyataan.

Kita mungkin berada pada fase yang kedua dari yang dikemukakan sukarno. Hal itu berarti menandakan bahwa akan terjadi suatu keniscayaan dimana kita akan mendapati suatu kesulitan besar untuk berjuang demi kemerdekaan negeri ini, karena kelak bukanlah para penjajah yang akan dilawan oleh kita melainkan saudara kita sendiri.

Salah satu masalah yang tidak berkesudahan sampai sekarang ini adalah apa yang dinamakan dengan KORUPSI, sikap menjajah yang dilakukan oleh para koruptor. Suatu masalah yang menjadi akut berkepanjangan, yang memanjang seperti rantai yang kuat kekar karena selalu ada penerus selanjutnya.

Sulit sekali memutus rantai tersebut, karena panjangnya yang bercabang dari setiap dimensi sangat mempengaruhi tingkah laku bergeraknya sub rantai, dengan kata lain mainstream lebih kuasa dari badai kecil. Mencari mata rantainya pun terasa sangat sulit, oleh karena dari setiap satu rantai itu licin dan banyak kotoran yang mampu menyelipkan sesuatu yang akan membersihkannya.

Hal inilah yang sekarang banyak mewarnai lika-liku kehidupan bernegera di Indonesia. Pemberitaan tentang korupsi hari demi hari seakan tak pernah urung berhenti barang sekali. Para koruptor-koruptor baik yang wajah lama atau terbarupun muncul pada permukaan. Ia muncul dengan wajah tersenyum, serasa dirinya tiada berdosa kepada masyarakat dan tanggung jawabnya.

Mendengar dan mendapati hal tersebut, yang terasa oleh rakyatpun adalah kebingungan. Oleh karena kerumitan yang selalu sahaja mewarnai setiap proses hukumnya. Ada yang merasa kecewa karena perlakuan hukum terhadap para koruptor ternyata tiada seharmoni apabila bersanding pada keadaan masyarakat kecil. Ada juga yang tiada percaya ketika mendapati sudah barang tentu mereka adalah para pelaku korupsi tetapi kenapa masih saja bisa enak duduk menjadi seorang pemimpin.

Ada maling sandal/telur lantas ia langsung terjerat sebagaimana mestinya tapi ada yang maling uang rakyat – yang besarnya tiada tara – ia masih bisa merias diri didalam sel penjara atau ada juga yang berpergian dengan santainya ke Bali! Apakah yang sedang terjadi di negeri kita ini, sehingga hukum terlihat seperti dilemahkan kibasan uang.
Apabila keadaan seperti ini terus dibiarkan tanpa adanya suatu perbuatan nyata maka legowolah apabila saya mengatakan bahwa “Kita ini memang sudah merdeka dan sudah terlepas dari tempurung besi namun kenyataanya sekarang kita malah terkungkung dalam tempurung korupsi, Naas.”
Sikap Peka Nyata Yang Harus Ditorehkan

Pelbagai upaya untuk menanggulangi korupsi telah banyak dilakukan oleh para pecinta keadilan tanah air. Termasuk diantaranya adalah lembaga-lembaga besar seperti KPK, ICW, KP2KKN, Polisi dan lain-lain. Tidak hanya itu, ternyata ada sebagian orang yang mempunyai cara tersendiri untuk membantu mencegah dan memberantas korupsi, yakni membuat situs yang sangat unik, semisal Wikipedia, yang berisikan tentang para koruptor di Indonesia, korupedia.

Namun ditengah perjalanan perjuangannya itu mereka pastilah membutuhkan suatu pertolongan dari seluruh rakyat Indonesia. Apalah arti mereka berjuang melawan korupsi kalau kita tidak mendukung mereka sama sekali. Karena memberantas korupsi itu adalah tugasnya kita bersama bukan hanya tugas mereka. Untuk membina kehidupan yang selaras dan senada indah seyogyanya adalah cita-cita yang harus diwujudkan bersama, bahu membahu untuk kebaikan.

Selebihnya kita harus mempunyai suatu prinsip “peka nyata” yang harus di implementasikan didalam kehidupan bermasyarakat. Kita mungkin mengenal prinsip “lebih baik mencegah daripada mengobati.” Sebenarnya mengobati juga tidaklah mengapa namun alangkah baiknya apabila kita mencegah sebelum semua harus terjadi.

Sikap peka nyata adalah sikap yang terlahir dari akibat kekecewaan atas fenomena korupsi. Dan wujud dari kekecewaanya tersebut maka haruslah diimplementasikan dengan perbuatan yang nyata, tanpa diwakili kata atau diatas kertas sahaja.

Adapun beberapa hal yang mungkin bisa membantu untuk mencegah dan memberantas korupsi diantaranya bisa dimulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. Mengenalkan bahaya korupsi terhadap perkembangan negara kepada kader bangsa adalah sesuatu yang sangat diperlukan. Karena suatu saat nanti hal yang seperti itulah yang akan menjadi bekal berharga.

Selain itu perlu juga untuk memberi ruang kreatif bagi masyarakat untuk ikut serta dan berpartisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan korupsi/pemberantasan korupsi. Semisal lomba karya tulis, film pendek, melukis, drama, teater dan sebagainya dengan tema korupsi dan koruptor.

Apabila kesemuanya itu disajikan dengan sesuatu yang baru mungkin akan terlihat menarik khususnya bagi generasi muda dan semua pada umumnya untuk lebih intens/perhatian terhadap bahaya korupsi yang semakin meninggi.

Dengan adanya ruang baru sebagai wujud dari keinginan bersama dalam rangka mencegah dan memberantas korupsi. Diharapkan bukan hanya hukum besi saja yang bisa menjerat mereka – para koruptor – akan tetapi hukum sosial juga bisa membuat mereka jera dan mempertimbangkan kembali untuk melakukan korupsi.

Keadaan yang demikian itu tiada bolehlah dipelihara. Artinya hal itu harus ditangani dengan seksama dan harus menjadi agenda penting bagi para pemimpin bangsa yang tahu betul apa definisi dari kata merdeka. Memberantas korupsi yang semakin menjamur dan memperhatikan orang-orang miskin adalah sebuah janji yang banyak ditunggu oleh para rakyat.

Karena mereka – yang miskin – tetaplah saudara kita yang sejatinya membutuhkan keadaan yang merdeka bagi dirinya. Pemimpin,oleh karena itu seharusnya bisa mengatasi keadaan yang seperti demikian. Bukan hanya mereka juga adalah sebahagian dari apa yang dipimpin tapi juga hal itu akan dipertanggung jawabkan kelak dihadapan penguasa sebenarnya.